Karya KBM 3 : Ketergantungan Pembentukan Karakter dan Moral Anak terhadap Lingkungan Keluarga

Posted on Updated on

Ketergantungan Pembentukan Karakter dan Moral Anak terhadap Lingkungan Keluarga

            Seperti kita ketahui, akhir-akhir ini banyak hal yang memicu keprihatinan terhadap generasi muda. Mulai dari tayangan televisi dan berita di media massa bahwa semakin banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh generasi-generasi muda atau para remaja. Beberapa contoh yang bisa diambil adalah meningkatnya  angka kriminalitas, tawuran antar pelajar, miras, narkoba, free sex remaja, dan masih banyak kasus lainnya.

Kondisi tersebut semakin memperkuat asumsi bahwa kerusakan genaerasi-generasi muda atau remaja akan semakin parah dari hari ke hari.

Mungkin di lingkungan tempat saya tinggal sekarang, tindakan tersebut sangat jarang terjadi. Namun, apabila saya melihat di televisi atau media massa lainnya. Kerusakan moral yang sedang terjadi pada generasi-generasi muda semakin parah. Terkadang saya sulit percaya dengan pemberitaan di televisi, dimana ada seorang anak dengan teganya membunuh kedua orang tuanya hanya karena menginginkan sebuah ponsel baru atau sepeda motor. Atau ada beberapa anak yang menyiksa teman mereka sendiri hanya karena ingin terlihat hebat. Dan bahkan ada beberapa anak melakukan free sex tanpa memikirkan apa yang sedang mereka lakukan. Sungguh hal yang tidak pernah terpikir bahkan hal yang sangat di luar imajinasi kita.

Saya seorang anak, yang mungkin bisa dikatakan hanya sampai 10 tahun tinggal sepenuhnya dengan orang tua saya. Ketika saya kelas 5 Sekolah Dasar, saya telah berpisah dengan kedua orang tua saya. Saya hanya tinggal dengan kakak. Bertemu dan mendapat bimbingan orang tua hanya sedikit. Hal tersebut berlanjut sampai saya melanjutkan study ke Universitas. Saya hanya betemu orang tua beberapa bulan atau bahkan beberapa minggu pertahun. Bimbingan dari orang tau hanya sedikit. Namun, saya dan saudara-saudara saya selalu saling menyayangi, saling menjaga, dan saling menghormati satu sama lain walaupun jauh dari orang tua kami karena orang tua saya tidak pernah sekalipun memperlihatkan ketidak harmonisan atau bahkan bertengkar di depan anak-anaknya. Tidak terlintas kekerasan dalam pikiran saya. Saya hanya mengetahui kekerasan dari luar keluarga saya.

Jadi intinya, setiap anak akan berkembang sesuai dengan apa yang di lihat dalam sebuah keluarga. Apabila anak melihat atau bahkan merasakan kekerasan dalam keluarga akan berdampak sangat negatif dengan fsikis bahkan moral sang anak tersebut yang pada akhirnya akan tumbuh menjadi generasi-generasi muda. Keluaga adalah factor utama yang membentuk kepribadian dan moral seorang anak.

Memang banyak factor lain yang juga sebagai pemicu atas pembentukan moral tersebut. diantaranya :

  • lingkungan juga meruapakan factor yang tidak kalah pentingnya. Dimana lingkungan itu mengajarkan atau memperlihatkan suasana yang memang merusak moral. Dekatnya lingkungan dengan tempat-tempat maksiat.
  • Media massa merupakan hal yang memang harus banyak pembelajaran atau harus mendapat perhatian yang lebih untuk di berikan kepada generasi-generasi muda serta dalam penggunaannya harus didampingi. Karena kemajuan teknologi yang begitu pesat, yang tidak disertai kontrol budaya yang beradab turut menjerumuskan generasi muda pada hal-hal yang negatif. Banyak informasi dan tayangan-tayangan yang negatif mudah diakses oleh generasi muda yang sebenarnya tidak pantas untuk usia mereka.
  • dangkalnya pengetahuan agama dan hilangnya tokoh panutan. Semakin acuh tak acuhnya tanggung jawab orangtua, lingkungan masyarakat, pemangku adat, para pejabat, hilangnya wibawa ulama, bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi lembaga bisnis, dan profesi guru seringkali dilecehkan. Tontonan telah menjadi tuntunan, sementara yang seharusnya menjadi tuntunan justru menjadi tontonan yang disepelekan.

 

Namun, itu semua harus bergantung pada kondisi dalam sebuah keluarga. Karena keluarga adalah pihak intern yang paling diutamakan dalam pembentukan karakter kepribadian atau moral seorang anak, factor lainnya hanya sebagai pembantu atau pelengkap dari pembentukan moral tersebut.

 

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *