[Karya KBM3] Moral = Kompetensi

Posted on Updated on

Anda dan aku pasti sudah biasa mendengar dan melihat adegan seperti yang tertera di dalam video di bawah ini

Pacaran yap itulah namanya, berawal dari memberikan perhatian, kemudian memberikan semangat atau motivasi.

Yah, itulah salah satu bentuk dari moral remaja ataupun pemuda yang rata-rata pelakunya adalah orang yang merasa putus asa karena merasa kurang kasih sayang dari orang tua.

Biasanya pacaran sebagai suatu bentuk pelarian dari masalah yang terjadi di keluarga karena merasa kurang nyaman dari sisi psikologi. Meskipun, ada juga ya ngga sih.

Anda atau banyak orang sudah hilang urat malu saat mengatakan kepada orang lain “Aku berpacaran”, memamerkan di acara pernikahan orang atau teman Anda.

Atau yaaa Anda mempublish tulisan di media jejaring sosial mengenai “Betapa berartinya dirimu” serta berbagai ungkapan yang memamerkan rasa sayang Anda kepadanya, udah gitu disertai dengan berfoto menempel atau minimal di rangkul sama si dia yang bikin syuuur.

Pacar yang Anda anggap baik tapi bukanlah yang terbaik karena Anda harus mencari pasangan yang benar dan tulus demi Tuhan bukan?

Bisa saja, pacar Anda itu malah menjerumuskan untuk kehilangan bakti kepada orang tua karena sudah kurang merestui hubungan Anda dengan si dia, namun yang Anda lakukan malah membuktikan kalau orang tua salah dengan tetap ngotot alias memaksakan kehendak.

Atau pacar Anda merayu untuk membantu membela sekolahnya dalam memenangkan tawuran, merayu meminum minuman beralkohol, menggunakan narkoba, dan ironisnya memperutkan nafsu yang mengarah kepada zina karena sang do’i meminta untuk dicium, digandeng, dipeluk atau malah mengajak hubungan seksual di luar menikah.

Bukan hanya itu saja, pacar Anda juga menjerumuskan untuk memutus tali silaturahmi hanya karena ia berkata “Aku cemburu”.

Padahal tuh ya, memutus silaturahmi entah dalam bentuk memblokir Facebook, memblokir Twitter, tidak menjawab SMS, tidak menjawab email, tidak menegur dan segala macamnya sudah jelas dalam Agama Islam bahwa kuburannya akan dipersempit dan diharamkan baginya bau surga. Hih takut!

Bukan menutup kemungkinan di AFTA 2015, orang akan mencari informasi mengenai Anda secara mendetail serta mempertimbangkan perilaku serta moral Anda yang bisa di dapat dari jejaring sosial, blog dan langsung.

Kenapa begitu? Karena orang akan mencari orang terbaik untuk dijadikan relasinya, anak buahnya dan temannya. Yang itu semua dijadikan acuan untuk kompetensi dan integritas Anda.

Waaaah kalau orang tahu Anda berperilaku begini gimana? Tapi tidak ada kata terlambat!

Semua ini bisa diperbaiki, namun kembali kepada diri Anda sendiri.

Cara paling mudah untuk memperbaiki adalah membaca dan mengaplikasikan tulisan-tulisan yang ada di

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *