Karya KBM1: Korupsi Merajalela Santri pun Kecewa

Posted on

Penulis: Helmi Rafi Jaya Putra     @helmirafi

Predikat: Juara Hiburan Ke-18

Negri yang kaya dengan alam dan kebudayaan, pegunungan yang menjulang tinggi, kepulauan dengan penghuni dari beragam suku bangsa, bahasa dan sastra, samudra yang luas, ditambah semilir angin sejuk di tiap pantai, lalu memberikan senyuman terhadap pohon dan dedaunan yang mungkin sudah tidak menjadi trendy topic bagi negri ini, negri indonesia raya. tak lupa islam menjadi sebuah mayoritas yang mampu menjadi problem solver dalam berbagai permasalahan kehidupan. Namun, apa jadinya kalau negri Indonesia jika dalamnya sudah tak lagi memakai filter untuk menyaring arus negatif dari berbagai aspek kehidupan? Kaum muda zaman sekarang saja sudah disuguhi ragam informasi dengan bermacam pertentangan politik yang menyebabkan kasus korupsi merajalela di negri tercinta. Korupsi di indonesia sudah mencoreng prestise negri indah nan penuh warna warni kehidupan ini. apalagi telah mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. kurangnya layanan pemerintahan pun membuat masyarakat hampir sekarat. yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. semua pemimpin mengaku ingin mengajak rakyatnya untuk menciptakan negara yang bermartabat. tapi apakah masih ada pemimpin yang mampu merealisasikan visi misi dengan pasti? atau hanya tampil karena transaksi politik dan menyengsarakan rakyat banyak dengan janji palsu yang telah dibuat? mau dibawa kemana indonesia jika keadaannya terus begini?

 

#MuslimAntiKorupsi

rakyat mengeluh, merintih dan menangis khususnya umat muslim yang dikecewakan oleh para pemimpin. bayangkan, membanting tulang hanya demi sesuap nasi juga jenjang pendidikan yang tinggi. tapi mereka, para koruptor hanya duduk manis memperoroti duit rakyat tanpa merasa berdosa. seperti seekor tikus dalam rumah, dia memakan apa saja yang ada dihadapannya selama tak ada manusia. bahkan sampai ada judul lagu tikus makan sabun yang dulu menjadi trend bagi anak jenjang taman kanak kanak dan sekolah dasar. ingat! mereka bertopengkan sarjana, bertahun tahun diracuni dosen, akhirnya mereka melakukan aksinya jua. berkorupsi ria lalu merasa bangga muncul di media massa. mereka bosan memakan nasi, doyan memakan hak rakyat yang sangat berarti. haruskah koruptor dihukum mati? atau hanya berlaku pada si pencuri sendal jepit yang dipenjara selama 1 bulan lamanya atau pencuri seekor ayam yang telah di amuk massa? ini gambaran ketidakadilan negri ini, negri yang harusnya penuh cinta kasih dan warna warni kehidupan.

 

oh indonesiaku, bagaimana jadinya anak ku dimasa yang akan datang? apakah mampu bertahan dari tantangan zaman atau mengambang dalam arus yang bimbang?

 

oh indonesiaku, apa jadinya kehidupan dimasa yang akan datang kalo rakyat terus dicegat dalam ragam kontroversi hingga melupakan nilai nilai syar’i?

 

anti korupsi! anti korupsi! anti korupsi!

sebuah peringatan biasa yang kadang tak didengar. mungkin hanya hukuman potong tangan dalam islam yang mampu mengigatkan. aaah.. apakah benar satu satunya yang harus dilakukan untuk masa depan bangsa ini hanyalah menjunjung tinggi nilai moral (akhlaq) dalam diri, hingga mampu membenahi politik dalam negri, yang terbebas dari kasus korupsi? atau mungkin harus mengubah arah orientasi bangsa yang tidak didasari dengan Ahlul Sunnah Wal Jama’ah (Ahwaja)? entah lah, semoga saja indonesia menjadi bangsa luar biasa kedepannya, bukan hanya sekedar bangsa.

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *