[Karya KBM3] Moral Itu Penting!

Posted on Updated on

Sebagai bangsa dan negara yang besar, Indonesia memiliki harapan yang  tinggi terhadap pemuda – pemudi bangsa sebagai pemimpin untuk masa depan. Sejarah telah membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mempunyai peran yang besar dalamkelangsungan hidup bangsa dan negara. Hal tersebut dibuktikan salah satunya dengan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Peristiwa sumpah pemuda  dilaksanakan oleh perhimpunan pelajar Indonesia dan berbagai organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond dan lain – lain.

Lalu bagaimana dengan generasi muda Indonesia zaman sekarang? Tentunya kalau kita mengikuti berita yang bersumber dari media cetak ataupun elektronik, ada banyak sekali insiden yang terjadi dan menimpa para generasi muda. Hal ini dapat kita lihat dari tayangan di televisi tentang adanya sesama anak bangsa yang gemar menabur benih-benih kebeneian, permusuhan, dengki dan dendam. Para siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi sering terlibat dalam aksi-aksi kekerasan, pornografi, narkoba dan sederet cerita tentang penyakit sosial lainnya. Pada bulan agustus 2014 bahkan terdapat satu pelajar tewas dalam tawuran antar pelajar di Jakarta Timur antara siswa SMA Adi Luhur dan SMA Budi Murni. Tentunya hal tersebut sangat disayangkan apabila terus terjadi karena masa depan bangsa ada pada generasi muda.

Berdasarkan survei jumlah anak muda Indonesia mencapai lebih dari 30% total populasi. Hal ini menandakan potensi yang begitu tinggi bagi pembangunan bangsa dan negara yang progresif dan dinamis. Mewakili Indonesia dalam berbagai organisasi internasionaldan mengikuti agenda internasional seperti konferensi, forum, konfensi, seminar, pertukaran pelajar, kompetisi dan lainya merupakan sebagian cara bagi anak muda zaman sekarang untuk mengekspresikan rasa nasionalismenya melalui prestasi dan kompetisi.

Dalam bidang socialpreneur atau entrepeneur yang memiliki dampak positif dalam bidang sosial terdapat nama Hafiza Elfira seorang mahasiswi dengan Nalacity Foundationnya yang memberdayakan penderita penyakit kusta sebagai pengrajin. Ada juga  Hibar Syahrul Gafur siswa SMP yang meraih medali emas dalam kompetisi International Exhibition of Young Investor.

Bila diperhatikan para tokoh muda pada zaman perjuangan dulu dan dua contoh anak muda berprestasi diatas, mereka sama- sama memiliki modal dasar yang kuat berupa ilmu, keberanian dan semangat yang besar untuk persatuan dan kemajuan bangsa. Kondisi mental yang membuat seseorang tetap berani, bersemangat, bergairah dan berdisiplin merupakan definisi dari moral dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dengan demikian dapat diartikan bahwa modal dasar berupa moral inilah yang penting untuk dimiliki oleh generasi muda penerus bangsa.

 

Link Terkait :

www.muslimedianews.com

www.cyberdakwah.com

www.piss-ktb.com

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *