Karya KBM1: Muslim, Sadarkah Kau Telah Korupsi?

Posted on

Penulis: Muhamad Murodin       @Alfarochi_Murod

Predikat: Juara Hiburan Ke-17

KORUPSI, kalau saja seorang “True Muslim” dapat menelaah makna dari korupsi ini maka akan terkuak disana berjuta makna yang berawal oleh kata korupsi. Di Indonesia maupun di dunia secara globe, korupsi di identikkan dengan “memakan” uang rakyat melalui kekuasaan perorangan maupun kelompok yang merugikan rakyat banyak namun memperkaya sang KORUPTOR (Panggilan Pelaku Korupsi). Memang korupsi adalah kejahatan yang sungguh kejam melebihi pembunuhan, karena didalamnya penuh dengan tipu muslihat dan fitnah keji. Dan pantaslah kiranya hukuman dunia yang seberatnya sebelum merasakan hukuman Allah pada kiamat kelak. Fakta hukuman pelaku korupsi masih jauh kalah dengan mereka yang mengambil sekaleng susu di pusat perbelanjaan tanpa membayar. Ironi memang, tapi inilah dunia yang penuh muslihat.

Dalam hal ini, saya tidak inginkan jika kita semua seorang muslim mengartikan korupsi hanya dengan stagnan yang telah ada dan digunakan dalam hukum pemerintahan. Salah kah jika kita semua mengartikan KORUPSI adalah PENCURIAN UMUM. Bukan hanya sekedar menyelundupkan dana bantuan dan lainnya untuk kepentingan pribadi. Jika mengimplementasikan makna korupsi, maka saya bisa menjamin bahwa mausia di jaman modern pasti melakukan “KORUPSI”. Ada yang korupsi uang, ada yang korupsi waktu, ada yang korupsi sandang pangan dan papan serta korupsi hal lainnya.

Korupsi Uang
Korupsi ini sedang gencar-gencarnya diberantas di Indonesia oleh pihak berwenang, dari kasus teri hingga kasus kakap. Jika merujuk tema dari PPM ASWAJA yakni Mari Perbaiki Bersama sudahlah tentu satu contoh makna korupsi ini kita perbaiki bersama, bukan memberantas. Karena yakin jika korupsi diberantas, tidak akan terselesaikan dan sudah banyak bukti kasuk makna korupsi yang ini berakhir terbengkalai.

Korupsi Waktu
Banyak yang tidak sadar diantara kita bahwa masih tidak sedikit muslim yang melakukan korupsi ini. Contoh kecil adalah disaat waktu penghadapan seorang hamba kepada Rabbnya. Suara adzan masih banyak dikalahkan oleh aktivitas dunia. Sehingga, sadarkah bahwa kita korupsi jika melakukan contoh tersebut. Na’udzubillah
Korupsi Waktu bisa dilakukan oleh siapa saja, namun dalam kontek hukum dunia, jenis makna korupsi ini belum mendapatkan tempat hukuman didalamnya. Lantaran korupsi waktu sering kali dilakukan oleh orang-orang disekitar kita, atau bahkan kita sendiri yang melakukannya.
Mungkinkah korupsi waktu dapat legalitas hukum sehingga para koruptor waktu mendapat hukuman layaknya koruptor uang rakyat? Disinilah tempatnya untuk kita semua selalu memberbaiki dengan bersama, sehingga tidak ada lagi mereka yang melakukan korupsi ini dan kita pun bersama memperbaiki jadi Muslim Disiplin.

Korupsi Sandang, Pangan dan Papan
Dalam kasus makna korupsi yang satu ini juga masih tergolong korupsi “tak terduga”. Lantaran banyak pelaku korupsi ini banyak yang menyepelekan. Mari kita ambil contoh pertama, jika alhamdulillah setiap bulan menerima gaji sebesar lebih dari cukup. Namun tadak sedikitpun kesadaran kita bahwa pada harta hasil gajian itu ada sebagian hak milik anak yatim piatu. Sadarkah kita telah melakukan korupsi?
Contoh kedua, keberkahan Allah SWT Yang telah memberikan Nikmat kepada kita semua. Namun jika nikmat itu tidak mampu kita kelola secara benar, maka indikasi pra duga korupsi terdapat didalamnya. Aspeknya adalah dalam segi makanan atau minuman yang berlebihan, padahal telah kita ketahui bahwa diluar sana masih banyak manusia yang merasakan kelaparan. Sudi lah kiranya jika memang kita tidak ingin korupsi, hendaknya menikmati nikmat yang Allah berikan secukup kita butuhkan dan sebagian adalah milik mereka yang membutuhkan karena nikmat Allah untuk mereka adalah melalui perantara kita yang tercukupi.
Contoh Ketiga, dan ternyata selain indikasi makna korupsi yang terkandung dalam hal sandang dan pangan juga terdapat dalam hal papan. Sekunderitas dan primeritas sudah tentu jelas dalam hal ini. Korupsi papan menurut saya adalah mereka yang dengan semena-mena mengambil kesempatan dalam sebuah kesempitan. Terjadi sebuah kasus di tempat saya, seorang pemilik kontrakan yang menambah biaya sewa lantaran penghuninya berjumlah 10 orang lebih, biasanya biaya di hitung perpintu, maka dia menggunakan hitungan perorang dalam satu pintu tersebut. Tamak, serakah, dan jahat pantaslah jika siapapun mereka yang melakukan korupsi papan. Masya Allah, betapa sedikitnya sadar kita terhadap korupsi yang mungkin saja setiap harinya kita lakukan.

KORUPSI, masih banyak kiranya makna dari korupsi tersebut. Apakah yang menjadikan manusia berbondong-bondong mencari kesematan untuk korupsi? Jawabnya adalah karena kurangnya Taqwa kepada Allah SWT.
Jika lagi kalau mereka yang melakukan korupsi adalah seorang muslim, sungguh orang itu telah menggadaikan keislamanannya hanya untuk sesuatu yang sejuta persen bukan miliknya. Melalui media ini, saya mengajak, marilah perbaiki diri kita masing-masing. Jika pribadi ini sudahlah berada dalam jalan kebaikan, maka tidak ada salahnya kita perbaiki sesama kita dengan bersama-sama. Dan semoga kita semua tidak termasuk pelaku korupsi dalam contoh makna diatas.
Artikel ini saya persembahkan kepada www.ASWAJANU.com dalam ikut serta menyuarakan #MuslimAntiKorupsi.www.cyberdakwah.com

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *