Karya KBM1: Islam Solusi Hakiki untuk Pemberantasan Korupsi!

Posted on Updated on

Penulis: Arie Pratama @ItsAriePratama

Predikat: Pemenang Hadiah Terfavorit Ke-3

Pertama-tama Saya ingin menyampaikan alhamdulillah wa syukurilah kepada Allah SWT atas segala nikmatnya, juga kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW atas segala petunjuknya sampai saat ini dan semoga kita semua termasuk umat Rasulullah SAW yang selalu menghindar dari hal-hal yang Allah SWT dan Rasulullah SAW larang untuk dilakukan, yaitu salah satu hal tersebut adalah korupsi.

Mendengar kata korupsi pasti tidak asing lagi ditelinga kita, korupsi merupakan salah satu perbuatan dzalim dengan cara memakan/mengambil harta atau hak orang lain dengan cara batil yang diharamkan oleh Islam.

Dinegara yang menurut survey yang dilakukan oleh transparency.org (tahun 2012) sebuah badan independen dari 146 negara, tercatat data 10 besar negara yang dinyatakan sebagai negara terkorup, yaitu salah satunya terdapat negara Indonesia yang berada di urutan ke-5 dengan negara yang mempunyai banyak kasus memalukan yaitu korupsi. Mengapa negara yang dibilang kaya akan sumber alam dan hayati ini menjadi negara yang mempunyai reputasi yang sangat rendah dalam 3 hal yaitu Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

Berikut ini Saya akan mencoba untuk berbagi nasihat untuk semua umat muslim (termasuk juga Saya pribadi) dan yang lainnya di dunia ini khususnya Indonesia, semoga kita selalu terjauhkan dari hal buruk yang dapat menjerumuskan ke kita kadalam neraka yang tentu kita hindari dan tentu cita-cita kita semenjak kecil jika ditanyakan “Aku ingin masuk syurga?”, lalu apakah kalian lupa dengan cita-citamu dulu itu, bukankah itu cita-cita tertinggi setiap muslim sejati? Tentu iya.

Jauhkan Diri Kalian dari Pemikiran yang Salah!

Pernahkah kalian berfikir bahwasannya sudah banyak pemahaman-pemahaman yang salah pada akhir zaman ini, ya banyak sekali pemahaman yang merupakan salah satu tujuan zionis laknatullah untuk menghancurkan moral dan pemikiran umat muslim khususnya di Indonesia yang dimana tercatat sebagai negara muslim terbesar pertama di dunia dengan jumlah 182,570,000 orang, namun tampaknya itu tidak membuat Indonesia menjadi negara yang makmur dalam segi perekonomian, sosial, dan lainnya.

Mengapa demikian? Karena banyak faktor yang mempengaruhi kemakmuran suatu negara salah satunya adalah tingkat kriminalitas dan tindak pidana yang rendah, nah sudahkah Indonesia seperti itu? Tampaknya belum, karena korupsi masih merajalela dimana-mana, gak pejabat, petinggi negara, mereka sudah hilang logikanya hanya untuk materi semata.

Mengapa kita harus menjauhkan diri kita dari hal pemahaman seperti: liberalisme, sukelerisme, dan pluralisme. Allah SWT berfirman dalam ayat berikut ini:
“Dan bila dikatakan kepada mereka: ”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. “Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar” (Q.S. Al-Baqarah: 11-12)
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwasannya kita sebagai manusia yang Allah SWT ciptakan di muka bumi ini hendaklah menyadar diri bahwasannya dunia ini untuk ajang kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan mengharapkan pahala dari-Nya karena itulah yang dapat membawa kita kedalam syurga-Nya yang kekal nan abadi. Jadi jauhkanlah diri kita dari segala bentuk pemahaman seperti itu yang membuat kita tanpa sadar menghilangkan nilai-nilai Islam yang sebenarnya mutlak berlaku untuk setiap umat muslim di dunia.

Mulai Dari Hal Kecil dalam Diri Kita Pribadi

Korupsi nampaknya menjadi sebuah kebiasaan diri seorang yang sudah berwenang dan menganggap dirinya berkuasa untuk melakukan segala hal termasuk tidak malu melakukan tindak korupsi, mulailah dari hal terkecil, misalnya janganlah ajarkan anank-anak kita untuk mengambil hak temannya yang lain, walaupun mereka ingin itu mereka wajib kita ajarkan tata krama untuk meminta izin kepada temannya tersebut.

“Sesungguhnya sifat malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan” (HR. Al-Bukhari)

Untuk kalangan remaja yang bisa kita biasakan adalah belajarlah untuk jujur dalam segala hal termasuk kepada kedua orangtua. Jangan pernah sekali-kali kalian membohonginya karena fikirkanlah itu akan menyakiti hati mereka yang sudah membesarkan kalian dengan kasih sayang mereka yang begitu tulus, lihatlah diluar sana masih banyak bayi-bayi yang kurang beruntung dan tidak mendapatkan kasih sayangnya. Seperti dijelaskan pada hadits berikut ini:

“Kamu harus berkata jujur (benar), karena sesungguhnya ia bersama kebajikan dan keduanya adalah dalam surga.” (HR. Ahmad)

Untuk para orang dewasa terutama pemimpin-pemimpin kita di negara ini, hendaklah kalian bersifat amanah, dan mempunyai rasa malu akan segala hal yang buruk yang kalian kerjakan dan janganlah kalian bangga akan harta yang kalian punya karena semua itu akan kembali kepada Allah SWT. Hanya amalmulah yang akan melekat dan membawamu ke syurga-Nya. Berikut ini ada hadits tentang amanah pada diri seseorang:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (QS. An Nisa’: 58)

Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kita

Apakah yang salah dengan negara ini? Apakah kita kurang untuk mengkaji Al-Qur’an dimana didalamnya terdapat segala macam ilmu dan solusi dari berbagai masalah atau problematika yang ada di negara ini, Rasulullah menerima wahyu pertamanya atas perantara Jibril a.s. yaitu “Bacalah!”. Dari wahyu pertama yang Allah SWT turunkan melalui malaikat Jibril a.s. kepada Rasulullah SAW sudah banyak menjelaskan bahwa kita sebagai umat Rasulullah yg Insya Allah di Ridhoi Allah itu di haruskan untuk membaca, karena dengan membaca itulah kita dapat mengetahui segala apa yang belum pernah kita ketahui sebelumnya, dalam hal ini kita sebagai umat muslim tentulah wajib hukumnya membaca Al-Qur’an yang dimana Al-Qur’an merupakan segala sumber ilmu dari segala hal yang ada dimuka bumi ini bahkan setelahnya.

Lalu apa hubungan Al-Qur’an dengan korupsi, tentu jelas ada hubungan yang kebanyakan orang tidak ketahui, ya hubungannya sudah jelas bahwasannya barang siapa saja yang membaca Al-Qur’an pastilah dia akan berfikir dan Insya Allah hatinya akan terimani dengan baik dengan torehan ilmu dan hikmah yang ada dalam Al-Qur’an. Seperti dijelaskan pada ayat berikut ini:
“Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, Maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, Kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.” (Q.S. Al Imran: 161)

Dari ayat tersebut maka dapat diambil kesimpulan dan hikmahnya yaitu betapa buruknya perbuatan berkhianat (korupsi), dengan menyatakan bahwa perbuatan itu tidak mungkin dilakukan oleh seorang nabi yang mempunyai kepribadian yang sangat mulia, amanah, dan terhindarkan dari segala sifat buruk. Kemudian buruknya perbuatan ini dipertegas dengan hukuman yang ditetapkan Allah SWT bagi pelaku penggelapan nanti di hari kiamat. Mereka akan dipermalukan dengan memanggul barang yang mereka gelapkan itu, agar perbuatan yang dahulu mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi itu diketahui oleh orang banyak, sehingga aibnya terbuka dan membuat semakin pedihnya azab bagi orang tersebut. Kemudian Allah menegaskan bahwa tidak ada satu perbuatanpun yang akan luput dari pembalasan di hari pembalasan kelak.

Ikuti Cara Hidup Rasulullah SAW

Rasulullah SAW merupakan sosok pemuda yang di idam-idamkan oleh para kaum muslim di muka bumi ini, akhlak beliau yang sungguh bercahaya layaknya berlian, dan perilakunya yang selalu menjadi contoh baik untuk banyak umat sejak dulu hingga sekarang, maka sudah sepatutnya kita sebagai umat beliau Rasulullah SAW harus mengikuti apa yang beliau ajarkan dan sunnahkan. Semoga kita semua termasuk golongan Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan syafa’atnya nanti. Aamiin…

Ikhwan wa akhwat fillah, seluruh saudaraku semuslim dan tanah air yang INSYA ALLAH dicintai selalu oleh Allah SWT, kita tahu bahwasannya salah satu sifat utama seorang muslim yang sejati yaitu mempunyai sifat ittiba’ (mengikuti) apa saja yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepada kita semua, baik itu dalam hal ibadahnya, akhlak beliau, aqidahnya, cara beliau mensyiarkan islam, berdakwah, dan lain sebagainya.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat ke-7, sebagai berikut:
“Dan apa saja yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kalian, maka ambillah (laksanakanlah), dan apa saja yang kalian di larang untuk mengerjakannya, maka berhentilah (tinggalkanlah)! ” (Q.S. Al-Hasyr: 7)

Makna ayat tersebut di atas dijelaskan oleh Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya sebagai berikut: “Yakni, apa pun yang kalian diperintahkan untuk melakukannya, maka lakukanlah (kerjakanlah)! Dan apapun yang kalian dilarang untuk mengerjakannya, maka jauhilah! Karena sesungguhnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya memerintahkan dengan kebaikan, dan hanya melarang kalian dari kejelekan.”

Dari firman Allah SWT yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat ke-7, dan juga dijelaskan oleh Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya yang sudah dijelaskan diatas, sesungguhnya kita sebagai muslim memang sudah seharusnya mengikuti apapun yang Rasulullah SAW ajarkan kepada kita karena memang beliau yang memang Allah SWT utus kepada umat muslim untuk menegakkan tauhid dan memperbaiki akhlak setiap muslim.

Nah bagaimana kita mau mengikuti apa yang Rasulullah SAW ajarkan jika kita saja tidak mengenal jauh tentang historis riwayat hidup beliau selama berdakwah maupun sejak beliau kecil. Memang Rasulullah SAW dilahirkan sebagai Nabi, dan pasti kebanyakan kita berfikir “Tidak mungkin kita sesempurna beliau” bukan kesempurnaan yang kita cari dimuka bumi ini, namun mencoba untuk selalu lebih sempurna dari apa yang sudah kita lakukan di hari kemarin dan apa salahnya kita mengikuti orang yang memang sebenar-benarnya akhlak dan perilakunya, kita sebagai muslim pasti sudah meyakini bahwa beliau utusan Allah SWT dalam 2 kalimat syahadat, lalu mengapa diantara kita masih banyak mengikuti orang-orang yang sesungguhnya sama sekali tidak lebih hebat dari baginda Nabi besar Muhammad SAW.

Maka muslim yang sejati merupakan muslim yang memiliki cita-cita untuk dapat berjumpa dengan Rasulullah SAW dan juga dapat mengikuti pribadi dan akhlaknya yang luar biasa hebatnya. Mari kita didik anak-anak kita, adik kita, saudara, teman, sahabat, maupun orang lain untuk selalu senantiasa mengikuti apa yang Rasulullah SAW ajarkan dalam berbagai hal dan bidang, juga dalam hal ini bidang politik dan ekonomi dimana sudah jelas bahwasannya beliau tidak sama sekali mengajarkan umatnya untuk bertindak keji dan korup dan menyengsarakan rakyat banyak. Sepandai-pandainya kalian menutupi keburukan, maka pada akhirnya akan terbongkar juga semua keburukan kalian. #ThinkBeforeAct

Bersyukur, Dengan Apapun yang Allah SWT Berikan

Sulit tampaknya untuk manusia untuk bersyukur dan menerima apa yang sudah dia dapatkan apalagi jika sedikit dan kurang mencukupi, maka sesungguhnya itu adalah mainset yang salah untuk muslim. Percayalah bahwa Allah SWT mempunyai rencana yang paling terbaik kepada kita, jika kita terus beribadah dengan ta’at kepada-Nya dan senantiasa untuk mengkuti koridor Islam dengan menjauhkan hal negatif termasuk dengan korupsi mengambil hak orang lain, yang sama saja memakan bangkai saudara kalian sendiri.

Korupsi memang salah satunya diakibatkan ketidakpuasan atau juga tidak bersyukurnya manusia atas apa yang sudah Allah SWT berikan, dan masih ingin yang lebih lagi, dan diberikan yang lebih maka ia masih saja belum puas ingin yang lebih lagi, sepertinya sudah menjadi sifat manusia yaitu selalu ingin yang lebih. Banyak sekali keuntungan jika kita mempunyai rasa bersyukur, seperti dijelaskan pada ayat berikut:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih.”(Q.S. Ibrahim: 7)
Bersyukur dapat menambah nikmat yang akan Allah SWT berikan kepadamu, yang Allah persiapkan untuk kamu dan percayalah bahwa nikmat Allah SWT itu lebih jauh memberi berkah dibanding kamu melakukan hal-hal seperti korupsi yang Allah SWT sungguh melaknat orang seperti itu, dan siksa Allah SWT untuk orang seperti itu amatlah pedih.
Mulailah bersyukur dengan cara bersedekah, janganlah kalian memperkaya diri kalian karena sesungguhnya umat mukmin itu ibaratkan satu kesatuan tubuh yang dimana jika satu sakit maka semua anggota pun akan merasakan sakitnya. Sedikit perumpamaan, jika seseorang terkena luka di kakinya lalu semua anggota tubuh langsung merespon untuk memngobati sakitnya agar reda, terutama tangan kita yang langsung memberikan bantuannya untuk membalut luka itu. Maka itulah seharusnya sifat yang ada pada mukmin yang sejati, langsung cekatan membantu mukmin yang lain (yang dalam kesusahan).

Ciptakan Generasi Rabbani

Dan yang terakhir Saya ingin memberikan sedikit nasihat kepada seluruh muslimin di seluruh dunia, khususnya di Indonesia dan terlebih khususnya Kamu! Ya, Kamu yang lagi baca artikel ini, ayo coba mulai sekarang kita rubah pola fikir kita untuk kedepannya untuk memperbaiki sistem negara ini agar lebih baik lagi, dan tentunya berdoa yang juga sangat penting, karena senjata paling ampuh seorang muslim adalah do’a namun setelah kita melakukan beberapa ikhtiar atau usaha kita terhadap hal tersebut tentunya.

Korupsi nampaknya jadi hal yang tidak lagi ditakuti oleh siapapun bahkan seorang anggota perwakilan rakyat, pejabat tinggi negara, dan lainnya seolah-olah mereka buta dengan sebuah materi semata yang bernama “uang”. Semua seolah sudah menjadi budaya atau adat untuk mereka yang melakukannya, dan berharap tindakan korupsi yang mereka lakukan tidak terlihat dan terdeteksi oleh siapapun.

Kalau kalian memang bener-bener muslim sejati, yang gak Cuma status agama di KTP doang maka sudah seharusnya kalian mengerti bahwa kita di dunia ini tidak hanya berhubungan dengan sesama manusia, namun juga kepada Allah SWT dimana Allah dengan salah satu kemahaannya yaitu Maha Melihat, akan melihat setiap apapun yang kalian semua lakukan di dunia ini, lalu sekuat-kuatnya iman maka takutlah kepada Allah SWT, malulah kalian yang sudah diciptakan dengan sempurna di dunia ini namun mengisi segala aktifitas kalian dengan tiada guna dan berusaha untuk menjadi kesempurnaan dalam hal ibadah ataupun yang lainnya.

Kita harus mulai semua ini dari diri kita sendiri, bagaimana caranya, ya seperti yang al-fakir sebutkan sebelumnya di atas, pelajarilah Al-Qur’an, hadits, sunnah, selalu bersyukur dengan apapun yang kalian dapatkan dengan cara yang baik, jauhkan dari pemikiran negatif, dan yang paling terpenting ya memang dari diri pribadi kita, karena masalah semua ada di diri kita sendiri hanya kita yang bisa mengontrol segalanya, dengan cara apa? Ibadahnya diperbanyak, kaji Al-Qur’an, ikuti para ulama-ulama Islam.
Sesungguhnya akhlak seorang mukmin yang beriman itu dilihat dari ibadahnya karena itu menunjukkan seberapa ta’at dan cinta kepada sang pencipta Allah SWT.
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’:103)

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *