[Karya KBM3] Ini Tanggung Jawab Kita

Posted on Updated on

Dewasa ini banyak para orang tua yang bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi kepada para generasi muda di negara kita ini? Pertanyaan tersebut muncul tidak lain karena para orang tua menyaksikan segala kelakuan para remaja yang semakin lama semakin tidak karuan. Tawuran, minum miras (minuman keras), narkoba, seks bebas, pornografi dan pornoaksi seolah sudah melekat dan bahkan menjadi makanan pokok didalam kehidupan para remaja di negara kita ini.

Negara kita yang dulunya terkenal akan sopan santunnya, keramah tamahannya kini telah berubah bahkan semua itu telah hilang seiring dengan perkembangan zaman yang begitu cepat. Remaja kita yang dulu nurut, patuh dan berbakti kepada orang tuanya justru kini tidak berbeda jauh dengan para remaja di negara-negara barat yang cenderung mempunyai kehidupan bebas, tidak mau diatur dan hidup semaunya sendiri.

Seperti itulah fakta yang selama ini terjadi dan terlihat dengan jelas ada didalam masyarakat kita. Bahkan dari segi pendidikan pun sangat memprihatinkan. Dahulu para remaja berusaha dengan keras untuk bisa bersekolah. Mereka rela jalan kaki ribuan kilo meter jauhnya karena memang hanya ada satu sekolah ditempat mereka. Naik gunung turun gunung melewati sungai hanya untuk bisa belajar disekolah, menuntut ilmu untuk bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Tapi lihat dewasa ini, dimana akses yang kian mudah, banyaknya bantuan pendidikan dari pemerintah sampai swasta. Bukannya belajar dengan baik, malahan banyak sekali yang membolos saat jam sekolah berlangsung. Menyebabkan ketika ujian banyak yang tidak lulus, ujung-ujungnya bukannya introspeksi diri malah menyalahkan pemerintah hingga banyak yang  meminta agar ujian nasional dihapus.

Begitu bobrok dan rusaknya akhlak para remaja kita saat ini yang disebut-sebut sebagai generasi penerus masa depan. Padahal bisa kita ketahui bahwa jika generasi penerus suatu negara baik maka negara itu akan maju karena mempunyai calon pemimpin yang baik dan begitu juga sebaliknya.

Coba kita bayangkan, jika saat ini remaja kita mengalami kerusakan akhlak yang begitu hebat, lalu apa yang akan terjadi dengan negara kita ini dimasa depan? Kita semua pasti bisa menjawab pertanyaan ini. Lalu apa yang harus kita lakukan? Apa kita hanya akan berdiam diri saja menyaksikan semua ini? Atau saling menyalahkan atas semua yang terjadi? Tentu saja tidak. Setelah mengetahui semua itu,  tidak lain tidak bukan kita harus mencari tahu penyebab dari hal-hal tersebut, penyebab dari kerusakan akhlak remaja kita. Baru selanjutnya memikirkan bagaimana cara mengatasi semua itu

Apa sebenarnya penyebab rusaknya akhlak remaja kita saat ini?
sebelum itu perlu kita ketahui bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Banyak juga masyarakat yang menyebutnya sebagai masa pencarian jati diri. Pada masa ini mereka mulai mengenal hal-hal baru, seperti lawan jenis juga melakukan hal-hal yang kiranya mampu memuaskan diri mereka terlebih di era globalisasi seperti sekarang ini.

Pada masa ini pula para remaja mudah sekali terpengaruh terhadap hal-hal baru meskipun itu tidak sesuai dengan agama dan norma-norma yang mereka anut. Namun sebagai generasi penerus bangsa mereka dituntut untuk pandai dalam memilih pergaulan juga panndai dalam memilah mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.

Namun kebanyakan remaja tidak mampu melaksanakan hal tersebut karena memang keadaan saat ini yang serba bebas menjadi kesulitan tersendiri terlebih lagi dengan adanya pengaruh budaya barat. Pemikiran, pergaulan, gaya hidup bahkan cara berpakaian remaja kita mengadobsi dari budaya barat sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa remaja kita telah terjerumus dalam kebebasan yang diusung oleh kaum kafir barat.

Kebebasan itu bukan hanya dalam satu hal saja melainkan kebebasan dalam segala hal. Contoh yang paling sederhana adalah cara berpakaian remaja putri yang minim bahan, serba seksi dan ketat. Semua itu tentunya memancing sahwat para remaja putra yang pada ujungnya bisa menjurus kepada seks bebas. Itu baru satu contoh kecil, dan tentunya masih banyak contoh yang lainnya.

Budaya barat telah menelan mentah-mentah akhlak para remaja kita. Hal ini menyebabkan generasi muda rusak moral dan akhlaknya serta menyebabkan remaja malas dan tidak berprestasi. Bukan hanya itu, paham-paham barat yang sejak dulu tertanam dengan kuat dalam masyarakat kita pun ikut ambil serta dalam hal ini, Seperti ;

Paham Sekulerisme : pahan yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama hanya diperbolehkan dalam urusan ibadah spiritual saja dan diharamkan ikut campur dalam urusan pengaturan kehidupan manusia. Melalui paham ini para remaja diajarkan untuk tidak mencampur adukan antara agama dan kehidupan, sehingga semua yang mereka lakukan di dalam kehidupan tidak dilandasi atas dasar halal haram, jika telah melaksanakan ibadah berarti telah menunaikan kewajiban agama. Hal seperti ini tentunya akan membuat kehidupan para remaja kita menyimpang jauh dari ajaran agama Allah SWT. Dan semua itu nantinya akan menyebabkan rusaknya moral dan akhlak para remaja kita.

Paham Liberalisme : paham yang mengajarkan bahwa setiap manusia bebas untuk mengatur kehidupannya sendiri. Termasuk dalam kebebasan dalam berpendapat, berperilaku, beragama dll. Melai paham ini secara tidak langsung remaja kita diajarkan melakukan segala hal sesuai kehendak dan keinginan mereka sendiri tanpa ada suatu batasan-batasan yang jelas. Paham ini tidak terlepas dari Kebebasan HAM yang menjadi Jargonnya.

Paham Hedonisme : menghalalkan berbagai macam cara untuk dapat memperoleh kenikmatan materi dan jasadi termasuk juga dengan seks bebas. Slogan untuk paham ini adalah 3F. Fun (kesenangan), Food (makanan / Pesta) dan Fashion (busana). Para remaja diajarkan untuk berburu kenikmatan terutama lewat sebuah makanan, melalui cara berpakaian dan lewat berbagai macam kesenangan ( seks bebas, kehidupan malam). Hal yang dilakukan tidak jauh-jauh berbeda dengan remaja barat yaitu melalui minum miras, mengonsumsi narkoba, cara berpakaian yang “kebarata-baratan” serta seks bebas

Semua paham yang telah disebutkan diatas merebak, menjalar dan mengakar dengan kuat dalam diri remaja kita seiring dengan kemajuan teknologi yang diciptakan oleh orang-orang barat. Remaja telah menjadi remaja yang sulit diatur dan sering bertindak sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

Harus diakui bahwa kerusakan generasi muda kita tidak terlepas dari penjajahan Barat, penjajahan yang sekarang tidak lagi dilakukan dengan kekerasan fisik namun dilakukan melalui pemikiran juga melalui penanaman paham-paham yang dapat merusak moral dan akhlak para remaja kita yang padahal diharapkan menjadi generasi penerus masa depan Negara kita ini. Untuk itu tentunya kita tidak boleh tinggal diam dengan semua ini, kita harus berani melakukan perubahan dan perlawanan.

Lalu bagaimana caranya untuk melakukan hal tersebut?
Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa cara yang terbaik adalah dengan memberikan pelajaran moral ataupun pendidikan agama kepada para remaja, malakukan pengawasan kepada tingkah laku para remaja, menanamkan dan memperkuat keimanan para remaja atau dengan cara lain yang sejenis dengan apa yang telah disebutkan. Sehingga akan tercipta remaja dengan moral dan akhlak yang baik, dan selanjutnya dapat menghindarkan remaja untuk terjerumus kedalam arus pengaruh kebudayaan Barat.

Memang cara tersebut benar, akan tetapi jika dilakukan sendiri tidak akan mampu mengubah para remaja kita secara keseluruhan. Hal itu hanya akan merubah secara individual saja, selain itu kemungkinan yang berhasil juga tidak banyak. Karena meskipun moral dan akhlaknya baik, jika terus menerus dijejali dengan paham-paham yang dapat merusak moral dan akhlak seseorang tentunya lambat laun para remaja kita juga akan ikut terseret kedalamnya.

Lalu bagaiamana cara yang benar ?
Sebelumnya harus kita sadari bahwa kerusakan moral dan akhlak yang dialami para remaja kita bukan sepenuhnya kesalahan mereka sendiri, Untuk itu semua masalah ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan bersama tidak hanya dari satu pihak saja. Keluarga, masyarakat dan terutama peran negara sangat diperlukan. Untuk itu peran negara harus lebih dominan dalam mengatasi permasalahan ini. Dimana negara harus memiliki aturan yang tegas dan masyarakat harus berupaya mengingatkan negara supaya bisa menjalankan Syariat Islam. Karena Islam dirasakan sebagai rahmatan lil ‘alamin ketika aturannya digunakan sebagai aturan dalam kehidupan manusia. Dalam Islam mengajarkan kita untuk menundukkan pandangan, mengatur tentang cara berpakaian, mengharamkan khalwat, mengharuskan pemisahan antara laki-laki dan perempuan serta memperbolehkan kerjasama antara pria dan wanita hanya selama dalam urusan syar’i.  Artinya Islam mempunyai aturan interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bisa menyelamatkan moral dari negeri yang mayoritas muslim dan kaya raya ini.

 

www.muslimedianews.com
www.cyberdakwah.com
www.piss-ktb.com

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *