Karya KBM1: Muslim Anti Korupsi

Posted on

Penulis: Akang Rizky @rizky_rifa

Predikat: Pemenang Hadiah Juara Ke-1

Pada postingan kali ini, gue mau membahas tentang “muslim anti korupsi”. Dan yang membuat postingan ini spesial adalah karena sebentar lagi kita akan menyambut hari anti korupsi sedunia pada tanggal 9 Desember 2013. mudah-mudahan postingan kali ini bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa … cekidot…:)

“KO-RUP-SI”, sepertinya kosa kata yang satu ini sudah tidak asing lagi, bahkan sudah menjadi bahasan yang wajib hampir di seluruh media masa, baik itu televisi, koran, majalah, di tambah lagi keisengan beberapa musisi Indonesia yang menjadikan korupsi sebagai tema lagunya. Sudah barang tentu bagi mereka yang belum faham definisi korupsi, akan bertanya-tanya, “apa sih korupsi itu?, bumbu masakan yaa?” bukan-bukan, kalo itu namanya terasi.

Bukan ini yang gue maksud korupsi

Terus korupsi itu apa kang?

Setelah menelusuri kamus bahasa Indonesia milik tetangga sebelah, akhirnya ditemukan pencerahan bahwa yang di maksud dengan korupsi itu adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. bahasa kerennya adalah “perampok profesional di keramaian tanpa beban” dan bahasa super gaulnya adalah “maling berpendidikan yang galau di tinggal kekasih”…haha

Oke-oke sekarang kita mulai serius tapi gak usah serius-serius banget yaah, santai aja laah. siapin dulu alat tulisnya sob..:)

Tau kah anda bahwa korupsi termasuk kejahatan luar biasa (extra ordinary crime)?

Gak tau tuh, kok bisa kang?

Yaa iya lah bisa. Soalnya, korupsi itu merupakan tindakan yang enggak hanya berdampak pada ekonomi tetapi juga sosial masyarakat, sob. Di banyak negara termasuk Indonesia, korupsi di nilai sangat mengganggu sistem perekonomian dan pemerintahan, sehingga dapat menimbulkan galau tingkat nasional, banyak ketidakadilan dan meruntuhkan kewibawaan pemerintah. Korupsi juga dapat menghancurkan seluruh sendi bermasyarakat dan bernegara kita. Yang lebih mengerikan lagi, korupsi menjadi penyebab kemiskinan yang utama. Yaa..yang U-TA-MA. fantastis kan? -__-”
untuk info lebih lanjut tentang dampak korupsi bisa download pdf nya disini (bilang aja males ngetik..:P)

Gara-gara korupsi

Emang pelaku korupsi itu siapa sih kang?

Pelaku korupsi itu tidak memandang jenis kelamin, suku, budaya, agama, ras dan kegantengan. semua yang namanya manusia (kecuali binatang) punya kesempatan untuk melakukan korupsi kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Mirip-mirip pelayanan jasa pengiriman barang laah. Fenomena yang terjadi belakangan ini cukup cetar membahana sob, pasalnya mayoritas pelaku korupsi banyak melibatkan pemerintah sebagai pemegang kendali kuasa. Tidak tanggung-tanggung, pemuka agamapun turut andil dalam kasus korupsi ini.

Aapaaah Pemuka agamaaaa?!!

Yeee…gak usah selebay itu juga kalee…Yaaps mereka yang menjadikan agama sebagai topeng di muka. eeh..eeh salah , maksudnya mereka yang keliatannya ngerti soal agama pun masih tergiur untuk melakukan tindakan korupsi. Sebut saja korupsi pengadaan Al-Qur’an, juga korupsi import daging sapi glonggongan. jelas banget mereka ngerti agama.

Gue sendiri pernah denger cerita tentang korupsi yang terjadi di tempat kerja gue yang berlokasi di cilegon. Gue punya temen, dan temen gue itu punya temen lagi. sebut saja dia Panjul. Tanpa di sangka ternyata si Panjul itu melakukan tidakan korupsi sob. Enggak gede banget sih, tapi yang namanya korupsi udah jelas ngerugiin pihak tertentu dalam kasus ini perusahaan. Gue enggak tau si Panjul ini ngerti agama atau enggak, tapi gue yakin si Panjul ini tau kalau tindakan yang dia lakukan itu adalah tindakan yang enggak jujur dan enggak amanah.

Ceritanya, ada banyak pengendara sepeda motor yang ingin memasukan motornya ke dalam wilayah pabrik. Jadi setiap motor tuh sebenernya gak boleh masuk wilayah pabrik kecuali ada kartu pass dan pembuatan kartu pass saat itu hanya dikhususkan bagi mereka yang jabatannya Foremen ke atas.
Nah karena bikin kartu pass itu serada ribet dan lama, si Panjul punya inisiatif yang serada-rada. Dengan jabatan yang di milikinya, secara serta merta dia memungut upeti kepada mereka yang ingin membuat kartu pass dengan alasan agar pengurusannya cepat dan enggak bertele-tele. otomatis dong ada aja orang yang kesel di mintain upeti. maka laporlah orang tersebut kepada pihak atasan. Dan kabar buruknya, si Panjul itu di pecat secara tidak terhormat. tragis banget yah??

Si Panjul dan mereka yang melakukan korupsi pasti menyadari dong, bahwa tindakannya itu hanya untuk memperkaya diri dan kelompoknya doang. dengan sengaja mereka mengabaikan rambu-rambu hukum dan agama serta merampas hak yang seharusnya orang lain rasakan tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Emang agama enggak ngebahas masalah korupsi kang?
Emang sih, kata “Korupsi” enggak ada dalam kitab suci manapun, tapi hakikat dari korupsi jelas di bahas di dalam agama. Pasti semua agama menentang kebohongan, keserakahan, kemunafikan dan pencurian yang terdapat dalam tindakan korupsi. Semua agama menjunjung tinggi kejujuran terlebih lagi agama islam sob. Sebab kejujuran dalam agama islam adalah kemuliaan dari beberapa kemuliaan yang menjadi pondasi prilaku beragama. Nabi Muhammad sallahu’alaihi wassalam pun sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, udah di gelari oleh masyarakat sekitar sebagai Al-Amin.

Emang Al-Amin apaan kang?

Yang jelas Al-Amin yang dimaksud bukan nama mamang batagor yah. Al-Amin adalah gelar buat orang yang dapat dipercaya, jujur dan setia. meskipun orang-orang quraisy pada waktu itu mendustakan kenabian Muhammad sallahu”alaihi wassalam tapi enggak ada satupun yang mendustakan kejujuran, amanah dan kebenaran beliau sob. Bahkan abu jahal , manusia yang jelas-jelas menentang dakwah Rasulullah sallahu’alaihi wassalam pun pernah ngomong “kami tidak pernah mendustakan engkau dan engkau bukanlah seorang pendusta. Namun, kami mendustakan apa yang engkau bawa.”

Setelah peristiwa tersebut Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Kami mengetahui bahwasannya apa yang mereka katakan kepadamu itu menyedihkan hatimu. akan tetapi, janganlah bersedih, karena mereka sebenarnya tidak mendustakan kamu, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Allah. (QS:Al-An’am :33)

Rasulullah sebagai suri tauladan umat islam bahkan umat manusia udah banyak menyampaikan hadist yang isinya perintah agar semua orang selalu bersikap jujur dan amanah.

Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata, Rasulullah saw. Bersabda: “sesungguhnya shidq (kejujuran) itu membawa kepada kebaikan, Dan kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu bertindak jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah swt sebagai pendusta” (Mutafaqun ‘Alaih)

“Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya), dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu”. (Diriwayatkan oleh al Imam Ahmad dan Ahlus Sunan)

Dan hadist yang ini pasti semua udah tau.

Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam yaitu:
1. Apabila dia berkata selalu berdusta.
2. Apabila dia berjanji tidak ditepati.
3. Apabila diberi amanat selalu khianat.
(HR: Bukhori dan muslim)

Bila kita melihat hadist diatas menjadi jelas banget, bahwa seorang Muslim itu harusnya tidak melakukan dan anti terhadap tindakan korupsi. Sebab korupsi sendiri adalah tindakan yang sangat-sangat tidak amanah dan tidak jujur.
Hadist diatas pun oleh para sahabat-sahabat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam dijadikan sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan beragama, bernegara dan bermasyarakat. salah satunya Umar Ibn Khathtab.ra. Elo tau kan Umar ibn Khathab.ra?
Beliau itu adalah khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar.ra. Sebagai khalifah, beliau rela tersengat terik panas matahari hanya demi menjaga amanah sob.

Emang gimana ceritanya kang?

Begini ceritanya, Suatu ketika sahabat Utsman ibn Affan sedang beristirahat didalam rumahnya dalam cuaca yang sangat panas sampai untapun terpaksa berteduh dibawah bayangan masjid. tidak lama kemudian datanglah pria separuh baya terhuyung-huyung menutupi mukanya. tanpa menghiraukan hamburan debu, orang itu berlari menembus tengah hari yang panasnya mengeringkan semak belukar. Utsman ibn Affan mengintai dari jendela rumahnya. Dia heran, siapakah laki-laki yang menantang matahari sendirian, sementara di jalan tidak seorangpun yang berani keluar dari tempat berteduh? Utsman menyangka, lelaki itu orang asing yang sedang ditimpa kesusahan. Tidak lama kemudian, lelaki itupun muncul kembali dengan menuntun seekor sapi pada tali kekangnya. Tanpa beranjak dari jendela Ustman memanggil orang asing itu agar berlindung dari sengatan panas di rumahnya. Dan mengenai kesusahannya, Ustman akan menolongnya. Maka alangkah kagetnya Ustman ibn Affan sesudah lelaki itu melintasi halaman rumahnya. ternyata dia adalah Amirul Mu’minin, Khalifah Umar Ibn Khathtab.
Dengan serta merta Ustman keluar dan bertanya., “Dari mana engkau wahai Amirul Mu’minin?” Umar menjawab, “Engkau lihat sendiri bukan, aku sedang menyeret sapi?”. “Milik siapa itu?” tanya Ustman tambah terkejut, sebab biasanya Umar tidak merisaukan harta bendanya. ” Ini salah satu sapi sedekah kepunyaan anak-anak yatim yang tiba-tiba lepas dari kandangnya dan lari kejalanan, jadi aku mengejarnya dan Alhamdulillah dapat aku tangkap” Utsman tersentak ” Tidakkah ada orang lain yang dapat melakukan pekerjaan itu? dan bukankah engkau seorang khalifah?” Umar memotong tegas, “Siapakah yang bersedia menebus dosaku di hari perhitungan kelak? Maukah orang itu memikul tangung jawabku dihadapan Tuhan? kekuasaan adalah amanat saudaraku bukan kehormatan.”
Utsman menyarankan agar Umar beristirahat dahulu menunggu cuaca agak redup. Umar hanya menjawab ,” Kembalilah ketempatmu bernaung wahai saudaraku. Biarlah ku selesaikan kewajibanku.”
Dengan terseok-seok, Umar melanjutkan perjalanannya di ikuti tatapan mata Ustman yang membasah. Utsman bergumam, “Engkau merupakan cermin bagaimana seharusnya seorang pemimpin negara berbuat, dan hal itu pasti membuat berat para khalifah sesudahmu.” [1]

Dari kisah diatas dapat diambil pelajaran bahwa seorang pemimpin itu seharusnya menjadikan jabatan sebagai amanah yang di jalani semaksimal mungkin bukan diperebutkan untuk mengais rejeki dan mencari popularitas demi kehormatan. sebab segala tindak perbuatan kita akan dipertangungjawabkan kelak di akhirat.
Emang sih sulit menjadi pemimpin semisal Umar ibn Khathab di zaman sekarang ini, tapi bukan berarti kita mengesampingkan nilai-nilai luhur yang udah di contohin oleh Rasulullah sallahu’alaihi wassalam dan para sahabatnya kan?. walaupun kita enggak bisa menjadi pemimpin semisal Rasulullah sallahu’alaihi wassalam dan para sahabatnya, setidaknya kita membenci tindakan yang tidak amanah serta menanamkan didalam diri sebagai muslim yang anti terhadap tidakan korupsi. mudah-mudahan dengan begitu kita bisa menjaga diri sendiri dan keluarga dari tidakan yang dilarang didalam agama.

Emang sulit yaa kang menghilangkan korupsi di muka bumi?
Untuk melenyapkan korupsi dari peradaban umat manusia itu tidak semudah membalikan telapak tangan juga enggak segampang masak air panas. tapi setinggi-tingginya tupai melompai pasti akan jatuh juga kan? (Emang gak nyambung). begitu juga korupsi pasti ada penyebab dan solusi untuk mengatasinya, ibarat penyakit pasti ada obatnya.
Ada beberapa aspek utama korupsi sehingga bila tidak kunjung diperbaiki maka korupsi akan terus menjamur dan tidak akan pernah selesai ceritanya kayak film laga Kian Santang.

Aspek utamanya apa tuh kang?
Gue bakalan ngejelasin aspek terpenting yang menyebabkan korupsi bisa merajalela. selidik punya selidik ternyata ada 4 macam aspek terpenting itu. diataranya aspek politik, hukum, ekonomi dan keagamaan. aspek itulah yang menjadi hal terpenting penyebab korupsi merajalela dan ceritanya terus menerus bersambung.

Aspek Politik
Kita dapat melihat sendiri fenomena yang terjadi di ranah perpolitikan akhir-akhir ini. Sebut saja pencalonan gubernur. Enggak sedikit dana yang dikeluarkan untuk kapanye menarik simpatisan masyarakat. Dari menyebarkan spanduk, poster, pawai, kaos, sampe celana dalem juga dibagiin (yang ini becanda). Mereka juga enggak lupa membagikan uang untuk orang-orang yang di minta partisi pasi suaranya. Dana yang dikeluarkan jelas gede banget buat orang kere kayak gue gini. Hal yang begini ini yang menjadikan alasan mereka setelah terpilih untuk mengembalikan modal yang udah dikucurkan dengan mencari keuntungan mengunakan jabatan yang di embannya.
solusi yang harus dilakukan oleh pemerintah sebagai otoritas tertinggi adalah dengan mengatur sistem kampanye agar tidak mengeluarkan dana yang besar. itu doang sih yang gue tau, mungkin lo punya pendapat lain.

Aspek Hukum
Lo tau kan, hingga saat ini hukuman bagi koruptor enggak sedikitpun menimbulkan efek jera ? faktor ini juga menjadi alasan terpenting kenapa korupsi enggak pernah berakhir di bumi Indonesia kayak film laga gajah mada.
salah satu solusinya, yaa dengan diterapkannya hukuman yang berat bagi pelaku korupsi misalnya potong tangan sesuai dengan syariat islam.

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. Al- Maidah : 38)

Ekonomi
Faktor ini juga gak bisa di pandang sebelah mata loh. Kalo lo liat pegawai negeri sipil yang jabatannya menengah kesamping. Penghasilan yang mereka peroleh jelas masih dibawah kebutuhan dasar ekonomi keluarganya. hal ini nih yang menjadi pemicu tindakan korupsi walaupun dalam skala yang relatif kecil, misalnya menerima suap dari pengusaha untuk pengadaan barang dan jasa atau berpura-pura melakukan study banding keluar kota padahal sebagian besar dananya digunakan untuk bersenang-senang dan berfoya-foya.
Solusinya adalah dengan meningkatkan gaji atau mengizinkan dan memberi pelatihan pegawai negeri sipil untuk mendirikan usaha milik pribadi biar bisa menunjang ekonomi keluarganya.

Keagamaan
Nilai-nilai keagamaan yang mulai pudar bahkan hilang menjadi pemicu tindakan korupsi. kebanyakan pelaku korupsi tahu bahwa mencuri itu dilarang dalam agama tapi karena jarangnya mereka bersentuhan dengan siraman rohani, menyebabkan hilangnya kesadaran mereka akan larangan tersebut.
Solusinya adalah dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan secara berkesinambungan sehingga menjadi acara rutin yang wajib untuk di ikuti oleh setiap otoritas pengendali kuasa serta terdapat sangsi bila ada yang tidak hadir. Bagi mereka yang beragama islam sekiranya perlu untuk dibekali nilai-nilai tambahan seperti tasawuf agar hati mereka tetap dalam kondisi ingat kepada Allah dalam situasi apapun. Sebab banyak juga dari mereka yang solat namun hati mereka lupa untuk mengingat Allah bahkan menjadi pelaku korupsi kelas kakap di ranah pemerintahan tanah air ku tercinta Indonesia raya Merdeka..!! :D. Misalnya dalam kasus korupsi import daging sapi dan pengadaan Al-Qur’an yang melibatkan petinggi beragama islam. Mudah-mudahan dengan nilai-nilai tasawuf setidaknya mereka akan berfikir seribu kali untuk melakukan tindakan korupsi. Aamiin…Allaahumma Aamiin…

Harapan gue, solusi diatas itu dilakukan secara serentak dan berkeseinambungan, Insya Allah negara kita akan terbebas dari virus korupsi. sebab Allah berfirman:
Allah Tidak Akan Merubah Nasib Suatu Kaum Sebelum Kaum Itu Merubahnya Sendiri. (QS Ar-ra’d ayat 11)
Wallahu’alam bishowab.

Oke cukup sekian pembahasan tentang muslm anti korupsinya. Jangan lupa, kunjungi website NU di sini, Add juga facebooknya di sini, dan yang terakhir, jangan lupa follow akun twitternya @ppmAswaja, sekaligus folow akun twitter gue juga yaah @rizky_rifa..:)

Artikel ini gue persembahkan buat ikutan lomba blog yang diselenggarakan oleh PPM Aswaja . Mau ikutan? Klik banner dibawah ini aja! atau bisa search di google dengan keyword: Muslim, Islam, Aswaja, Anti Korupsi. Oh iya, sebelum posting artikel, perhatikan Rulesnya yah…Sekiaaaaan…:)

_______________________________________________________________________________
[1] Al-Barabbasi, Nasiruddin; Kisah Kisah Islam Anti Korupsi; PT Mizan Publika; Bandung; 2009; hal. 58

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *