[Karya KBM3] Pemuda Antara Kenyataan dan Harapan: Perilaku Kerusakan Moral Pemuda Masa Kini

Posted on Updated on

PENDAHULUAN
Era Globalisasi dan modernisasi membawa pemuda dan masyarakat tergerus oleh zaman. Kita bersyukur jika yang di ambil adalah sisi positif nya, jika malah sebaliknya ini yang mengkhawatirkan. Keadaan umat saat ini bisa dilihat realita nya didalam kehidupan sehari-hari. Tidak sesuai lagi dengan ajaran islam dan para pemudanya juga asing bahkan mungkin telah jauh dari islam itu sendiri. Kekhawatiran akan umat apalagi pemuda, penerus lagi pelurus bangsa membawa saya untuk ikut berpartisipasi dalam kepenulisan ini.
Setiap zaman selalu memiliki tantangan masing-masing. Jika pada zaman penjajahan tantangan generasi muda adalah menentang penjajahan dan merebut kemerdekaan. Maka seiring dengan globalisasi dan modernisasi yang menuntut adanya sebuah rekonstrusi peran pemuda sebagai tulang punggung kelangsungan sebuah bangsa. Jika pembinaan dan orientasi pemuda kurang mendapatkan sorotan elemen bangsa, maka ekses negatif yang lahir mondialisasi gaya hidup, budaya, sosial, dan cara pandang pemuda sebagai generasi bangsa perlu di waspadai.
Globalisasi dan modernisasi yang melahirkan imitasi budaya dikalangan muda, lewat asumsi mereka (pemuda) kini bahwa mereka lebih bangga dengan identitas semu atau kultur imitasi yang mereka sandang dalam kesehariannya. Pada akhirnya identitas yang sebenarnya pada generasi muda khusus kalangan muslim yang seharusnya berorientasi kepada alquran dan sunnah pun kini tiada. Berkaca pada hari ini banyak sekali penyimpangan dan perilaku negatif yang dilakukan generasi muda hari ini. Padahal generasi muda adalah bagian dari masyarakat, yang kini telah kehilangan perannya di tengah-tengah umat. Masalah utama pemuda usia remaja berawal dari pencarian jati diri. Mereka megalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar juga jika dikelompokkan dalam kelompok dewasa. Hal ini merupakan masalah bagi setiap remaja di belahan dunia ini.
Saat ini generasi muda ataupun kalangan dewasa telah kehilangan rasa malu untuk berbuat hal negatif di tengah-tengah masyarakat. Tak sedikit yang mempertontonkan kemesraan dimuka umum bak sejoli yang sedang di mabuk cinta. Padahal mereka tak menyadari tengah dalam perangkap syaitan yang membutakan mereka untuk masuk kedalam lubang kemaksiatan. Para pemuda juga tak sedikit yang melakukan tawuran antar pelajar atau mahasiswa. Bukan menjadi cerminan pelajar dan mahasiswa yang baik malah tawuran dan yang lebih parahnya lagi merusak fasilitas sekolah dan kampus. Memakai narkoba dan masih banyak lagi. Jika tadi adalah penyimpangan yang kita lihat diluar bagaimana jika kita melihat pada instansi terkecil dalam hidup kita tapi menjadi ujung tombak pembentukan karakter apalagi kalau bukan keluarga. Banyak sekali anak yang melawan orang tua, bahkan banyak pemberitaan di media seorang anak yang membunuh orang tuanya karena tidak diberikan uang .
baru-baru ini juga tersiar kabar seorang anak yang menggugat ibu kandung nya sendiri. Jika dijabarkan sungguh banyak sekali penyimpangan yang telah dilakukan. Ini membuktikan moral generasi muda telah bobrok dan memprihatinkan. Ketika arus globalisasi dan modernisasi tidak bisa kita hadapi dengan cermat bagaimana dengan era pasar global yang akan dihadapi, tentu sangat mengancam ketahanan tembok moralitas bangsa. Maka, dari itu kita akan membahas contoh peristiwa kerusakan moral remaja dan pemuda di masyarakat, penyebab kerusakan moral, dan juga usulan untuk perbaikan atas kerusakan moral tersebut.

A. CONTOH PERISTIWA KERUSAKAN MORAL REMAJA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT
Dibawah ini kita akan membahas peristiwa kerusakan moral dikalangan remaja dan pemuda di masyarakat. Walaupun tidak secara keseluruhan tapi dibawah ini adalah peristiwa yang sering dilakukan oleh remaja dan pemuda saat ini apalagi dilingkungan penulis.
1. Mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang
Pengertian narkoba
Istilah narkoba dalam konteks hukum islam, tidak di sebutkan secara langsung dalam alquran maupun dalam sunnah. Dalam alquran hanya menyebutkan istilah khamr. Tetapi karena dalam teori ilmu Ushul fiqih, bila suatu hukum belum ditentukan status hukumnya, maka bisa diselesaikan melalui metode qiyas(analogi hukum).
Secara terminologi khamr adalah:
‘’bahwa khamr(minuman keras) menurut pengrtian syara’ dan bahasa arab adalah nama untuk setiap yang menutup akal dan menghilangkanya, khususnya zat yang digunakan untuk minuman keras terkadang terbuat dari anggur dan zat lainnya.’’
Khamr dalam istilah hukum nasionalnya adalah minuman keras atu minuman yang mengandung alkohol.
Berdasarkan definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap sesuatu yang memabukkan dan merusak akal pikiran termasuk kategori khamr, baik yang terbuat dari anggur, kurma, dan lainnya termasuk dalamnya narkoba. Sedangkan pengertian narkoba secara terminologis adalah setiap zat yang apabila dikonsumsi akan merusak fisik dan akal, bahkan terkadang membuat orang menjadi gila atau mabuk. Hal yang demikian juga dilarang oleh undang-undang seperti: ganja, opium, morfin, heroin, kokain dan kat.
Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2006, menyatakan bahwa pelajar dan mahasiswa tidak bebas resiko penyalahgunaan narkoba. Diantara 100 pelajar dan mahasiswa rata-rata 8 pernah pakai dan 5 dalam setahun terakhir pakai narkoba. Penyalahgunaan sudah terjadi di SLTP. Diantara 100 pelajar SLTP, rata-rata 4 dalam setahun terakhir pakai narkoba. angka pernah pakai lebih tinggi dua kali lipat pada mahasiswa (12%) dibanding pelajar SLTP (6%). Kemudian, sekitar 40% penyalahgunaan di SLTA dan separuhnya di akademi/PT mengaku pernah atau setahun ini memakai ganja.
Bagaimana jika bicara sekarang di tahun 2014 dan sebentar lagi akan menuju 2015, tidak dapat dipungkiri tingkat pemakaian obat-obat terlarang meningkat. Di lingkunagn penulis saja, sudah tersiar kabar bahwa para pemuda di daerah ini tidak sedikit yang memakai narkoba dan sangat memprihatinkan nya lagi mereka juga mengkontaminasi anak-anak di lingkungan tersebut untuk memakai nya. Dengan memberikan nya secara gratis di awal, setelah dipakai dan ketagihan sudah bisa di pastikan anak tersebut akan menggunakan segala cara untuk membelinya. Bahkan saya pernah melihat anak yang masih duduk di bangku SD sudah merokok dengan santainya tanpa rasa bersalah apalagi takut dan itu terlihat langsung oleh saya. Karena ketika itu mereka merokok lewat dari rumah saya. Bagaimana yang ditingkat SMP dan SMA? Takutnya mereka telah memakai barang haram tersebut. Nauzubillah. Kemudian, kenapa saya bilang bahwa kawasan atau lingkungan rumah saya ini telah terkontaminasi oleh barang haram tersebut, karena saya melihat gaya-gaya pemuda disini sama sekali tak bergairah untuk hidup dan tak jarang mereka keluar larut malam untuk hal yang tidak penting. Karena pemakaian narkoba ini membuat mereka bertindak lebih parah lagi. Apalagi kalau bukan mencuri, sudah mereka tidak bekerja bagaimana bisa memebeli barang haram tersebut. Jalan pintas nya adalah mencuri. Dan sudah sering sekali pencuri ini tertangkap oleh warga. Saya juga pernah melihat mereka datang ketempat-tempat gelap. Kalau di fikir-fikir apa yang dilakukan mereka disana?.

2. Seks Pra Nikah yang Menyebakan Kehamilan pada Remaja
Remaja memasuki usia subur dan produktif. Artinya, secara fisiologis mereka telah mencapai kematangan organ-organ reproduksi, baik remaja laki-laki maupun remaja wanita. Kematangan organ-organ reprodusi tersebut mendorong individu untuk melakukan hubungan sosial baik dengan sesama jenis maupun dengan lawan jenis. Mereka berupaya mengembangkan diri melalui pergaulan, dengan membentuk teman sebaya. Pergaulan bebas yang tak terkendali secara normatif dan etika-moral antar remaja yang berlainan jenis, akan berakibat adanya hubungan seksual diluar nikah. Pacaran dengan bermesra-mesra dan akhirnya kelewat batas dengan melakukan hal yang dilarang agama.
Islam sudah mengatur antara laki-laki dan perempuan. Bahkan islam mengatakan untuk tidak mendekati zina apalagi melakukan zina sudah jelas-jelas adalah perbuatan dosa besar, jika ingin melakukan hubungan suami istri itu dilakukan setelah menikah secara resmi. Firman Allah swt:
وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
Artinya :Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. QS. Al-Israa’ (17) Ayat 32
Tapi, fakta dilapangan membuktikan banyak sekali wanita-wanita di usia muda yang telah hamil dan para wanita itu belum menikah. Dan akhirnya karena mau enak nya saja, anak dalam kandungan lah yang di korban kan dengan cara di menggugurkan kandungan atau lebih di kenal dengan istilah aborsi.
Menurut survey yang dilakukan oleh BNN pada tahun 2007, dengan mensurvey 100 pelajar ditemui bahwa praktek seks pranikah sudah terjadi pada pelajar SLTP. Praktek seks pranikah ini linear dengan praktek pemakaian narkoba oleh mereka.
Di dalam lingkungan sekitar. Terkhusus lingkungan penulis, bukan bermaksud untuk membuka aib, tapi sebagai pemuda dan masyarakat yang cerdas sudah selayak kita berhati-hati agar tidak terjerumus kedalam seks pra nikah dan memikirkan dampak buruk yang akan ditimbulkan bukan hanya pada diri kita sendiri tetapi juga merugikan orang lain. Di daerah saya, sudah ada beberapa wanita yang melakukan seks diluar nikah dan akhirnya harus dinikahkan secepatnya oleh laki-laki tersebut, padahal saat itu ia masih duduk di bangku SLTA. Mau tidak mau ia harus berhenti sekolah. Kemudian, banyak sekali kasus seks pranikah yang saya temui yang mereka rata-rata masih duduk di bangku sekolah, akhirnya dinikahkanlah oleh orang tua nya agar tidak malu dengan tetangga dan keluarga besar, namun pada akhirnya lagi-lagi mereka harus putus sekolah. Seks pranikah tidak hanya mendapatkan dosa dari Allah, tapi juga membuat malu keluarga besar, harus putus sekolah karena perut yang terus-menerus membesar dan bisa jadi mereka harus menutup impian mereka karena mau tidak mau harus mengurus dan menjaga anak. Sudah malu dihadapan manusia juga lebih malu lagi di hadapan Allah. Semoga kita terhindar dari hal ini.

3. Berjudi
Siapa yang tak kenal hal satu ini, mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas sekali pun tahu judi. Orang yang tenggelam didalam dunia perjudian beranggapan bahwa dengan judi ia bisa menjadi orang yang kaya raya dari hasil judi itu, padahal tak sedikit pun hasil dari judi itu membawa keberkahan bagi diri nya sendiri dan keluarganya. Jangan anggap sepele dengan yang satu ini. Jika anda memberikan nafkah untuk istri anda dengan cara yang haram salah satunya judi. Di hari kemudian bisa-bisa kelakuan dan tingkah laku anak anda akan menjadi buruk dan ia bisa saja melawan dan durhaka pada anda. Hal ini terjadi karena apa yang ada di dalam perut anak tersebut bukan makanan yang halal dan berkah. Dilingkungan penulis, banyak sekali mulai dari anak-anak, pemuda bahkan orang tua yang berprofesi cukup dihormati sekali pun berjudi. Anak-anak sering sekali bermain judi melalui playstation, jadi ada beberapa orang yang bermain playstation di rental PS dengan memainkan permainan sepakbola, mereka taruhan dengan uang dan menjagokan masing-masing club yang mainkan. Club sepakbola yang menang maka menang pula lah anak tadi yang menjagokan club tersebut. Kemudian para remaja sering sekali bermain judi melalui permainan internet dan taruhan(berjudi) bola. Misalnya, club sepakbola A dan B sedang tayang di TV mereka pun bertaruh siapa yang akan menang. Sama hal nya dengan judi yang dilakukan anak-anak tadi tapi media yang digunakan saja yang berbeda. Kemudian dikalangan orang dewasa, banyak sekali orang dewasa di kedai kopi bermain kartu domino dengan menggunakan uang. Siapa yang menang maka dialah yang mendapatkan uangnya. Dan masih banyak lagi kasus perjudian yang terjadi di berbagai kalangan. Apalagi sekarang lagi ngetrend bermain judi melalui permainan internet dengan nama permainan “penalty fever’’.

4. Tawuran Antar Mahasiswa
Mahasiswa adalah agent of change alias agen perubahan. Mahasiswa adalah kelompok pemuda, dan jelas pemuda pasti masih sehat dan kuat. Mahasiswa/I merupakan pemuda-pemudi berintelektual yang memiliki pengetahuan lebih dari yang lain. Jadi mahasiswa adalah calon-calon pemimpin dimasa yang akan datang. Apa yang terjadi jika agen perubahan malah bertindak anarkis dengan melakukan tawuran sesama mahasiswa. Bukankah mereka sama-sama agen perubahan?. Ini juga yang terjadi di lingkungan yang dirasakan oleh penulis. Bukan antar universitas, lebih parahnya lagi antar fakultas yang masih di dalam satu universitas. Layak nya saudara yang menerkam saudaranya sendiri. Hal ini terjadi karena hal yang sepele padahal. Berawal dari ejek-ejekan yang terjadi dari fakultas satu akhirnya fakultas yang satu lagi merasa tidak senang. Akhirnya tindakan buruk lah yang dilakukan mereka dengan tawuran dan membuat kerusuhan dikampus. Hal ini sampai masuk ke media cetak. Bukankah ini membuat kerugian banyak pihak? Mulai dari diri sendiri, orang tua dan universitas. Dan pada akhirnya pun pihak universitas memyelesaikan urusana ini. Mereka pun di bawa kepada rektor secara langsung.

Di lingkungan penulis, masih banyak lagi kerusakan moral yang terjadi, banyak anak-anak remaja yang durhaka pada orang tuanya, remaja yang bermesraan dimuka umum, pergi dugem, perilaku konsumtif, tidak menutup aurat, cabut dari sekolah dan masih banyak lagi. Semoga kita terhindar dari kerusakan moral dan dapat membenahi lingkungan kita dan diri kita sendiri. Berikut adalah video kerusakan moral pemuda di masa kini:

B. PENYEBAB KERUSAKAN MORAL

a. Remaja tidak mengetahui siapa dan untuk apa dirinya diciptakan didunia.
b. Remaja tidak mengetahui mana perbuatan yang baik untuk dilakukan dan mana perbuatan yang harus dihindari sehingga mudah dipengaruhi oleh hal yang tidak baik juga.
c. Remaja tidak menyadari siapa teladan dalam kehidupannya
d. Tidak mawas diri atau berhati-hati dalam bergaul
e. Lembaga keluarga mengabaikan tugasnya
f. Keluarga dan perceraian keluarga yang mengakibatkan perilaku negatif pada anak. Serta orang tua yang terlalu memanjakan anaknya, tidak memberikan pengetahuan agama dan kontrol keluarga yang kurang baik pada anak.
g. Kurang nya penerapan disiplin orang tua pada anak
h. Kemiskinan dan kekerasan pada anak
i. Tinggal jauh dari orang tua dan mengikuti teman sepermainan yang kurang baik
j. Ketidak optimalan institusi-institusi pendidikan dalam menjalankan perannya
k. Lingkungan atau komunitas yang tidak baik
l. Tindakan hukum yang kurang tegas pada perilaku negatif seperti pemakai narkoba, berjudi dan melakukan perbuatan seks diluar nikah. Bahkan apabila seseorang melakukan seks diluar nikah dan mereka atas dasar suka sama suka tidak dikenakan sanksi dan tidak ada hukum yang mengaturnya dinegara ini.
m. Suguhan media yang menjejali remaja dengan hal-hal yang bisa merangsang libido seks
n. Lemahnya kontrol masyarakat

C.USULAN UNTUK PERBAIKAN ATAS KERUSAKAN MORAL

a. Lembaga keluarga

1. Keluarga sebagai lembaga pertama yang dikenal oleh seorang anak seharusnya mengetahui apa peranannya. Sebagai orang tua sudah selayaknya seorang anak sedari dini diberikan pendidikan mengenai hal keagamaan sehingga ketika sudah dewasa anak sudah tau dan berfikir ulang untuk melakukan hal yang menyimpang.
2. Orang tua memberitahu mana perbuatan yang positif yang boleh dilakukan dan mana perbuatan negatif yang dilarang.
3. Walaupun orang tua sibuk, setidaknya anak harus diberikan perhatian setiap harinya. Walaupun sebuah keluarga bergelimangan harta sebenarnya yang dibutuhkan anak hanya perhatian dan kasih sayang dari orang tua
4. Memberikan pengetahuan tentang seks pada anak. Bagi kebanyakan orang tua membicarakan seks kepada anak adalah hal yang tabu, padahal seks bukanlah sesuatu yang porno. Pengetahuan tentang seks, bahwa seseorang yang melakukan seks diluar nikah akan menimbulkan hal yang negatif dan pastinya berdosa. Ini adalah hal yang penting. Sehingga anak tahu melakukan hubungan seks hanya dengan orang yang halal baginya.
5. Tidak memanjakan anak secara berlebihan. Jadi, ketika orang tua tidak mampu membelikannya anak tidak memberontak dan melakukan hal negatif.

b. Lembaga pendidikan

1. Lembaga pendidikan mengetahui peranannya dalam mendidik dan membentuk karakter siswa dan siswi denga baik. Bukan malah sebaliknya, banyak kasuu pelecehan seksual yang terjadi di sekolah.
2. Seharusnya di sekolah ada mata pelajaran mengenai akhlak dan moral. Di sekolah-sekolah agama saja jam pelajaran untuk mata pelajaran akidah akhlak sedikit sekali. Bagaimana mau berakhlak jika kita tidak menyadari mata pelajaran akhlak lah yang penting tapi malah disepelekan.
3. Sekolah sering melakukan kegiatan atau acara positif baik di dalam maupun diluar sekolah. Misalnya: kegiatan menanam seribu pohon, kunjungan ke panti asuhan, kunjungan ke pabrik-pabrik, membuat acara maulid nabi dan isra’ mi’raj, dsb. Ini akan menambah pengetahuan umum dan agama.
4. Guru dan juga staff meberikan teladan atau contoh yang baik kepada siswa dan siswi nya.
5. Sekolah menanamkan cinta pada agama nya yaitu islam. Misalnya, sekolah menerapkan sholat zuhur berjamaah di sekolah, membuat duha time atau waktu untuk sholat duha, sebelum dan sesudah belajar doa bersama dsb.
6. Bertindak tegas kepada mahasiswa yang melakukan kerusakan fasilitas kampus dan tawuran.

c. Lembaga masyarakat

1. Peran kepala desa seharusnya lebih tegas lagi terhadap tindakan kriminal dan perilaku negatif di daerahnya. Bahkan jika perlu dibuat peraturan untuk wilayah setempat agar masyarakat tidak macam-macam untuk berjudi, seks diluar nikah, narkoba dll.
2. Masyarakat harus memilki jiwa saling peduli satu sama lain. Jadi, jangan menjadi masyarakat yang acuh tak acuh.

d. Lembaga hukum
1. Memberikan hukuman tegas kepada para pemakai narkoba dan obat-obat terlarang begitu pula dengan judi dan perilaku kriminal lainnya.

e. Media massa
1. Menyiarkan siaran yang berbobot
2. Tidak menyiarkan hal yang mengandung kekerasan dan seksual
3. Mengikuti kode etik penyiaran yang telah di tetapkan

Menurut Nalland (1998) ada beberapa sikap yang harus dimiliki orangtua terhadap anaknya pada saat memasuki usia remaja, yakni :
a. Orang tua perlu lebih fleksibel dalam bertindak dan berbicara
b. Kemandirian anak diajarkan secara bertahap dengan mempertimbangkan dan melindungi mereka dari resiko yang mungkin terjadi karena cara berfikir yang belum matang. Kebebasan yang dilakukan remaja terlalu dini akan memudahkan remaja terperangkap dalam pergaulan buruk, obat-obatan terlarang, aktifitas seksual yang tidak bertanggung jawab dll
c. Remaja perlu diberi kesempatan melakukan eksplorasi positif yang memungkinkan mereka mendapat pengalaman dan teman baru, mempelajari berbagai keterampilan yang sulit dan memperoleh pengalaman yang memberikan tantangan agar mereka dapat berkembang dalam berbagai aspek kepribadiannya.
d. Sikap orang tua yang tepat adalah sikap yang authoritative, yaitu dapat bersikap hangat, menerima, memberikan aturan dan norma serta nilai-nilai secara jelas dan bijaksana. Menyediakan waktu untuk mendengar, menjelaskan, berunding dan bisa memberikan dukungan pada pendapat anak yang benar.
Selain itu peranan sekolah sangatlah membantu dalam membentuk karakter anak karena dengan adanya sekolah maka pendidikan yang tidak dapat di rumah akan mereka dapatkan di dalam sekolah. Sekolah mempunyai fungsi sebagai pembina dan pendidikan moral. Sekolah hendaknya mengusahakan lapangan bagi tercapainya pertumbuhan pengembangan mental dan moral pesertadidik. Dengan demikian sekolah merupakan lapangan sosial bagi anak-anak, dimana pertumbuhan mental, moral, dan sosial serta segala aspek kepribadiaan dapat berjalan dengan baik. Dalam sebuah sekolahan harus mempunyai metode dan strategi yang efektif dalam pelaksanaannya selain itu pendidikan agama hendaknya dilakukan secara intensif berkesinambungan, baik dalam kelas maupun di luar kelas.
Menurut Pidarta (2007:170), sejak dini anak-anak perlu dididik berpikir kritis. Kemampuan untuk mempertimbangkan secara bebas dikembangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi kesempatan mengamati, melaksanakan, menghayati dan menilai kebudayaan itu. Cara ini membuat anak tidak menerima begitu saja suatu kebudayaan melainkan melalui pemahaman dan perasaan dikala berada dalam kandungan budaya itu, yang akhirnya menimbulkan penilaian menerima, merevisi, atau menolak budaya itu. Pendidikan seperti ini membuat anak-anak terbiasa dengan pemikiran yang terbuka dan lentur.
Dibutuhkan strategi yang benar-benar bagus dalam mewujudkan pendidikan moral yang efektif dan aplikatif. Beberapa diantaranya adalah:
a. Pendidikan dapat di lakukan dengan memantapkan pelaksanan pendidikan agama.
b. Pendidikan agama harus dirubah dari metode pengajaran menjadi pendidikan agama agar dapat belaja sopan santun.
c. Pendidikan moral harus dilaksanakan secara integraed, yaitu dengan melibatkan semua pihak yang bersangkutan baik keluarga, sekolahan, masyarakat agar kemrosotan moral dapat di minimalisir keberadaannya.
Adapun peran masyarakat yang dapat membantu mengatasi problematika pergaulan pelajar yang terjadi saat ini salah satunya yaitu dengan mengadakan penyuluhan mengenai dampak yang akan ditimbulkan jika para pelajar terjerumus pada pergaulan yang menyimpang seperti menggunakan obat-obatan terlarang, minum-minuman keras sampai pada pergaulan bebas. Sehingga diharapkan, para pelajar dapat lebih membentengi diri agar tidak terjebak pada pergaulan yang mungkin nantinya dapat merugikan dirinya sendiri.
( https://fellypun.wordpress.com/lkpp/penyimpangan-pergaulan-pelajar/)

D.PENUTUP
Moral generasi muda sebagai modal bangsa. Bagaimana bisa generasi muda yang menjadi harapan bangsa kedepan memiliki moral yang bobrok, mulai dari memakai narkoba dan obat-obatan terlarang, melakukan hubungan seks pranikah yang menyebabkan hamil, berjudi dan tawuran antar pelajar dan mahasiswa dll. Kita tidak bisa berdiam diri menutup mata dan telinga seolah tak melihat dan mendengar padahal semua itu ada di sekitar kita. Kedepan kita akan meghadapi AFTA, jika kita tidak siap untuk bersaing maka hancurlah kita. Maka dari itu marilah kita sama-sama memperbaiki diri kita sendiri, saudara-saudara kita, keluarga dekat dan teman kita. Jadi, pribadi yang lebih peduli itu tidak salah kan? Apalagi atas nama agama dan bangsa kita kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Mardani, Dr. 2008. PENYALAHGUNAAN NARKOBA: Dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Pidana Nasional. Jakarta: PT Raja Grafindo.
[2] Dewanata, Pandu dan Chavchay Syaifullah. 2008. Rekonstruksi Pemuda. Jakarta: Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga.
[3] Ridha, Dr. Akram. Manajemen Gejolak: Panduan Ampuh Orangtua Mengelola Gejolak Remaja. Bandung: Syamiil Cipta Media.
[4] https://fellypun.wordpress.com/lkpp/penyimpangan-pergaulan-pelajar/

• www.muslimedianews.com
• www.cyberdakwah.com
• www.piss-ktb.com

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *