Karya KBM1: Ketentraman hidup tanpa korupsi

Posted on

Penulis: Alfa Sukarno     @alfasukarno

Predikat: Pemenang Hadiah Hiburan Ke-11

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS An Nahl :114)

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesunguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah : 168)

Tidak seperti biasanya, entry blog saya kali ini saya awali dengan quote dari kitab suci muslim yaitu Al-Quran. Quote diatas, menekankan pentingnya kita mengkonsumsi dan menggunakan hal hal yang halal. Halal disini tentu saja termasuk, tapi tidak terbatas pada : hasil korupsi.

Padahal, seperti kita lihat sehari hari, korupsi di negeri kita ini sudah menggurita di mana mana. Hampir seluruh urusan yang melibatkan birokrasi, baik secara langsung ataupun hanya nyerempet nyerempet, pasti ada unsur korupsinya (semoga saja saya salah). Sehingga hampir tidak ada kesempatan untuk kita berpegang pada idealisme anti korupsi sementara kita harus berurusan dengan birokrasi (sekali lagi semoga saya salah).

Saya teringat kembali kepada pesan orangtua saya dulu, sapa nandur bakal ngundhuh (siapa yang menanam maka ia akan menuai), dan anak ojo dipakani barang panas mundhak owah (anak jangan dikasih makan benda panas/haram, nanti anaknya bisa owah/tidak beres)

Kalau merujuk kepada dalil Islam di atas, dan petuah orang tua saya dari kearifan lokal, maka saya bisa menarik kesimpulan, kalau saya makan dan menafkahi keluarga saya dengan benda haram (hasil korupsi), maka akan ada akibatnya yang menanti. Dan akibat ini sudah pasti bukan hal baik.

Hukum karma, kita melakukan kejahatan (korupsi), maka akan ada yang menuai, entah kita, entah keluarga kita. Dan saya yakin tidak ada diantara kita yang ingin anak atau keluarganya menuai hasil buruk dari kejahatan kita. Sebagai orang jawa, sejak kecil saya didoktrinasi bahwa hidup itu yang penting tenteram. Dan hasil buruk yang mengancam keluarga itu tentu saja tidak menentramkan.

Sudah banyak saya lihat sendiri di sekitar saya, salah satu contohnya adalah orangtua yang kebetulan pejabat dan bersikap power abusive, tabrak sana sini agar cepat kaya, anaknya yang kebetulan teman saya menjadi anak yang tidak bisa diatur, troublemaker, terakhir kabar yang saya terima teman saya ini ada di rumah sakit jiwa, dimasukkan kesana setelah membacok bapaknya sendiri. Menurut saya kehidupan seperti itu tidaklah tenteram.

Maka dari itu, dengan tanpa bersikap sok suci dan tidak muluk muluk menyelamatkan negara dan sebagainya, saya ingin mengajak kita semua untuk menghindari korupsi, demi kebaikan dan ketenteraman kita sendiri dan keluarga kita. Mari kita berikan nafkah yang halal untuk diri sendiri dan keluarga kita.

dan akhirnya, karena entry blog ini ingin saya ikutkan lomba blog “muslim anti korupsi” yang diadakan oleh komunitas PPM ASWAJA (Persaudaraan Professional Muslim Ahlusunnah Wal Jamaah), maka saya harus mencantumkan link link dibawah ini silahkan berkunjung ke website website tersebut, karena sangat resourceful untuk proses pembelajaran kita

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *