[Karya KBM3] Moral Generasi Bangsa yang Semakin Memprihatinkan

Posted on Updated on

MORAL GENERASI BANGSA YANG SEMAKIN MEMPRIHATINKAN

A. Pendahuluan
Berbicara soal moral, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa makna dari moral. Istilah moral berasal dari bahasa Latin yakni “mos” (Moris), yang berarti adat istiadat, kebiasaan, peraturan/niali-nilai atau tata cara kehidupan. Sedangkan dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penentuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Selanjutnya moral dalam arti istilah adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk.
Sebagai modal bangsa tentu para pemuda diwajibkan untuk memiliki moral dan etika yang baik. Ilmu serta akhlaq yang terpuji sangatlah penting sebagai bekal untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Di tangan mereka masa depan bangsa ini ditentukan, namun sangat disayangkan jika saat ini moral para generasi muda yang menjadi harapan pun mulai memprihatinkan. Dapat dilihat dari banyaknya kasus penyimpangan yang dilakukan oleh para remaja dan pemuda. Banyak sekali ditemukan kasus-kasus yang dilakukan oleh pemuda-pemuda kita, caontohnya seperti mabuk-mabukan, judi, gengster, pergaulan bebas, dan masih banyak yang lainnya. Jika hal ini terus dibiarkan, bagaimanakah nasib bangsa kita kelak?
Kita ketahui, jika Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia, dengan penganut agama islam terbanyak pula. Tentu sebagian negara lain akan beranggapan jika Indonesia adalah negara yang kuat karena memiliki penduduk yang berkualitas. Apalagi Islam adalah sebuah agama yang paling berpengaruh. Islam mengajarkan dan menuntun manusia untuk berperilaku dan berbuat kebaikan, serta menjauhkan diri dari hal-hal yang buruk. Semuanya sudah jelas tertera di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjadi pedoman utama bagi semua kaum muslimin di dunia. Islam yang selalu mengajarkan kebaikan dan kebenaran, seharusnya dapat menghasilkan generasi yang hebat. Namun lemahnya iman pemuda saat ini menjadi kendala utama yang membuat mereka mudah terjerumus untuk melakukan penyimpangan. Tak heran banyak sekali kalangan dari non islam yang ingin menghancurkan dan memecah belah pemuda kita.

B. Contoh Kasus Penyimpangan
Berikut beberapa contoh sederhana yang dapat dilihat dari lingungan sekitar atau dari banyaknya kasus yang ada.
1. Penyimpangan dalam keluarga
Disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 23 dan 24 yang berbunyi :
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah satu seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku di waktu kecil’.” (QS. Al-Isra : 23-24)
Dari potongan ayat di atas kita dapat mengetahui, jika kita harus berbakti, menghormati, serta merendahkan diri dihadapan orang tua, sehingga dapat terjalin hubungan yang harmonis dalam sebuah keluarga. Namun saat ini banyak sekali anak-anak yang durhaka kepada orang tua. Dapat dilihat dari beberapa pemberitaan media massa tentang seorang anak yang melaporkan orang tuanya sendiri kepada polisi hanya karena masalah sepele. Seorang anak lebih mementingkan urusan kesenangannya bersama kawan-kawan di luar dari pada berbakti dan mengutamakan kebahagiaan kedua orang tuanya sendiri. Memaksakan kehendak yang diinginkan jika tidak, mereka mengancam akan pergi, bunuh diri, atau semacamnya. Jika seorang anak sudah berani membentak, mencaci, bahkan mengancam orang tuanya sendiri maka bisa dipastikan jika anak tersebut tak bermoral, lemah iman dan rendah akhlaqnya. Seperti inikah modal penerus bangsa masa depan, yang tak bisa menghargai keluarga dan justru menjatuhkan keluarganya sendiri?
2. Penyimpangan dalam Lingkungan Masyarakat
Lingkungan merupakan bagian penting pula dalam pembentukan moral seorang anak. Dari lingkungan sekitar setiap anak belajar bersosialisasi, mengamati segala bentuk perubahan, perbedaan, serta keadaan di sekelilingnya. Lalu penyimpangan apa yang sering terjadi di dalam lingkungan?
Sekarang ini banyak sekali ditemukan tempat-tempat maksiat. Seperti tempat perjudian, lokalisasi, dan hampir dengan mudah kita bisa menemukan tempat yang menyediakan minuman keras. Bisa dipastikan banyak sekali para pemuda yang akan terjerumus kedalamnya. Sekarang ini anak-anak SMA maupun mahasiswa, mulai terbiasa dengan mengkonsumsi miras, seakan sudah menjadi hal yang umum dan biasa. Dalam surat al-Maidah ayat 90-91 yang artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr (minuman keras), judi, berhala, dan mengundi nasib adalah najis yang merupakan perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat kemenangan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran meminum khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu).”
Ayat di atas menjelaskan, jika minuman keras, berjudi, menyembah selain Allah, dan mengundi nasib merupakan perbuatan yang Allah benci. Hanya dari perjudian dapat menimbulkan banyak sekali madhorot. Perkelahian antar sesama, pencurian, hilangnya akal sehat, perzinaan, memiskinkan keadaan, dan lain sebagainya. Bahkan salah satu sahabat Nabi yakni Usman RA mengatakan jika minuman keras adalah induk dari segala perbuatan keji.
Rasulullah SAW bersabda: “Ada 4 golongan manusia yang tidak dapat mencium bau surga, padahal baunya bisa tercium dari jarak (perjalanan) 500 tahun, yaitu:
1) Orang kikir
2) Orang yang suka menyebut-nyebut shadaqohnya
3) Orang yang selalu minum minuman keras
4) Orang yang durhaka kepada orang tuanya.
Selain itu Ibnu Mas’ud RA menyebutkan ada 10 pihak yang akan mendapatkan madhorot dari minuman keras, diantaranya :
1) Orang yang memerasnya.
2) Orang yang meminta diperaskan.
3) Orang yang memberikan.
4) Orang yang meminumnya.
5) Orang yang menjual.
6) Orang yang membeli.
7) Orang yang membawakannya.
8) Orang yang dibawakan.
9) Orang yang menjadikan tempat (toko) menanamnya.
10) Orang yang menjualkannya.

3. Penyimpangan dalam Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan tempat untuk menuntut ilmu, di dalam sekolah anak dapat mempelajari apa yang tidak diajarkan di dalam keluarga maupun di lingkungan bermainnya. Seorang anak akan menghabiskan sebagian waktunya untuk sekolah. Mereka dapat menemukan banyak teman dengan bermacam-macam karakter yang berbeda satu sama lain. Perbedaan ini jika tidak diikuti dengan proses seleksi yang baik, akan membawa dampak yang negatif bagi seorang individu seorang anak. Dari teman, seorang anak akan sangat mudah terpengaruhi. Belakangan ini banyak sekali terjadi penyimpangan yang terjadi di dalam area sekolah, seperti perkelahian antar teman, tawuran, penindasan terhadap yang lemah, pelecehan seksual, bahkan sampai pembunuhan. Sebuah hadits meriwayatkan
“Barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehiduoan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu. (HR. Thabrani).”
Dari hadist di atas jelas menerangkan pentingnya ilmu untuk menjalani kehidupan baik di dunia maupun di akhirat dan sekolah adalah salah satu sarana untuk mendapatkan ilmu. Setiap pemimpin maupun yang dipimpin, ataupun setiap individu yang memimpin dirinya sendiri wajib memiliki ilmu serta pengetahuan yang luas. Namun semakin hari semakin banyak saja kasus penyimpangan yang justru terjadi di dalam lingkungan sekolah, yang seharusnya dijadikan tempat untuk mendapatkan ilmu. Dalam sebuah hadits Bukhari meriwayatkan :
“Perumpamaan apa yang aku bawa dari petunjuk dan ilmu adalah seperti air hujan yang banyak yang menyirami bumi, maka di antara bumi tersebut terdapat tanah yang subur, menyerap air lalu menumbuhkan rumput dan ilalang yang banyak. Dan di antaranya terdapat tanah yang kering yang dapat menahan air maka Allah memberikan manfaat kepada manusia dengannya sehingga mereka bisa minum darinya, mengairi tanaman dengannya dan bercocok tanam dengan airnya. Dan air hujan itu pun ada juga yang turun kepada tanah/lembah yang tandus, tidak bisa menahan air dan tidak pula menumbuhkan rumput-rumputan. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan orang yang mengambil manfaat dengan apa yang aku bawa, maka ia mengetahui dan mengajarkan ilmunya kepada yang lainnya, dan perumpamaan orang yang tidak perhatian sama sekali dengan ilmu tersebut dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.”
Sehingga setiap pemuda harus memiliki ilmu, tanpa ilmu ia seperti terobang-ambing oleh perkembangan jaman yang semakin keras dan menuntut kemajuan. Seseorang yang tak berilmu hanya akan diperbudak oleh kebodohannya sendiri, sehingga ia akan sangat mudah untuk terjerumus dalam hal-hal negatif.

C. Faktor-faktor yang Menyebabkan terjadinya Penyimpangan
1. Kurangnya peran keluarga dalam tumbuh kembang seorang anak.
Keluarga merupakan bagian terpenting dari pembentukan moral dan akhlaq seorang anak. Kurangnya perhatian, kasih sayang serta pendidikan di dalam keluarga akan memberi dampak yang sangat buruk bagi anak. Orang tua yang terlalu sibuk dapat membuat seorang anak merasa kekurangan kasih sayang sehingga si anak akan mencari kesenangannya di luar lingkungan keluarga. Si anak akan merasa nyaman dan percaya kepada teman-temannya dibandingkan dengan orang tuanya sendiri. Jika orang tua memiliki sikap masa bodoh dan tidak dapat mengawasi sepenuhnya bagaimana pergaulan anak di luar rumah, bagaimana teman-teman bergaulnya serta bagaimana lingkungan bermainnya. Maka besar kemungkinan si anak akan mendapatkan banyak pengaruh negatif dari luar. Ia akan melakukan banyak penyimpangan-penyimpangan sesuai perkembangan waktu, seperti mengonsumsi narkoba, seks bebas, kebut-kebutan, menjadi brandal atau pun mabuk-mabukan.
Selain kurangnya pengawasan, keluarga yang kurang harmonis juga dapat menjadi kendala terbentuknya moral yang tidak baik. Seorang anak yang sering melihat pertengkaran di dalam rumahnya akan membuat perkembangan psikologisnya terganggu, biasanya dia akan tumbuh menjadi seorang anak yang membrontak, keras dan mudah depresi. Banyak anak yang bermasalah dengan hidupnya karena tinggal dalam keluarga broken home, hingga banyak dari mereka memutuskan untuk bunuh diri atau hidup di dunia luar yang keras dan kejam.
2. Lingkungan yang tak sehat
Kita hidup dalam sebuah lingkungan bermasyarakat. Lingkungan akan mempengaruhi pembentukan karakter seorang anak. Lingkungan yang sehat dan baik tentu akan memberi dampak positif bagi seorang anak. Dari lingkungan mereka akan banyak belajar, jika yang dilihatnya setiap hari adalah orang-orang yang suka mabuk-mabukan, berjudi, ataupun berzina. Maka akan menutup kemungkinan kelak ia dewasa akan berperilaku sama seperti apa yang telah ia lihat sebelumnya. Pilihlah lingkungan yang baik demi masa depan perkembangan anak.
3. Pemilihan teman
Dalam bermain seorang anak juga harus dituntut untuk bisa memilah mana teman yang baik dan mana yang akan membawa dampak buruk baginya. Teman yang baik senantiasa akan mengingatkannya dalam hal-hal baik, begitu pula sebaliknya. Jika seorang anak berkawan dengan orang yang salah, maka dia akan terus diajak untuk bersikap, bertindak dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan temannya. Di sini peran keluarga juga kembali dibutuhkan untuk memberikan pengertian kepada seorang anak. Mana yang baik dan mana yang buruk untuknya.
4. Kurangnya pendidikan
Di sini pendidikan dibagi menjadi dua jenis, pendidikan umum dan pendidikan agama. Pertama kurangnya pendidikan umum yang diterimanya dalam masa belajar serta pada saat pencarian jati diri juga dapat mempengaruhi perilaku seorang anak. Kebanyakan seorang anak yang hanya lulusan SD atau SMP akan mudah dalam mengambil keputusan, mudah terpengaruhi, mudah percaya dan tak bisa berpikir jauh kedepan. Hingga saat mereka dewasa pun mereka akan kesusahan untuk menyesuaikan terhadap perkembangan jaman. Sampai saat ini rendahnya pendidikan menjadi faktor terjadinya tindak kejahatan di Indonesia. Contohnya pencurian, premanisme, perampokan, perjudian dan lain sebagainya.
Kedua pendidikan agama, orang tua juga harus mampu mengajarkan tentang ilmu agama untuk anak-anaknya. Penanaman ilmu agama sangatlah penting demi menciptakan generasi yang hebat. Sebisa mungkin sejak dini, bahkan dalam kandungan sekali pun seorang anak sudah diperkenalkan tentang agama. Kurangnya pemahaman agama juga berdapak buruk pada si anak saat dewasa nanti. Lemahnya iman serta aqidah seseorangan akan membuatnya mudah terjerumus dalam hal-hal maksiat. Mereka tak tau mana yang benar dan mana yang dilarang dalam agama. Mereka akan berbuat sesuka hati tanpa memperdulikan rasa takut kepada Allah serta balasan apa yang bisa diterima kelak di akhirat, dalam pikirian mereka hanya mencari tahu bagaimana mendapatkan kesenangan dunia semata. Padahal tanpa agama sia-sialah hidup seseorang selama di dunia. Pepatah mengatakan “Barang siapa yang hanya mengejar urusan dunia, maka ia tak bisa mendapatkan kesenangan akhirat dan barang siapa yang mengejar urusan akhirat maka kesenangan dunia pun dia dapatkan.”
5. Kurangnya panutan hidup
Tidak adanya panutan hidup yang baik juga menjadi salah satu faktor terjadinya penyimpangan. Selain orang tua, pemuda juga butuh panutan atau idola yang baik. Apalagi masa muda ialah masa dimana mereka akan menemukan sosok baru sebagai idola, segala bentuk yang mereka lihat akan mereka tiru. Namun banyak sekali generasi muda yang salah dalam menjadikan panutan mereka. Sekarang ini banyak sekali yang mengidolakan artis baik dalam negeri maupun dari mancanegara. Mereka begitu mengagung-agungkan idola mereka, yang kebanyakan memiliki gaya hidup tak sehat. Ikut berpakainnya yang tak senonoh, hilangnya batasan antara laki-laki dengan perempuan, hidup bebas, dan lain sebagainya. Mereka rela meninggalkan kewajibannya sebagai umat beragama hanya untuk menonton konser atau memilih untuk berdesak-desakkan demi melihat idolanya itu, dan mereka akan menganggap acara-acara religius itu sangat membosankan. Jika hal tersebut di biarkan maka hidup mereka akan semakin tak terarah dan tenggelam dalam urusan duniawi saja.
6. Media sosial/Jejaring sosial yang tak sehat.
Siapa yang tak mengenal tentang media sosial, saat ini kita bisa menemukan beragam media sosial yang beragam.mulai dari facebook, twitter, instagram, you tube, dan lain-lain. Semua itu akan terus mengalami kemajuan sesuai perkembangan jaman, namun media sosial yang tak digunakan dengan baik juga dapat membuat rusaknya moral generasi muda. Belakangan ini banyak sekali ditemukannya penyimpangan yang disebabkan oleh media sosial terutama jejari sosial. Mulai dari kasus penipuan, pelecehan seksual, sampai penculikan. Seorang anak yang masih dalam masa pengawasan atau dalam masa pencarian jati diri harus mendapat bimbingan dari orang tua. Bahkan saat ini banyak sekali situs porno yang dapat dengan mudah di temukan dari internet. Website yang harusnya dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi pun disalah gunakan untuk perdagangan wanita, untuk menunjang bisnis haram seperti lokalisasi online. Selain itu tak sedikit pula game online yang menjadi kegemaran para remaja menyuguhi game-game yang tak senonoh, dan sangat mudah untuk merusak moral pemuda bangsa. Sangat disayangkan jika ada seorang anak yang hanya menghabiskan waktunya untuk melakukan aktifitas-aktifitas seperti itu.

D. Solusi
Adapun solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah banyaknya terjadi penyimpangan diantaranya :
1. Orang tua harus bisa memaksimalkan perannya dalam membina, mendidik, serta membentuk karakter seorang anak. Orang tua harus mampu menjadi panutan yang baik sehingga anak tau mana yang baik dan mana yang buruk. Selain itu penuhilah hak-hak seorang anak sesuai dengan kebutuhannya, seperti kasih sayang, perhatian, dan kebahagiaan. Jangan sampai seorang anak mencari kebahagiaannya sendiri di luar rumah, karena hal tersebut akan sangat mempengaruhi pola hidupnya kelak. Dan perlu diketahui jika orang tua adalah cerminan seorang anak, orang tua yang baik akan menghasilkan generasa yang baik, begitu pula sebaliknya. Orang tua yang tak bisa menjadi panutan baik akan menghasillkan generasi yang sama sepertinya.
2. Pendidikan sangatlah penting untuk menciptakan generasi yang hebat, selain pengetahuan umum seorang anak juga harus mendapatkan bekal ilmu agama yang cukup sehingga ia tidak mudah terpengaruh dalam pergaulan yang tak sehat. Moral remaja yang rusak cenderung disebabkan oleh pembentukan mental yang kosong. Ia tak memiliki pegangan hidup, serta landasan agama yang kuat. Seerorang yang berakhlaq mulia, pasti akan mampu menjadi pemimpin yang baik. Dia tidak akan melupakan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidupnya. Sehingga ilmu agama sangatlah penting untuk diajarkan sedini mungkin kepada seorang anak. Seseorang yang berakhlaq dapat menyelamatkan hidupnya sendiri serta orang-orang disekelilingnya dari bahaya fitnah setan yang selalu menjerumuskan anak-anak adam untuk berbuat maksiat.
“Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa sebanyak dosa orang yang mengikutinya itu tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka” Hadits Riwayat Muslim.
3. Pilihlah lingkungan tempat tinggal yang sehat untuk membentuk karakter seseorang yang sehat pula. Selain mendapatkan contoh yang baik dari orang tua, anak juga butuh panutan yang baik dari lingkungannya. Karena apabila seseorang bergaul di lingkungan yang baik, maka akan timbul kepribadian yang baik. Apabila seseorang bergaul dalam kondisi lingkungan yang kurang baik, maka akan timbul kepribadian yang kurang baik juga.
4. Berhati-hatilah dalam memilih teman bergaul, karena biasanya seorang anak akan sangat mudah terpengaruhi oleh temannya sendiri, hal tersebut akan berdampak pada pembentukan etika, moral, dan akhlaq.
5. Manfaatkan media masa dengan sebaik mungkin, baik dari media cetak maupun media elektronik terutama yang berhubungan dengan media sosial serta internet. Selain itu pilihlah tontonan yang berkualitas dan mendidik.

www.muslimedianews.com
www.cyberdakwah.com
www.piss-ktb.com

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *