KBM3

Progres Penyelesaian Hadiah Dana KBM3

Posted on Updated on

Para pemenang Kontes Blog Muslim ke-3 yang terhormat,

 

Berikut dikirimkan progres penyelesaian hadiah transfer dana ke para pemenang Kontes Blog Muslim Ke-3.

Hadiah Nama Pemenang Proses Pengiriman Hadiah
Rp. 1.500.000 Yose Rizal Triarto Sudah ditransfer ke rekening Mandiri ***-***-****-914
Rp. 1.250.000 Heru Purnomo Sudah ditransfer ke rekening BRI Syariah *******428
Rp. 1.000.000 Nur Adila Qibtiyah Sudah ditransfer ke rekening BRI ***********537
Rp. 100.000 Rizky Chairani Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank)
Rp. 100.000 Diah Kusumastuti Sudah ditransfer ke rekening bank Muamalat   *** *** *017
Rp. 100.000 Alfa Sudah ditransfer ke rekening BCA **** *** 041
Rp. 100.000 Waluyo Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank)
Rp. 100.000 Ahmad Budairi Sudah ditransfer ke rekening bank BTN *****-****-****349
Rp. 100.000 Rahmi Isriana Sudah ditransfer ke rekening Mandiri *** *** ****551
Rp. 100.000 Supangkat Sudah ditransfer ke rekening BRI **-****** ****502
Rp. 100.000 Muhammad Labib Naufaldi Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank)
Rp. 100.000 Irfan Mundzir Sudah ditransfer ke rekening BRI Syariah *** **** 862
Rp. 100.000 Muhamad Surya Iksanudin Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank)
Rp. 100.000 Muhammad Kridaanto (Aan Krida) Sudah ditransfer ke rekening BNI *** **** 487
Rp. 100.000 Aya Nurhayani Sudah ditransfer ke rekening BRI Syariah *** **** 862
Rp. 100.000 Taufiq Firdaus A. Atmadja Sudah ditransfer ke rekening Mandiri ***-**** *** 496
Rp. 100.000 Muhamad Surya Iksanudin Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank)
Rp. 100.000 Anifa Aydeed Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank)

 

Selanjutnya, kami tetap menunggu nomor rekening para pemenang untuk kami tunaikan kewajiban kami.

Demikian terima kasih.

 

 

a/n Panitia

 

Please like & share:

Kelengkapan Data Pengiriman Hadiah KBM3

Posted on

Rekan peserta sekalian,

Berikut disampaikan kelengkapan data pengiriman hadiah Kontes Blog Muslim Ke-3 seperti tabel di bawah ini.

Direncanakan pengiriman hadiah yang akan dikirimkan ke alamat maupun yang ditransfer ke rekening akan dilakukan selambatnya tanggal 12 April 2015.

Bagi yang belum mengirimkan info lengkap baik alamat maupun nomor rekening ditunggu sampai dengan tanggal 19 April 2015.

Demikian disampaikan.

Terima kasih.

 

ttd,

panitia

KELENGKAPAN DATA PENGIRIMAN HADIAH
KONTES BLOG MUSLIM KE-3
MORAL GENERASI MUDA SEBAGAI MODAL BANGSA
Predikat dan Penulis Email Rekening Alamat Pengiriman Telepon
Pemenang Ke-1 Atas nama: Yose Rizal Triarto OK OK OK Belum mengupdate data
Pemenang Ke-2 Atas nama: Heru Purnomo OK OK OK OK
Pemenang Ke-3 Atas nama: Nur Adila Qibtiyah OK OK OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-1 Atas nama: Rizky Chairani OK Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank) OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-2 Atas nama: Diah Kusumastuti OK OK OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-3 Atas nama: Alfasemua OK Belum mengupdate data Belum mengupdate data OK
Pemenang Hiburan Ke-4 Atas nama: Waluyo OK Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank) OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-5 Atas nama: Ahmad Budairi OK OK OK OK
Pemenang Hiburan Ke-6 Atas nama: Rahmi Isriana OK OK OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-7 Atas nama: Supangkat OK OK OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-8 Atas nama: Muhammad Labib Naufaldi OK Belum mengupdate data Belum mengupdate data Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-9 Atas nama: Almundzir OK OK OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-10 Atas nama: Muhamad Surya Iksanudin OK Belum mengupdate data OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-11 Atas nama: Aan Krida OK OK OK OK
Pemenang Hiburan Ke-12 Atas nama: Aya Nurhayani OK Belum mengupdate data OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-13 Atas nama: Taufiq Firdaus A. Atmadja OK OK OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-14 Atas nama: Muhamad Surya Iksanudin OK Belum mengupdate data OK Belum mengupdate data
Pemenang Hiburan Ke-15 Atas nama: Anifa Aydeed OK Pengisian data rekening belum lengkap (nama pemilik/ nama bank) OK Belum mengupdate data
Terbaik Ke-19 Atas nama: Yudianto OK tidak diperlukan tidak diperlukan Belum mengupdate data
Terbaik Ke-20 Atas nama: Fienprasetyo OK tidak diperlukan tidak diperlukan Belum mengupdate data

 

 

 

Please like & share:

Penilaian Akhir Kontes Blog Muslim Ke-3

Posted on Updated on

Assalammu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Peserta kontes blog muslim (KBM) yang terhormat, berikut kami umumkan daftar hasil penilaian akhir Kontes Blog Muslime Ke-3 dengan tema “Moral Generasi Muda sebagai Modal Bangsa” yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja.

Tidak lupa kami ucapkan terima kasih atas partisipasi rekan sekalian dan berikutnya kami menunggu kelengkapan data nomor rekening dan alamat tempat tinggal para pemenang sekalian di user profile web kontesblogmuslim.com ini.

Demikian disampaikan.

Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Wassalammu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

 

HASIL PENILAIAN AKHIR
KONTES BLOG MUSLIM KE-3
MORAL GENERASI MUDA SEBAGAI MODAL BANGSA
Ranking Judul Predikat Hadiah
1 ‘Urgensi Pendidikan Moral, Pendekatan Agama dan Keluarga, dan Penerapan Teknologi Informasi Tepat Guna Sebagai Upaya Mengatasi Dekadensi Moral Generasi Muda Indonesia’ Penulis: Yose Rizal Triarto Pemenang Ke-1 Hadiah dana Rp. 1.500.000 + Satu buah handphone Android JellyBean senilai Rp. 1.500.000 dari Negakom + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
2 ‘Penyimpangan Moral Remaja, Penyebab, dan Solusinya’ Penulis: Heru Purnomo Pemenang Ke-2 Hadiah dana Rp. 1.250.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
3 ‘Pre-MiLa (Tradisi Perempuan Meminang Laki-Laki) sebagai Upaya Revitalisasi Akhlaq Generasi Perempuan Indonesia’ Penulis: Nur Adila Qibtiyah Pemenang Ke-3 Hadiah dana Rp. 1.000.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
4 ‘Pemuda Antara Kenyataan dan Harapan: Perilaku Kerusakan Moral Pemuda Masa Kini’ Penulis: Rizky Chairani Pemenang Hiburan Ke-1 Hadiah dana Rp. 100.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
5 ‘Penguatan Keluarga Sebagai Pondasi Perbaikan Moral Generasi Muda’ Penulis: Diah Kusumastuti Pemenang Hiburan Ke-2 Hadiah dana Rp. 100.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
6 ‘Moral Remaja Sekarang dan Islam’ Penulis: Alfasemua Pemenang Hiburan Ke-3 Hadiah dana Rp. 100.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
7 ‘Dibilang Moralnya Merosot, Inilah Pendapat Saya Sebagai Salah Satu Pemuda Yang Kecanduan Internet’ Penulis: Waluyo Pemenang Hiburan Ke-4 Hadiah dana Rp. 100.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
8 ‘Tawaran Revolusi Kurikulum Pendidikan “Pesantren Friendly”’ Penulis: Ahmad Budairi Pemenang Hiburan Ke-5 Hadiah dana Rp. 100.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
9 ‘Pemakluman Lingkungan yang ‘ Kebablasan’’ Penulis: Rahmi Isriana Pemenang Hiburan Ke-6 Hadiah dana Rp. 100.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
10 ‘Kita Yang Berantas Mereka, Atau Mereka yang Akan Binasakan Kita!’ Penulis: Supangkat Pemenang Hiburan Ke-7 Hadiah dana Rp. 100.000 + Al Qur’an Ekslusif dari Negakom + T-shirt menarik dari Wonderful Indonesia + sertifikat
11 ‘Generasi Lintas Zaman Miskin Perlindungan’ Penulis: Muhammad Labib Naufaldi Pemenang Hiburan Ke-8 Hadiah dana Rp. 100.000 + sertifikat
12 ‘Apakah Kita Masih Berhenti untuk Peduli ?’ Penulis: Almundzir Pemenang Hiburan Ke-9 Hadiah dana Rp. 100.000 + sertifikat
13 ‘Jangan Salahkan Kami Jika Moral Kami Bejad’ Penulis: Muhamad Surya Iksanudin Pemenang Hiburan Ke-10 Hadiah dana Rp. 100.000 + sertifikat
14 ‘Dekadensi Moral di Kalangan Generasi Muda’ Penulis: Aan Krida Pemenang Hiburan Ke-11 Hadiah dana Rp. 100.000 + sertifikat
15 ‘Ketika aku ditanya ‘masih gadis-kah, kamu ?’’ Penulis: Aya Nurhayani Pemenang Hiburan Ke-12 Hadiah dana Rp. 100.000 + sertifikat
16 ‘Moral Orangtua, Moral Anak: Bagaimana Mengurangi Dampak Broken Home?’ Penulis: Taufiq Firdaus A. Atmadja Pemenang Hiburan Ke-13 Hadiah dana Rp. 100.000 + sertifikat
17 ‘Peran Televisi Dalam Mendegradasi Moral Penerus Bangsa’ Penulis: Muhamad Surya Iksanudin Pemenang Hiburan Ke-14 Hadiah dana Rp. 100.000 + sertifikat
18 ‘Moral Generasi Bangsa yang Semakin Memprihatinkan’ Penulis: Anifa Aydeed Pemenang Hiburan Ke-15 Hadiah dana Rp. 100.000 + sertifikat
19 ‘Generasi Muda Di Lingkaran Dekadensi Moral’ Penulis: Yudianto Terbaik Ke-19 Sertifikat
20 ‘Multiperan Orangtua sebagai Central Lock bagi Remaja’ Penulis: Fien Prasetyo Terbaik Ke-20 Sertifikat

 

 

 

 

 

Please like & share:

Nominator 10 Karya Terbaik Kontes Blog Muslim Ke-3

Posted on Updated on

Pengumuman Nominator 10 Karya Terbaik

Kontes Blog Muslim Ke-3

DAFTAR KARYA KONTES BLOG MUSLIM KE-3
Kandidat 10 Karya Terbaik
No Urut Judul Tanggal Terbit Penulis
1 Moral Remaja Sekarang dan Islam 11-Dec-14 alfasemua
2 Tawaran Revolusi Kurikulum Pendidikan “Pesantren Friendly” 28-Dec-14 Ahmad Budairi
3 Penyimpangan Moral Remaja, Penyebab, dan Solusinya 04-Jan-15 herupurnomo
4 Pre-MiLa (Tradisi Perempuan Meminang Laki-Laki) sebagai Upaya Revitalisasi Akhlaq Generasi Perempuan Indonesia 14-Jan-15 Nur Adila Qibtiyah
5 Pemuda Antara Kenyataan dan Harapan: Perilaku Kerusakan Moral Pemuda Masa Kini 14-Jan-15 Rizky Chairani
6 Urgensi Pendidikan Moral, Pendekatan Agama dan Keluarga, dan Penerapan Teknologi Informasi Tepat Guna Sebagai Upaya Mengatasi Dekadensi Moral Generasi Muda Indonesia 16-Jan-15 Yose Rizal Triarto
7 Dibilang Moralnya Merosot, Inilah Pendapat Saya Sebagai Salah Satu Pemuda Yang Kecanduan Internet 16-Jan-15 waluyo
8 Pemakluman Lingkungan yang ‘ Kebablasan’ 20-Jan-15 Rahmi Isriana
9 Penguatan Keluarga Sebagai Pondasi Perbaikan Moral Generasi Muda 21-Jan-15 Diah Kusumastuti
10 Kita Yang Berantas Mereka, Atau Mereka yang Akan Binasakan Kita! 21-Jan-15 supangkat

 

 

Please like & share:

Karya Kontes Blog Muslim Ke-3 Lolos Seleksi II

Posted on

Berikut adalah karya Kontes Blog Muslim Ke-3 yang lolos seleksi ke-2.

Selamat kepada para peserta, semoga lolos ke 10 besar.

DAFTAR KARYA KONTES BLOG MUSLIM KE-3
LOLOS SELEKSI II
No Urut Judul Tanggal Terbit Penulis
1 Moral Remaja Sekarang dan Islam 11-Dec-14 alfasemua
2 Pendidikanku Menentukan Masa Depanku 20-Dec-14 Ficri Pebriyana
3 Moral “Amburadul” Penerus Bangsa, Siapa Salah? 20-Dec-14 murodininfo
4 Moral Orangtua, Moral Anak: Bagaimana Mengurangi Dampak Broken Home? 20-Dec-14 Taufiq Firdaus A. Atmadja
5 Ketika aku ditanya ‘masih gadis-kah, kamu ?’ 20-Dec-14 aya nurhayani
6 Tawaran Revolusi Kurikulum Pendidikan “Pesantren Friendly” 28-Dec-14 Ahmad Budairi
7 Jangan Salahkan Kami Jika Moral Kami Bejad 30-Dec-14 Muhamad Surya Iksanudin
8 Apakah Kita Masih Berhenti untuk Peduli ? 01-Jan-15 almundzir
9 Waspada Terhadap Kerusakan Moral Remaja dan Pemuda 01-Jan-15 Casmudi
10 Tak Hanya ‘Mereka’ yang Salah 02-Jan-15 setyani
11 6 Tips Orang Tua Dalam Membentuk Akhlak Mulia Anak 03-Jan-15 Amir7
12 Penyimpangan Moral Remaja, Penyebab, dan Solusinya 04-Jan-15 herupurnomo
13 Peran Televisi Dalam Mendegradasi Moral Penerus Bangsa 05-Jan-15 Muhamad Surya Iksanudin
14 Dekadensi Moral di Kalangan Generasi Muda 13-Jan-15 Aan Krida
15 Pemuda Antara Kenyataan dan Harapan: Perilaku Kerusakan Moral Pemuda Masa Kini 14-Jan-15 Rizky Chairani
16 Pre-MiLa (Tradisi Perempuan Meminang Laki-Laki) sebagai Upaya Revitalisasi Akhlaq Generasi Perempuan Indonesia 14-Jan-15 Nur Adila Qibtiyah
17 Pesan Cinta Untuk Generasi Muda Indonesia 15-Jan-15 Anggi
18 Multiperan Orangtua sebagai Central Lock bagi Remaja 15-Jan-15 fienprasetyo
19 Dibilang Moralnya Merosot, Inilah Pendapat Saya Sebagai Salah Satu Pemuda Yang Kecanduan Internet 16-Jan-15 waluyo
20 Urgensi Pendidikan Moral, Pendekatan Agama dan Keluarga, dan Penerapan Teknologi Informasi Tepat Guna Sebagai Upaya Mengatasi Dekadensi Moral Generasi Muda Indonesia 16-Jan-15 Yose Rizal Triarto
21 Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati 16-Jan-15 andri saptono
22 Pemakluman Lingkungan yang ‘ Kebablasan’ 20-Jan-15 Rahmi Isriana
23 Degradasi Moral Remaja sebagai Penerus Bangsa 21-Jan-15 diana
24 Kita Yang Berantas Mereka, Atau Mereka yang Akan Binasakan Kita! 21-Jan-15 supangkat
25 Supermen: Langkah Strategis untuk Membentuk Moral Generasi Muda yang Tanggung Sekaligus untuk Meningkatkan Eksistensi Kader Dakwah Islam Di Era Globalisasi 21-Jan-15 Ramlan Setiawan
26 Moral Generasi Bangsa yang Semakin Memprihatinkan 21-Jan-15 Anifa Aydeed
27 Enggan Belajar Berujung Kerusakan 21-Jan-15 hafid ridho
28 Generasi Lintas Zaman Miskin Perlindungan 21-Jan-15 Muhammad Labib Naufaldi
29 Penguatan Keluarga Sebagai Pondasi Perbaikan Moral Generasi Muda 21-Jan-15 Diah Kusumastuti
30 Generasi Muda Di Lingkaran Dekadensi Moral 21-Jan-15 Yudianto

 

 

Please like & share:

Daftar Karya Peserta Lolos Seleksi I KBM3

Posted on

Berikut adalah daftar karya peserta lolos seleksi I

Kontes Blog Muslim Ke-3

“Moral Generasi Muda sebagai Modal Bangsa”

banner1493344094692194115_o

DAFTAR KARYA KONTES BLOG MUSLIM KE-3
LOLOS SELEKSI I
NO Judul Tanggal Terbit Penulis
1 Moral Remaja Sekarang dan Islam 11-Dec-14 Alfasemua
2 Pendidikanku Menentukan Masa Depanku 20-Dec-14 Ficri Pebriyana
3 Ketergantungan Pembentukan Karakter dan Moral Anak terhadap Lingkungan Keluarga 20-Dec-14 Tika Pohan
4 Moral “Amburadul” Penerus Bangsa, Siapa Salah? 20-Dec-14 Murodininfo
5 Moral Orangtua, Moral Anak: Bagaimana Mengurangi Dampak Broken Home? 20-Dec-14 Taufiq Firdaus A. Atmadja
6 Krisis Moral Pemuda Awal Kehancuran Bangsa 20-Dec-14 Aep Saefulloh
7 Mari Wujudkan Generasi Muda yang Bermoral dan Berkualitas 20-Dec-14 Rismawati
8 Ketika aku ditanya ‘masih gadis-kah, kamu ?’ 20-Dec-14 Aya Nurhayani
9 Sungguh Aneh Pemuda Di Negeriku Ini 28-Dec-14 Asis Muslim
10 Tawaran Revolusi Kurikulum Pendidikan “Pesantren Friendly” 28-Dec-14 Ahmad Budairi
11 Jangan Salahkan Kami Jika Moral Kami Bejad 30-Dec-14 Muhamad Surya Iksanudin
12 Apakah Kita Masih Berhenti untuk Peduli ? 01-Jan-15 Almundzir
13 Waspada Terhadap Kerusakan Moral Remaja dan Pemuda 01-Jan-15 Casmudi
14 Duh, Para Remajaku Kini 01-Jan-15 Nisameiah
15 Ini Tanggung Jawab Kita 01-Jan-15 Andri Imanudin
16 Tak Hanya ‘Mereka’ yang Salah 02-Jan-15 Setyani
17 Untuk Wanita 02-Jan-15 Anwar Khoiri
18 6 Tips Orang Tua Dalam Membentuk Akhlak Mulia Anak 03-Jan-15 Amir7
19 Bapak Tolong Sejenak Perhatikan Kami 03-Jan-15 Andri Imanudin
20 Penyalahgunaan Teknologi 03-Jan-15 Anwar Khoiri
21 Penyimpangan Moral Remaja, Penyebab, dan Solusinya 04-Jan-15 Herupurnomo
22 Peran Televisi Dalam Mendegradasi Moral Penerus Bangsa 05-Jan-15 Muhamad Surya Iksanudin
23 Dekadensi Moral di Kalangan Generasi Muda 13-Jan-15 Aan Krida
24 Pemuda Antara Kenyataan dan Harapan: Perilaku Kerusakan Moral Pemuda Masa Kini 14-Jan-15 Rizky Chairani
25 Tambal Pengeroposan Moral 14-Jan-15 Trenggana
26 Bukan Mereka Yang Salah 14-Jan-15 Misbahul28
27 Adik-Adikku Kembalilah Ke Jalan-NYA 14-Jan-15 Esa Dynasty Alamsari
28 Pre-MiLa (Tradisi Perempuan Meminang Laki-Laki) sebagai Upaya Revitalisasi Akhlaq Generasi Perempuan Indonesia 14-Jan-15 Nur Adila Qibtiyah
29 Selamatkan, Remaja Muslim Kita! 14-Jan-15 DianaRK
30 Pesan Cinta Untuk Generasi Muda Indonesia 15-Jan-15 Anggi
31 Multiperan Orangtua sebagai Central Lock bagi Remaja 15-Jan-15 Fienprasetyo
32 Moral Itu Penting! 16-Jan-15 Leealia
33 Dibilang Moralnya Merosot, Inilah Pendapat Saya Sebagai Salah Satu Pemuda Yang Kecanduan Internet 16-Jan-15 Waluyo
34 Urgensi Pendidikan Moral, Pendekatan Agama dan Keluarga, dan Penerapan Teknologi Informasi Tepat Guna Sebagai Upaya Mengatasi Dekadensi Moral Generasi Muda Indonesia 16-Jan-15 Yose Rizal Triarto
35 Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati 16-Jan-15 Andri Saptono
36 Moral = Kompetensi 17-Jan-15 TyasetaR
37 Potret Moral Generasi Muda Bangsa Kita 18-Jan-15 Mufti86
38 Perilaku Pacaran Remaja yang “Mengkhawatirkan” 18-Jan-15 Mutmainah Nisaul
39 Upaya dalam Mendidik Anak Sebagai Wujud Perbaikan Moral Demi Penerus Bangsa 18-Jan-15 Newiputri
40 Mahasiswa Ujung Tombak Bangsa 18-Jan-15 Suryani Palamui
41 Moral Bangsa Cerminan Bangsa 19-Jan-15 Hijri Pridya
42 Sebarkan Virus STW Untuk Membenahi Moral Bangsa 19-Jan-15 Bagas Adji Prabowo
43 Saatnya Buka Mata, Hati dan Telinga Generasi Muda! 19-Jan-15 Luluakasa
44 Pendidikan Islam, Guru dan Perilaku Remaja Saat Ini 19-Jan-15 Diah Prita
45 Kerusakan Moral Remaja Sangat Merajalela 19-Jan-15 Nissa
46 Pemakluman Lingkungan yang ‘ Kebablasan’ 20-Jan-15 Rahmi Isriana
47 Penonton yang ‘baik’? Monoton 21-Jan-15 Ami Kurnia Dayanti
48 Moral Pemuda 21-Jan-15 Edi Supena
49 Degradasi Moral Remaja sebagai Penerus Bangsa 21-Jan-15 Diana
50 Kita Yang Berantas Mereka, Atau Mereka yang Akan Binasakan Kita! 21-Jan-15 supangkat
51 Perlunya Keseimbangan IPTEK dan IMTAQ 21-Jan-15 Chessandy Rilisa
52 Moral Positif: Modal Pemuda untuk Bangun Bangsa 21-Jan-15 Sakura Meme
53 Moral Generasi Bangsa yang Semakin Memprihatinkan 21-Jan-15 Anifa Aydeed
54 Anak Muda Sekitar Kita 21-Jan-15 Inda Chakim
55 Perawan: Mama Aku Hamil, Salah Siapa? 21-Jan-15 Surya Jatmika
56 Wanita: Dihormati atau Disenangi 21-Jan-15 Surya Jatmika
57 Remaja Vs Pemuda 21-Jan-15 Tina Sri Hartati
58 Supermen: Langkah Strategis untuk Membentuk Moral Generasi Muda yang Tanggung Sekaligus untuk Meningkatkan Eksistensi Kader Dakwah Islam Di Era Globalisasi 21-Jan-15 Ramlan Setiawan
59 Enggan Belajar Berujung Kerusakan 21-Jan-15 Hafid Ridho
60 Sinergisitas Peran Dalam Perbaikan Moral Generasi Bangsa 21-Jan-15 YFRijal
61 Kenali Technology Gap Antara Anak dan Orang Tua 21-Jan-15 Wijayanti13
62 Generasi Lintas Zaman Miskin Perlindungan 21-Jan-15 Muhammad Labib Naufaldi
63 Amar Ma’ruf Nahi Munkar Tidak dengan “Membombardir Batin” Seseorang 21-Jan-15 Tina Sri Hartati
64 Penguatan Keluarga Sebagai Pondasi Perbaikan Moral Generasi Muda 21-Jan-15 Diah Kusumastuti
65 Gadget dan Perbaikan Moral Kawula Muda Bangsa 21-Jan-15 YFRijal
66 Mendidik Pemuda Ala Pesantren 21-Jan-15 Maltuf
67 Revolusi Mental Generasi Muda Indonesia 21-Jan-15 Hanifah Al-Huda
68 Masa Muda Masa yang Berapi-api 21-Jan-15 Agusmulyani20
69 Antara Fashion, Pergaulan, dan Medsos 21-Jan-15 Lin Indah Hidayati
70 Generasi Muda Di Lingkaran Dekadensi Moral 21-Jan-15 Yudianto

 

Didukung oleh:

 

Negakom  negakomSiomay Aisha siomay aisha  | Indonesia Travel logo wonderful indonesia

 

Please like & share:

Selamat Mensosialisasikan Karya KBM3 Anda!

Posted on Updated on

Assalammu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

 

Alhamdulillah, kontes blog muslim yang ke-3 (KBM3) telah diikuti oleh 79 materi tulisan dengan tema “Moral Generasi Muda sebagai Modal Bangsa” dengan rata-rata tulisan yang sangat menarik bagi pembacanya.

Sebagaimana jadwal kontes ini, kami persilakan tulisan tersebut untuk disosialisasikan ke media sosial seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain yang terdapat pada menu social-media di tiap halaman tulisan.

Selamat mensosilisasikan.

Semoga sukses dan tulisan Anda dapat menjadi petunjuk untuk keperihatinan atas moral generasi muda saat ini.

Terima kasih.

 

Please like & share:

[Karya KBM3] Penonton yang ‘baik’? Monoton

Posted on Updated on

Penonton ‘yang Baik’? Monoton.

Ami Kurnia Dayanti~ (Amikurnia18@gmail.com)

“Berpangkuh tangan atau turun tangan? Menjadi penonton atau pemain? Pilihanmu, menentukan hidupmu. Sebelum, hidupmu ditentukan oleh pilihan yang ada.

Bergerak atau tergantikan, itu harga matinya.”

Wahai para pemuda generasi mendatang, sadarkah bahwa kita tengah dijajah dengan cara halus namun menusuk? Karena sejatinya kejahatan terstruktur akan mengalahkan kebaikan yang ada.

Dewasa ini selera dan trend kaula muda bergeser menuju budaya barat. Tak menampik, perubahan ini pun juga nampak secara fisik ataupun psikis dan mental generasi muda. Mulai dari gaya berpakaian, cara bertutur sapa dan pola pikir yang sedikit-demi-sedikit berbau budaya barat. Menjamurnya trend ala korea pun juga mengambil sebagian peran dalam berbusana. Wanita yang sebaiknya terbalut busana panjang, longgar dan tebal –nontransparan, kini bak patung yang tengah dipertontonkan pada khalayak umum dengan baju minim bahan. Pria pun tak ketinggalan, alih-alih bergaya mengikuti trend, yang ada malah bergaya sesukanya dan cenderung urakan, tidak tertata rapih.

Contoh kasusnya banyak disekitar kita, banyak wanita pun dengan pria menggunakan pakaian ala barat atau menggunakan pakaian yang mirip dengan idolanya yang marak dijual di online shop, pria bertindik, wanita menggunakan celana pendek atau ketat, seperti berubahah menjadi hal yang lumrah. Inikah peran pemuda bangsa sebagai agent of change? Inikah perubahan yang dimaksud disini?

Modernisasi memang harus! Mengikuti mobilitas global yang semakin merambah itu kebutuhan. Tak ada yang melarang. Namun, seberapa kuat saringan yang ada dalam diri kita? Itulah pertanyaannya. Sebagai generasi muda, banyak yang hanya mengikuti trend ke-kini-an tanpa mengolah info yang ada. Seperti anak kecil yang selalu ‘disuapin’ ketika hendak makan. Haus akan informasi itu memang bagus, dan harus. Itulah gunanya pemuda bangsa, haus akan informasi dan ide-ide kreatif baru, kemudian menciptakan sebuah karya, itulah peran pemuda sebagai agen perubahan.

Banyak dari anak muda kini hanya menjadi penonton yang baik, duduk manis dipinggir lapangan dan menggerutui apa yang terjadi dalam area pertandingan. Sementara mereka-mereka yang terjun dilapangan membuat gebrakan-gebrakan yang mengejutkan bagi si-penonton. Haruskah selalu anak muda hanya diam dan menunggu perubahan yang terjadi tanpa melakukan apapun? Ketika hasil telah tercetak haruskan anak muda selalu menikmatinya saja tanpa ada upaya merubah?

Trend memang banyak bergeser, namun jiwa menjadi pemain tidaklah boleh surut dengan gerusan ombak globalisasi. Peran pemuda muslim yang nyata, membuat perubahan berarti, berkualitas. Karena menjadi penonton yang baik itu tidaklah baik. Peran pemerintah, instansi terkait dan juga stakeholder lainnya dibutuhkan disini. Jika banyak kaula muda yang mengganti cara berbusananya, maka keluarkan trend baru yang islami, ciptakan, cetak generasi rabbani minimal dengan busananya terlebih dahulu. Jangan hanya menikmati trend busana saat ini, tapi ambil bagian didalamnya, buat perubahan dengan ikut menciptakan trend yang lebih relevan dengan budaya islam. Kembangkan ide-ide kreatif yang fresh dengan busana islami, pengembangannya dapat dilakukan dengan menjual baju-baju tersebut dengan online, pemerintah pun sebaiknya juga ikut membantu dengan memberikan batasan produk-produk yang boleh dipasarkan, luncurkan produk kreatif yang modis namun islamis, seperti hijab modern namun tetap syar’i.

Kreatif adalah tuntutan kini, terlebih kita tengah memasuki era baru di tahun 2015 ini, ada MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Dimana benih benih kreatifitas dari anak muda sangat diperlukan untuk ikut bersaing dalam MEA, bukan hanya duduk manis menjadi penonton dan menikmati karya orang lain. Minimal, menggunakan karya sendiri untuk diri sendiri, menggunakan produk dalam negeri dan mencintainya.

Masuknya budaya barat, korea dan sebagainya memang lebih kurang telah merubah tatanan berbusana yang sudah ada. Namun, dari sana kita bisa mengembangkannya dengan ide kreatif, kita bisa menginovasikannya menjadi lebih agamis dan layak dikenakan. Bila generasi muda punya banyak ide-ide unik seperti membuat rok non transparan, rok bolak-balik, baju panjang bolak-balik, kerudung tebal dan panjang yang juga bolak-balik, kerudung penuh motif dengan warna cerah untuk menarik minat berhijab, maka ide-ide inilah yang harus dikembangkan. Dukungan dari semua pihak agar kaum muda pun mampu berkarya dan mandiri dengan menghasilkan uang sendiri dari produk-produk yang mereka ciptakan ini sangat dibutuhkan.

Pemerintah pusat atau daerah bisa ikut berpartsisipasi dengan menyediakan pasar khusus busana islami dengan syarat pemilik merupakan kaum muda yang masih produktif seperti pelajar atau mahasiswa dengan harga sewa toko yang cukup murah untuk menyokong perekonomian kaum muda. Stakeholder seperti lembaga-lembaga sosial atau instansi terkait pun mampu membantu dengan mengadakan acara-acara pertemuan kaum muda untuk saling bertemu dan bertukar ide, diskusi kecil dengan tema-tema islami terkini yang diangkat. Pameran-pameran busana islami pun juga dapat dijadikan solusi inovatif dalam menarik minat masyarakat terhadap busana islami. Kerja sama pemerintah-instansi-pemuda dalam menyelenggarakan ‘bulan busana islami’ di departement store di Indonesia dapat dijadikan tumpuan dalam memperkenalkan karya pemuda kepada masyarakat. Kerja sama pemerintah-instansi-pemuda lainnya dalam menyokong ekspansi penggunaan produk busana islami modern ini sa;ah satunya dengan mengadakan siaran tentang produk islami yang tengah trend saat ini di televisi, ataupun media elektronik lainnya, pun juga dengan media cetak seperti koran atau majalah juga dapat dibuatkan kolam khusus tentang busana islami trendi yang tengah populer.

Solusi solutif lainnya dalam memasyarakatkan busana islamis namun modern kepada masyarakat adalah dengan pengembangan sistem online shop yang kini banyak dipilih pemuda dalam mempromosikan produknya, dibuat sistem online shop utama untuk promo produk busana islami, dengan target pasar minimal untuk remaja -penduduk lokal. Islam Cloth Corner dalam mall atau departement store seluruh Indonesia bila mampu terapkan akan meningkatkan nama busana islami yang kini tengah tergerus arus globalisasi. Pembuatan desa islamis, dimana merupakan perkumpulan penduduk yang produktif dalam menghasilkan busana islami layaknya kampung inggris di Pare.

Apabila pemuda telah produktif, salah satunya dengan menciptakan karya-karya busana islamis modern. Produk-produk kreatif pemuda ini yang masih banyak dirintis pada level home industry, sedikit-sedikit akan meningkatkan devisa bagi negara. Lokalisasi karya busana islamis yang terus gencar dilakukan, penggunaan media sosial dalam mengencangkan publikasi produk dapat merambah ke Nasional pemasaran produknya. Terlebih saat ini sudah memasuki era baru, dengan MEA, seakan tidak ada sekat atau batasan-batasan antar negara, publikasi di internet merupakan senjata utama. Apabila produk-produk lokal pemuda sudah kuat, maka insyaAllah pemuda akan siap bersaing dalam MEA 2015. Pemuda Indonesia bukan lagi hanya seorang penonton yang baik, namun menjadi pemain yang baik dalam MEA 2015 dengan memperkenalkan produk lokal busana islami yang modern dan trendi karya pemuda bangsa. Tetap syar’i namun mampu tampil modern.

Hidup Indoensia ku! Majulah, bergeraklah wahai generasi Rabbani!

 

 

www.muslimedianews.com

www.cyberdakwah.com

www.piss-ktb.com

Please like & share:

[Karya KBM3] MORAL PEMUDA

Posted on Updated on

PEMUDA PEMINUM

Pada suatu hari di kota tempat tinggal saya terjadi malapetaka yang menghebohkan dunia ini yaitu banyaknya korban akibat minuman keras yang namanya oplosan,padahal sudah jelas sekali bahwa minuman oplosan sangat berbahaya sekali tetapi para pemuda di kota saya itu tidak terpengaruh dengan pemberitaan yang ada di televisi, surat kabar atau koran yang memperlihatkan banyaknya jiwa melayang akibat minuman oplosan di kota-kota lain tersebut.Hingga suatu hari terjadilah apa yang di khawatirkan bapak-bapak dan ibu-ibu serta para pemuda mesjid yang disebut dengan IRMA ( Ikatan Remaja Mesjid) adanya korban berjatuhan karena minuman keras oplosan, pemuda di kota saya tersebut apabila ada kumpul-kumpul dan ada salah satu pemuda yang suka mabuk pasti si pemuda suka mabuk itu menantang dan mengajak siapa saja yang kumpul untuk dia adu siapa yang kuat minumnya lebih banyak yang akan menang,ada lagi apabila lagi galau atau lagi ada masalah pasti larinya ke mium-minuman keras,ada yang karena terpengaruh sama pergaulan dilingkungannya,ada karena gengsi ingin dihargai oleh pemuda lainnya dan ada yang karena tidak ada kegiatan pemuda-pemuda itu minum-minuman keras banyak sekali faktor para pemuda minum-minuman keras,memang banyak jenis minuman keras sejak dulu tetapi yang namaya minuman oplosan yang sekarang ini banyak beredar.
Para pemuda mesjid yaitu IRMA (Ikatan Remaja Mesjid ) sekarang ini perlu lebih diaktifkan kembali,diberdayakan kembali,diperbanyak kegiatannya baik kegiatan dakwah maupun kegiatan kerohanian lainnya.Dibentuknya IRMA ini agar dapat mengajak para pemuda yang baik maupun yang rusak moralnya. baik yang rusak moralnya karena minuman keras maupun kerusakan moral lainnya karena kebebasan pacaran sehingga terjadinya pergaulan bebas.Jadi peran serta IRMA ini sangat penting.
Upaya pemerintah setempat di kota saya juga sangat aktif dibidang keagamaan ini untuk memperbaki kerusakan moral seperti malapetaka banyak korban akibat minuman oplosan.Peran pemerintah dalam bidang keagamaan untuk umat islam yaitu mematikan televisi diwaktu sholat magrib,dianjurkan kepada anak-anak dan bapak-bapak untuk ke mesjid untuk kegiatan mengaji Al-Qur’an, memberikan hadiah hadiah umroh bagi yang ngaji al-qur’an khatam saru bulan dan program yang lainnya.
Begitu kerusakan moral pemuda di kota saya akibat minuman keras, banyak sekali kerusakan moral tetapi yang heboh ini yaitu akibat minuman keras dengan banyaknya korban.padahal minum-monuman keras itu haram, dan banyak dampak lainnya akibat minuman keras, ada terjadi pemerkosaan karena pemerkosa tersebut minum0minuman keras sebelum melakukan pemerkosaan, ada yang jadi penjambret karena ingin minum-minuman keras dan kerusakan-kerusakan lainnya akibat dari minuman keras.
Semoga kedepan kita semua menjauh dari yang namanya minuman keras dan semoga pemuda-pemudi negara ini terbebas dari minuman keras.
www.muslimedianews.com www.cyberdakwah.com www.piss-ktb.com

S-e-l-e-s-a-i

Please like & share:

[Karya KBM3] Degradasi Moral Remaja sebagai Penerus Bangsa

Posted on Updated on

DEGRADASI MORAL REMAJA SEBAGAI PENERUS BANGSA

Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi,tubuh,minat,pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. (Hurlock,1998)

Sesuai keterangan Hurlock yang di kutip dari http://konselingpejambon.blogspot.com/2012/10/agenda-kegiatan-pik-r-tentang-miras-dan.html masa remaja merupakan masa transisi yaitu suatu fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa kedewasaan yang matang. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan  ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988)di kutip dari http://guru-degradasimoralpemudasaatini.blogspot.com/.  Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Pada kisaran usia ini banyak orang yang mengatakan para remaja ini mengalami masa-masa “Labil”, kelabilan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi remaja ini di tandai dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang masih belum bisa di jawab secara rasional oleh diri mereka sendiri. Memang pada dasarnya pertanyaan-pertanyaan yang muncul secara alamiah terkadang sering sekali mengganggu kehidupan kita sebagai remaja pemula, bahkan saya sendiri sewaktu duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama juga pernah merasa terganggu dengan pertanyaan yang secara autodidak muncul begitu saja, pertanyaan saya cukup klasik pada waktu itu yaitu tentang “siapa sebenarnya diriku ini dan apa tujuanku hidup di dunia ini ?” dan guru psikologi saya waktu itu menjawab dengan singkat “hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaanmu itu.” Jawaban itu sentak membuat saya merasa bingung dan tak bisa saya terima dengan akal sehat, bagi saya mana mungkin  menunggu jawaban yang belum pasti, saya ingin jawaban yang pasti dan sesuai dengan keinginan hati saya.

Sama  halnya dengan  remaja-remaja lain pada umumnya, mereka memiliki keinginan yang kuat untuk mengetahui jawaban yang pasti dan akan merasa tertantang apabila mereka di hadapkan oleh sesuatu yang baru. “ingin coba-coba” merupakan suatu bentuk pembuktian dari adanya rasa keingintahuan kuat akan jawaban terhadap pertanyaan yang telah menyelubungi diri mereka.

Kata “ingin coba-coba” terkesan memberikan nilai negative oleh kebanyakan orang terutama bagi remaja itu sendiri,  apabila  terlanjur melakukannya mereka dapat terjebak dan terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan. Keingintahuan yang di dasari dengan kata “coba-coba” inilah yang sering kali memperkenalkan para remaja yang biasa di sebut sebagai anak ABG  (Anak Baru Gedhe) ini mengikuti tindakan dan perbuatan teman atau orang lain yang tidak layak untuk di jadikan contoh dan panutan bagi diri mereka.

Sejatinya dapat lah kita lihat fenomena-fenomena ganjal yang sering terungkap pada sebuah media massa maupun social yang memperlihatkan penyimpangan-penyimpangan social yang sering di lakukan oleh para remaja di era globalisasi ini, dari perbuatan yang masih bisa di maklumi sampai perbuatan criminal yang  melanggar hokum agama dan Negara. Perbuatan yang masih dapat di maklumi oleh sebagian orang  Seperti halnya membolos sekolah, dan kebut-kebutan di jalan raya sementara perbuatan yang melanggar norma sampai di luar batas kewajaran masyarakat seperti : menonton video porno, melakukan hubungan pra nikah atau free sex, paccaran yang berlebihan,penyalagunaan narkotika, tawuran dan membentuk kelompok geng motor.

Saat di Tanya apa yang melatar belakangi para remaja melakukan tindakan yang kurang beretika di mata masyarakat di era globalisasi semacam ini?

Banyak faktor yang melatarbelakangi kemerosotan moral remaja di zaman modern seperti sekarang ini. Seperti halnya:

  1. Factor Internal
  2. Psikologi Pribadi

 

mental remaja yang masih tergolong labil yang didukung keingintahuan yang kuat, maka biasanya mereka cenderung melakukan apa saja tanpa mempertimbangkan akibat yang akan ditimbulkan. Contoh nyata dari kasus ini adalah minum-minuman beralkohol dan pemakaian obat-obatan terlarang atau Narkotika, kebanyakan remaja mengira dengan meminum alkohol dan Narkotika dapat memberikan sensasi yang berbeda, saat mengkonsumsinya tubuh akan terasa ringan,rileks dan nyaman seketika. Tanpa mereka tau secara pasti pengaruh buruk yang telah di dapatkan setelah mengkonsumsi dua racun mematikan itu. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.  Sedangkan Menurut Smith & Anderson (dalam Fagan,2006),  kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:

 

  1. Keluarga

Rasulullah bersabda:

  1. عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

 

Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan firah. Maka bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi, atau nasrani, atau majusi (HR. Bukhori).

Orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan akhlak dan perilaku anaknya. Yahudi atau Nasrani anaknya tergantung dari orang tuanya, pembinaan dari orang tua adalah factor terpenting dalam memperbaiki dan membentuk generasi yang baik.Begitupun dengan kerusakan moral pada remaja juga tidak terlepas dari kondisi dan suasana keluarga. Keadaan keluarga yang carut-marut dapat memberikan pengaruh yang sangat negatif bagi anak yang sedang/sudah menginjak masa remaja. Karena, ketika mereka tidak merasakan ketenangan dan kedamaian dalam lingkungan keluarganya sendiri, mereka akan mencarinya ditempat lain. Sebagai contoh; pertengkaran antara ayah dan ibu yang terjadi, secara otomatis akan memberikan pelajaran kekerasan kepada seorang anak. Bukan hanya itu, kesibukan orang tua yang sangat padat sehingga tidak ada waktu untuk mendidik anak adalah juga merupakan faktor penyebab moral anaknya bejat.

 

 

Factor Eksternal

  1. Lingkungan Masyarakat

Kondisi lingkungan masyarakat juga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter moral generasi muda. Pertumbuhan remaja tidak akan jauh dari warna lingkungan tempat dia hidup dan berkembang. Pepatah arab mengatakan “al insan ibnu biatihi”. Lingkungan yang sudah penuh dengan tindakan-tindakan amoral, secara otomatis akan melahirkan generasi yang durjana. Karena lingkungan adalah  suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang mempunyai peran yang lebih kompleks dan riil.

Pengaruh lingkungan memberikan porsi tersendiri terhadap pola tingkah laku remaja, meskipun tidak serta merta  secara total langsung merubah perilakunya akan tetapi lambat laun pola tingkah laku remaja akan terbawa arus lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh dalam sebuah lingkungan masyarakatnya suka pergi ke klub malam atau diskotik dengan pakaian yang minim dan kurang beretika

  1. Teman Pergaulan

Perilaku seseorang tidak akan jauh dari teman pergaulannya. Pepatah arab mengatakan, yang artinya: ” dekat penjual minyak wangi, akan ikut bau wangi, sedangkan dekat pandai besi akan ikut bau asap”. Menurut beberapa psikolog, remaja itu cenderung hidup berkelompok (geng) dan selalu ingin diakui identitas kelompoknya di mata orang lain. Oleh sebab itu, sikap perilaku yang muncul diantara mereka itu sulit untuk dilihat perbedaannya. Tidak sedikit para remaja yang terjerumus ke dunia hitam, karena pengaruh teman pergaulannya. Karena takut dikucilkan dari kelompok/gengnya, maka seorang remaja cenderung menurut saja dengan segala tindak-tanduk yang sudah menjadi konsensus anggota geng tanpa berfikir lagi plus-minusnya. (dikutip dari: http://rururudididi.blogspot.com/ dan olahan pemikiran penulis )

Terkadang dalam dunia pergaulan remaja di era globalisasi kini sering menonjolkan adanya rasa solidaritas antar sesama anggota yang mengenal prinsip “sakit satu sakit semua” yang bermakna siapa pun yang berani menyakiti anggota kelompok mereka, maka satu kelompok berhak untuk membalasnya. Prinsip inilah yang menjadikan kelompok atau geng menjadi bringas dan bertindak semaunya hingga melanggar hukum. Contoh nyata dari kasus ini adalah terbentuknya geng motor dan tawuran remaja yang sering kali melanggar norma-norma sosial dan ketertiban umum yang ada di masyarakat daerah setempat. Kadang saking kejamnya mereka sampai membawa senjata tajam untuk melukai lawan mereka.

  1. Pengaruh Media dan Westernisasi

Kemajuan teknologi yang semakin pesat di era globalisasi seperti sekarang ini tanpa adanya filter yang memadai, memberi kemudahan bagi para remaja untuk mengakses segala macam bentuk informasi baik berupa tulisan,gambar,video maupun film secara bebas dan instan. Bukannya melarang atau membatasi perkembangan teknologi yang ada, namun adanya kecanggihan teknologi ini sering kali memberikan dampak psikologi yang kurang baik bagi para remaja untuk bisa meniru adegan-adegan tidak beretika yang pernah di lihat sebelumya pada dunia nyata. Di tambah lagi pengaruh budaya barat yang menyebabkan para generasi muda bangsa ini menjadi tidak mengenal tata krama dan sopan santun dalam berbusana. Tidak hanya itu berkembangnya faham feminisme di dunia barat mengakibatkan pola tingkah laku remaja berubah menjadi hedonisme.

 

BERIKUT ADALAH SOLUSI YANG BISA DI TERAPKAN UNTUK MENGATASI KERUSAKAN MORAL REMAJA

 

  1.       Membentuk Lingkungan yang Baik.

Sebagaimana disebutkan di atas lingkungan merupakan factor terpenting yang  mempengaruhi perilaku manusia, maka untuk menciptakan generasi yang baik kita harus menciptakan lingkungan yang baik dengan cara lebih banyak berkumpul dan bergaul dengan orang-orang yang baik (dari segi akhlak dan iman), memilih teman yang dekat dengan sang Khalik (Tuhan), menghindari tempat-tempat maksiat yang berdekatan dengan tempat tinggal. dan masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan, jika hal ini mampu kita lakukan, maka peluang bagi remaja atau anak untuk melakukan hal yang negative akan sedikit berkurang.

 

  1. Pembinaan dalam Keluarga.

Sebagaimana disebut diatas bahwa keluarga juga punya andil dalam membentuk pribadi seorang anak terlebih lagi terhadap seorang anak perempuan, dimana dalam dunia pergaulan di zaman modern pembinaan dan penanaman nilai agama sangat di perlukan sebagai bentuk pertahanan dari godaan kerusakan akidah dan akhlaq, sesuai dengan hadist Nabi Muhammad yang artinya:

-Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga. (di kutip: http://www.piss-ktb.com/2014/07/3238-nafaqoh-orang-tua-ketika-anaknya.html)

jadi untuk memulai perbaikan, maka kita harus mulai dari diri sendiri dan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak, tempat berlindung bagi seorang anak dalam mencurahkan semua masalah yang tengah membelitnya. Sejatinya keluarga bisa memberikan bekal pendidikan moral yang baik dan menjadi suri tauladan terbaik bagi anak mereka sebelum di lepas di lingkungan yang bebas. Memberikan contoh awal  seperti selalu berkata jujur meski dalam gurauan. Jangan sampai ada kata-kata bohong, membaca do’a setiap melakukan hal-hal kecil, memberikan bimbingan agama yang baik kepada keluarga dan masih banyak hal lagi yang bisa kita lakukan, memang tidak mudah melakukan dan membentuk keluarga yang baik tetapi kita bisa lakukan itu dengan perlahan dan sabar.

 

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan remaja, dalam sekolahlah pendidikan karakter remaja di tanamkan dengan baik. Interkasi antara seorang guru dan murid akan terjalin secara harmonis, dan dari tempat inilah pemantapan psikologi,karakter dan kepemimpinan seorang remaja akan terbentuk secara efektif melalui kegiatan sekolah ataupun ekstrakulikuler untuk penyaluran bakat dan perbaikan diri remaja, diantaranya melakukan program mentoring pembinaan remaja lewat kegiatan keagamaan seperti rohis, sispala, patroli keamanan sekolah dan lain sebagainya,jika kita optimalisasikan komponen organisasi ini maka kemungkinan terjadinya kenakalan remaja ini akan semakin berkurang dan teratasi.

(dikutip: http://rururudididi.blogspot.com dan olahan pemikiran penulis )

 

  1. Pendalaman Agama

Dalam sendi-sendi kehidupan yang tidak hanya bisa mengandalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) namun, Penanaman dan pendalaman nilai-nilai agama harus senantiasa di tanamkan dalam diri remaja, hal ini berhubungan dengan tindakan dan perilaku motorik remaja dalam bergaul. Apabila penanaman nilai agama lemah maka akan mudah untuk terpengaruh ke dalam dunia hitam. Penanaman nilai-nilai agama dapat di terapkan dalam segala bidang kehidupan seperti: keluarga, lingkungan tempat tinggal dan sekolah. Pada masa remaja dengan rentang usia 12- 18 tahun, yang kebanyakan waktu mereka di habiskan belajar dan kegiatan di sekolah, memerlukan adanya sarana untuk peningkatan iman dan taqwa (IMTAQ)  untuk membentengi diri mereka dari kemaksiatan. Yang bisa di tempuh dengan beberapa cara seperti:

  1. Aktif dalam organisasi yang bergerak dalam bidang kerohanian agama
  2. Senantiasa mendatangi tempat ibadah atau masjid untuk menjalankan ibadah
  3. Sering melakukan kajian dalam beberapa aktivitas di sekolah.

Sesuai dengan firman Allah SWT di dalam QS. Al-isra’ : 9
Artinya : Sesungguhnya Al Quran Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (di kutip: http://kajianislammoderen.blogspot.com/2010/03/peranan-dakwah-sekolah-dalam-mengatasi.html)

Dengan memperkuat penanaman agama dalam diri seorang remaja di harapkan tidak terjerumus dalam penyimpangan sosial yang sering kali di lakukan oleh remaja di zaman modern sekarang ini.

Remaja sejatinya merupakan asset penggerak bangsa yang akan memegang tanduk kepemimpinan  negara ini  di masa yang akan datang. Sesungguhnya Allah berfirman dalam Alquran

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاء وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
 “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”. Mereka bertanya: “Adakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yg akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa-apa yang kamu tidak mengetahuinya”. (Sumber: http://www.muslimedianews.com/2015/01/islam-nusantara-tuhan-menggunakan-kata.html)
menjadi seorang “Khalifah” itu lah sebutan remaja sebagai pemimpin masa depan bangsa ini. Dan  itulah sebabnya para kaum muda ini mendapat tiga predikat penting yaitu sebagai agent of change, social controll, dan iron stock, sudah sepantasnya moral dan perilaku para remaja ini senantiasa di jaga demi terwujudnya suatu bangsa yang tentram,sejahtera dan bermartabat. Dimana akhlak,IMTAQ dan IPTEQ  dapat selaras dengan kehidupan, maka cita-cita bangsa Indonesia yang tertulis dalam Undang-Undang Dasar 1945 akan terealisasi dengan baik.

Allah Ta’ala berfirman :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh  kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar”. (QS. Ali Imran: 110). Ayat di atas sangat jelas menyiratkan bahwa umat Islam adalah umat terbaik di dunia. Karena umat Islam yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya senantiasa berbuat terbaik bagi dirinya, lingkungannya, dan sesama. (dikutip dari:http://cyberdakwah.com/2013/06/menanamkan-akhlakul-karimah-pada remaja-islam/).

 

Dalam sejarah kemerdekaan negara Republik Indonesia, remaja atau pemuda telah ikut andil dalam menciptakan sebuah cita-cita bangsa, yaitu memerdekakan bangsa Indonesia. Teks sumpah pemuda menjadi bukti eksistensi pemuda Indonesia. Demikianlah Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 oktober 1928 dan sudah memasuki usia 86 tahun. Sejarah nasional telah membuktikan bahwa pemuda merupakan penggerak roda sejarah yang mampu membawa suatu bangsa menuju cita-cita kemerdekaan yang sesungguhnya.

Peran pemuda menduduki posisi penting dalam perkembangan suatu bangsa, merekalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini di masa yang akan datang. Merealisasikan mimpi dan cita-cita bangsa yang belum terwujud saat ini, dan membawa bangsa Indonesia menuju bangsa yang adil, makmur dan bermartabat sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

 

 

REFERENSI

  1. konselingpejambon.blogspot.com
  2. guru-degradasimoralpemudasaatini.blogspot.com
  3. blogspot.com/
  4. piss-ktb.com
  5. blogspot.com
  6. cyberdakwah.com
  7. muslimedianews.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Please like & share: