Kirim Karya KBM4

[Karya KBM4 Video] Bersyukur dengan Warna-Warni Nusantara

Posted on Updated on

Judul Video: Bersyukur dengan Warna-Warni Nusantara
Pengirim Video: Nabil Asmi

 

Penjelasan Video:

 “Apa itu rasa syukur?”. Pertanyaan yang mungkin seringkali terlintas di benak kita. Bagaimana cara kita bersyukur akan sesuatu? Tentu setiap orang punya jawaban mereka sendiri.

Manusia diciptakan dengan berbagai warna. Jika diibaratkan hidup kita ini adalah selembar kertas putih, maka manusia adalah ‘cat’ yang akan mewarnainya. Tentu, warna yang satu akan berbeda dengan warna yang lainnya, namun, akan menciptakan sebuah lukisan yang indah, bukan?

Indonesia adalah negara yang kaya. Di balik kata “jamrud katulistiwa”, terdapat berbagai macam kebudayaan, agama, suku, dan ras. Dimulai dari hal kecil, seperti kuliner di Indonesia. Setiap daerah menggenggam ‘warna’ mereka sendiri. Dan itulah Indonesia. Tanpa satu warna, tak lengkap rasanya. Satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi.

Bagaimanakah Indonesia yang dulu? Mungkin kita sering mendengar tentang sejarah Negara Indonesia kita tercinta ini. Baik di sekolah, ataupun di media informasi yang semakin hari semakin mudah diakses. Tentang bagaimana para leluhur kita mempertahankan Indonesia dan menjadikannya negara yang cinta perdamaian.

Jika kita mengingat perjuangan para leluhur yang berdarah-darah demi Indonesia, sudah layaknya kita bersyukur. Kita hanya tinggal menikmati hasilnya. Kita hidup pada zaman dimana kekerasan dan penindasan telah dilarang. Seharusnya yang kita lakukan sekarang adalah mempertahankan dan membawa Indonesia ke jalan yang lebih baik, menjadi negara yang lebih maju. Siapakah yang berperan penting? Kita. Yup, kita sebagai generasi muda.

Kekayaan alam Indonesia tak terhitung harganya, tak tergantikan indahnya. Itu membuat kita bersyukur setiap kali melihatnya. Indonesia mempunyai banyak hal yang tak dimiliki oleh negara lain. Apa kita akan tega, jika kekayaan alam yang melimpah di Indonesia digunakan untuk keuntungan pribadi oleh oknum tertentu?

Dalam tulisan ini saya ingin berbagi sebuah cerita. Tentang masa muda, dan tentang perbedaan yang menyatukan manusia.

Hari itu mentari menyajikan cahaya terangnya. Saya sedang berkunjung di rumah rekan saya. Kami akan mengerjakan tugas kuliah bersama. Wanita cantik itu, dengan rambut kecoklatannya, tersenyum dan mempersilakan saya masuk. Hiasan dinding kamarnya membuat saya sedikit terdiam.

“Kamu sudah sholat dzuhur?”, tanya rekan saya.

“Oh, belum”, jawab saya sambil terseyum.

“Sholat dulu, ya? Tapi saya gak punya mukena hehe”.

“Iya, gak apa-apa, saya bawa, kok”.

Saya sholat beralaskan selimut, dengan hiasan berbentuk salib menggantung di tembok ruangan. Tapi, saya bersyukur, meskipun kami berbeda keyakinan, kami masih saling mengingatkan. Jujur saja, saat itu saya tersentuh.

Saya pun pernah bertemu dengan seorang atheis, dia begitu teguh dengan pendiriannya. Namun, dibalik keteguhan atheisnya itu, dia masih mengingatkan sholat dan menghargainya. Saya mengerti, setiap orang memiliki prinsipnya masing-masing, dan saya juga menghargai, dengan tanpa henti mendoakan kebaikannya.

Itu merupakan contoh kecil, tentang indahnya perbedaan yang saling menghargai satu sama lainnya. Perbedaaan itu hadir bukan untuk menciptakan perpecahan. Perbedaan hadir untuk kita belajar saling menghargai, mencintai, dan bersyukur. Bersyukur memang bukan hal yang mudah kita lakukan, karena kita manusia, terkadang kita lupa apa artinya bersyukur. Tak perlu terburu-buru, mulai dari mensyukuri hal-hal yang telah Allah swt hadirkan hari ini.

Dalam Al Qur’an (QS. 2 : 152), Allah berfirman, yang artinya, “Karena itu, ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku“.

Persatuan dan perdamaian perlu ditegakkan di negara Indonesia ini, dan semuanya berawal dari sebuah rasa syukur. Mari kita saling menghargai, menjaga, dan saling berbagi, di atas semua perbedaan. Dengan begitu, kita akan mampu menikmati kebudayaan dan ciri khas yang telah para leluhur kita wariskan untuk Nusantara. Semoga, dengan dimulai dari hal kecil, seperti bersyukur, Indonesia mampu menjadi negara yang maju, negara yang selalu menghargai perbedaan, sehingga tidak terpecah belah.

Ayo generasi muda, harapan bangsa! Tunjukkan rasa syukurmu, dengan rasa optimis, tekad kuat dan mulia, untuk Indonesia yang lebih baik. ^.^

 

muslimedianews.com

muslimoderat.com

 

Link video :

https://youtu.be/P26aEdnbxsE

Please like & share:

[Karya KBM4 Video] Kontribusi Positif Remaja dan Pemuda Sebagai Wujud Syukur Atas Nikmat Hidup Di Indonesia

Video Posted on Updated on

https://www.youtube.com/watch?v=42YNXMZ7_D8

Judul Video: Kontribusi Positif Remaja dan Pemuda sebagai Wujud Syukur atas Nikmat Hidup di Indonesia

Pengirim Video: Muchamad Nadzir

Penjelasan Video:

Walaupun Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu

 

Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dan budaya. Dari Sabang sampai Merauke terdapat ribuan pulau. Letak Geografis yang berbeda membuat Indonesia menjadi beragam. Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk. Hal ini tercermin dari semboyan “Bhinneka tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu.

Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku bangsa, budaya, agama, ras, dan bahasa.Indonesia merupakan negara yang penuh rahmat. Indonesia memiliki beberapa pulau sedangkan negaranya satu, Indonesia. Berbeda dengan Jazirah Arab yang terdiri dari satu pulau tetapi mempunyai beberapa negara. Rahmat Allah cukup besar yang diturunkan di Indonesia yaitu berupa hidup merdeka damai dan rukun.

Indonesiku yang damai dan bersatu.

Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di tengah perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan. Kesadaran akan kerukunan harus selalu dijaga agar kehidupan ini bisa berjalan dengan baik.

Hidup damai, merdeka dan rukun merupakan rahmat dari Allah swt. yang disertai dengan perjuangan, peperangan, dan penderitaan. 350 tahun lebih Indonesia dijajah oleh bangsa asing. Warga Indonesia banyak yang menderita, disiksa, dan tertindas. Orangtua, Remaja, Pemuda, dan Anak-anak, mereka semua menderita.  Bahkan bangsa belanda melakukan politik adu domba agar Indonesia terpecah dan mudah dikalahkan.

Remaja dan Pemuda Harus Bersyukur

Remaja dan Pemuda zaman dahulu berbeda dengan pemuda zaman sekarang. Mereka tertindas, terjajah dan tidak bisa menikmati kehidupan layaknya remaja dan pemuda zaman sekarang. Mereka berjuang keras, berperang melawan penjajah yang dzalim untuk merebut kemerdekaan. Baju yang dipakai setiap hari hanya itu-itu saja. Makanannya pun kurang mengandung gizi.

Remaja dan pemuda sekarang hendaknya bersyukur atas rahmat Allah yang berupa hidup merdeka, damai, dan rukun. Remaja dan pemuda Indonesia bisa menikmati buah perjuangan bangsa Indonesia, hidup damai dan penuh dengan kenikmatan. Jangan sampai Allah murka dan dikembalikan lagi seperti pada masa penjajahan. Naudzubillahi min dzaalik.
Di zaman modern ini juga masih ada remaja dan pemuda yang tidak bisa menikmati hidup merdeka. Negaranya masih dijajah oleh bangsa asing. Kehidupannya penuh dengan penderitaan. Tangis dan jeritan hidangan sehari-sehari. Tempat pendidikan di hancurkan,  rumah sakit di hancurkan dan fasilitas umum pun dihancurkan menggunakan bom.

 

Peperangan di Timur Tengah

Penderitaan mereka lebih berat dari pada masa penjajahan bangsa Indonesia, karena kecanggihan alat perang menyebabkan kerusakan yang luar biasa. Perang di zaman modern, disamping perang fisik juga perang menggunakan kecanggihan teknologi. Semakin canggih teknologi, semakin besar penderitaan yang dialami oleh masyarakat. Kerusakan pun cukup parah.  Naudzubillah min dzaalik.

Negara-negara yang mengalami penderitaan tersebut adalah negera-negara yang ada di timur tengah. Diantaranya adalah Palestina, Suriah, Iraq, Yaman dan lain-lain. Penyebab berbagai peperangan yang ada di negara tersebut bervariasi. Diataranya adalah konflik agama, konflik kekuasaan, konflik perbatasan, konflik kelompok, penjajahan bangsa asing, dan lain-lain.
Jika kita menengok negara-negara yang ada di timur tengah kita akan menangis apabila mengalami kejadian-kejadian tersebut. Kehidupan di negara-negara timur tengah sangat berbanding terbalik dengan kehidupan di Indonesia yang penuh dengan kedamaian dan kerukunan. Kita tentu tidak mau jika negara kita dijajah lagi oleh negara lain. Mensyukuri anugerah Allah berupa hidup merdeka damai dan rukun adalah salah satu cara agar anugerah ini tetap terjaga.
Kontribusi Positif Remaja dan Pemuda Sebagai Wujud Syukur atas Nikmat Hidup di Indonesia
Sebagai penerus bangsa, remaja dan pemuda harus berusaha untuk menjaga kemerdekaan, kedamaian, dan kerukunan ini agar selalu terjaga. Mensyukurinya adalah langkah yang tepat agar anugerah tersebut tetap selalu terjaga. Jangan sampai Allah murka karena kita tidak mau mensyukuri nikmat yang ada.

Allah swt. berfirman : “Apabila kamu bersyukur maka pasti akan Kutambah (nikmat-Ku)” (QS. Ibrahim [14]: 7).

Mensyukuri nikmat tidak cukup dengan hati dan bibir saja, akan tetapi harus disertai dengan tindakan yang nyata. Kontribusi positif dari remaja dan pemuda merupakan tindakan yang nyata sebagai wujud syukur atas karunia Allah swt. berupa kemerdekaan, kedamaian dan kerukunan. Dengan harapan agar Indonesia menjadi maju, berdaya saing, dan menjadi mercusuar dunia.

Adapun kontribusi positif yang perlu ditanamkan pada remaja dan pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :

1.    Memperkaya ilmu agama
Ilmu agama adalah pondasi utama bagi terwujudnya insan yang mulia. Dengan pemahaman agama yang baik maka moral bangsa pun akan menjadi baik. Lembaga yang berperan dalam pengajaran agama adalah pondok pesantren, madrasah diniyah, TPA/TPQ dan lain-lain. Belajar ilmu agama juga bisa mengakses situs-situs islami seperti;  www.ngaji.web.id, www.piss-ktb.com, dan lain-lain.

Jangan sampai remaja dan pemuda tidak mendapatkan limu agama dalam kehidupannya. Dalam hal ini orang tua juga berperan agar anak-anaknya mendapat ilmu agama.

2.    Belajar dengan serius dan bercita-cita yang tinggi,
Indonesia membutuhkan generasi yang hebat. Generasi yang hebat tidak didapat dari generasi yang bermalas-malasan. Tugas para remaja dan pemuda adalah belajar. Belajar bisa didapatkan dari pendidikan formal (Sekolah) maupun non formal (Lembaga bimbingan belajar, keluarga, dan masyarakat).

Cita-cita merupakan akar dari kemajuan bangsa. Cita-cita yang tinggi bisa dicapai dengan belajar dengan giat. Diharapkan para remaja dan pemuda agar memiliki cita-cita yang tinggi dan meraihnya dengan belajar yang serius. Jika para remaja pemuda Indonesia memiliki cita-cita yang tinggi insyaAllah Indonesia akan maju.

3.    Mengolah sumber daya alam sebaik-baiknya,
Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah akan tetapi sumber daya manusia (SDM) nya belum bisa mengolahnya dengan baik. Banyak sumber tambang yang dikelola oleh negara asing. Remaja dan pemuda harus berupaya sekuat tenaga agar bisa mengolah SDA sendiri. Mengolah SDA agar menjadi prodouk ekspor dan tidak mengekspor dari negara lain.
4.    Berkreasi dalam bidang kuliner,
Indonesia memiliki tanah yang subur. Dengan kesuburan tanah yang tinggi Indonesia memiliki keanekaragaman hewani dan hayati baik di laut maupun di darat. Keadaan inilah yang memunculkan ide-ide kreatif di bidang kuliner. Remaja dan pemuda harus bisa mengolah agar Indonesia bisa menjadi ikon kuliner dunia dengan memunculkan kreasi-kreasi baru di bidang kuliner.

 5.    Melestarikan budaya yang positif,

Letak geografis yang berbeda-beda membuat indonesia menjadi beragam. Memiliki beragam suku, budaya, dan bahasa. Akan tetapi tidak semua budaya yang ada di Indonesia sesuai syari’ah islam. Para remaja dan pemuda harus bisa melestarikan budaya yang sesuai dengan syari’ah islam. Menjadikannya ikon bangsa Indonesia yang religius dan damai.

6.    Menguasai teknologi,
Di era globalisai negara tidak boleh ketinggalan dalam bidang teknologi. Teknologi akan mempermudah pekerjaan dan mendapatkan hasil yang lebih banyak. Kalahnya persaingan Indonesia dalam persaingan dunia salah satunya dikarenakan minimnya penggunaan teknologi yang canggih. Di Indonesia banyak yang masih menggunakan teknologi manual.
Oleh sebab itu, remaja dan pemuda sudah seharusnya bangkit untuk merombak teknologi yang ada. Mendatangkan dan menciptakan teknologi yang baru, untuk mempermudah pekerjaan dan mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan begitu Indonesia akan mempunyai daya saing di dunia internasional.
7.    Merayakan ulang tahun hari kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,
Sering terjadi, perayaan hari kemerdekaan Indonesia dirayakan dengan kegiatan-kegiatan yang mengandung kemaksitan. Seperti; Pesta dengan mengadakan orkes melayu dan menghadirkan artis yang berpakaian minim; pesta miras; pesta seks dan lain-lain. Alasannya adalah mensyukuri nikmat kemerdekaan, akan tetapi dilaksanakan dengan tindakan maksiat.
Jika hal tersebut terus terjadi di Indonesia, keberkahan di Indonesia akan semakin berkurang dan bahkan Allah akan menghadirkan adzab jika hamba-hambanya fasiq.
Remaja dan pemuda harus bisa merubah, setidaknya mengurangi sedikit demi sedikit budaya tersebut dan menggantinya dengan kegiatan-kegiatan yang islami dan sesuai dengan syar’i. Jika kita mensyukuri kenikmatan dengan benar, Nikmat dan keberkahan di negara Indonesia akan bertambah.
8.    Berfikir dan berkarya positif.
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh remaja dan pemuda dalam mensyukuri nikmat hidup merdeka, damai dan rukun. Berfikir dan bertindak positif dalam segala bidang merupakan hal yang perlu di letarikan.
Contoh dari tindakan-tindakan positif adalah bekerja dengan giat dengan pekerjaan yang halal, mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang amanah, menjadi pengusaha yang sesuai denga syariat islam, berdakwah, mengajarkan dan mengamalkan syariat islam, dan lain-lain.
Intinya, Dalam mensyukuri nikmat hidup di Indonesia yang merdeka, damai dan rukun tidak hanya dengan hati dan ucapan. Akan tetapi harus dengan tindakan-tindakan yang positif. Jika kita mensyukuri nikmat yang ada, Allah akan menambah karunianya. Akan tetapi jika kita mengkufuri nikmat yang ada, Allah akan menurunkan adzabnya.

Sekian, terima kasih. Wassalam….

 

Ditulis Oleh : Muchamad Nadzir
                          Klik this picture to wath video !
                          https://www.youtube.com/watch?v=42YNXMZ7_D8
Please like & share: