Profil Juri

[Karya KBM4 Video] Terima Kasih Tuhan, Atas Nikmat Nusantara

Posted on Updated on

Nama Pengirim  : MASRURO
Alamat Pengirim: Purworejo, Jawa Tengah
Status Aktivitas   : Guru PAI di SMAN 1 Prambanan Klaten
Akun Facebook   : Kang Masroer (https://www.facebook.com/kangmasroer)
Akun Twitter       : @KangMasroer  (https://twitter.com/KangMasroer)
Tanggal diterima: 2 Mei 2016
Tanggal dipublish: 9 Mei 2016

 

“Tengoklah indahnya negeri ini, kebesaran yang kita miliki,

tanah air yang indah dan permai, bersama patut kita syukuri..”
Begitulah penggalan lirik lagu berjudul “Kawan”, yang dirilis tahun 2007 silam oleh Bapak  SBY. Jika saya boleh menafsirkan, penggalan sajak indah di balik lagu ini sesungguhnya memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu bahwa betapa kaya, subur, luas dan indahnya Nusantara yang kemudian menumbuhkan rasa bangga dan bersyukur sebagai bagian darinya.
Ya, Nusantara. Negeri kepulauan yang membentang dari Sabang sampai ke Merauke di Papua, dari Miangas sampai ke pulau Rote di Nusa Tenggara sana. Nusantara, sebutan bagi negeri Indonesia, negeri eksotik dengan keanekaragaman hayati, pesona alam, flora-fauna, budaya, bahasa, aneka ragam suku, adat-istiadat, dan masih banyak lainnya yang terhampar di jajaran ribuan pulaunya.
Melihat kebesaran dan keragaman Nusantara yang sebegitu hebatnya, terkadang saya merasa miris mendengar celoteh negatif para manusia yang bertebaran di media sosial, yang dengan gampangnya mereka mencela dan merasa muak terhadap kondisi negeri ini. Mungkin sebagian mereka menilai bangsa kita adalah bangsa yang gagal dengan melihat berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini. Apalagi setelah setiap hari disuguhi berita-berita yang penuh dengan keprihatinan, seperti berita korupsi yang seakan tak pernah berhenti, kemiskinan yang tak kunjung bisa dientaskan, akses pendidikan yang  belum merata, dagelan politik yang sering bikin kita tergelitik, sampai dengan musibah yang datang silih berganti. Namun bagaimanapun keadaannya, hendaknya saya, Anda, dan mereka seluruh warga Indonesia harus tetap bersyukur karena hidup di bumi Nusantara tercinta ini.
Dan berkenaan dengan bersyukur, kita tentu ingat sebuah hadits, bahwa Baginda Rasulullah pernah bersabda, “Undzuruu ilaa man huwa asfala minkum wa laa tandzuruu ilaa man huwa fauqakum, fahuwa ajdaru an laa tazdaruu ni’matallaahi ‘alaikum; pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau memandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karenanya, kalaulah kebesaran dan keragaman Nusantara yang sebegitu hebatnya tadi tak bisa menumbuhkan rasa syukur, coba tengoklah ke ‘bawah’, tengoklah negeri-negeri di Timur Tengah sana, betapa menderitanya mereka karena perpecahan, peperangan, dan konflik yang berkepanjangan. Sementara kondisi di negeri kita aman tentram, hidup rukun, damai, berdampingan dengan segala perbedaan yang ada.
Akhirnya, marilah kita mensyukuri berbagai kelebihan Nusantara, setidaknya dengan melestarikan kebudayaannya, menjaga kelestarian wilayahnya, dan yang terpenting adalah menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, kemudian berusaha berbenah bersama-sama atas kekurangan yang ada. Mengutip kata-kata Anies Baswedan, “Indonesia adalah negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu”.
Sekian puluh tahun kita sudah diberi makan oleh Tuhan dari kekayaan bangsa ini, sudah diberi minum dari tanah air bangsa ini, sudah diberi tempat tinggal di tanah ini, serta diberi pendidikan sampai setinggi ini, tak ada yang bisa kita katakan selain, “Terimakasih Tuhan, atas nikmat Nusantara…”

 

 

Please like & share: