[Karya KBM3] Pemuda Idaman Orang Tua dan Bangsa

Posted on

Banyak pemikiran setiap individu dalam memahami kehidupan dengan hanya berpikiran sempit dan belum memikirkan masa depan. Banyaknya salah tafsir inipun yang mengakibatkan remaja maupun kaum dewasa semakin tidak memaknai hidupnya dengan baik. Menganggap semua yang dianggap benar menjadi salah, dan salah menjadi benar. Ketidak lurusan hidupnya yang dia anggap sebagai suatu takdir Allah yang harus dia jalani dan anggapan tidak ada pintu tobat bagi dirinya inilah yang menjadi semakin terjerumusnya kaum remaja maupun dewasa kedalam lingkaran maksiat. Padahal Allah menjadikan dunia ini sebagai tempat ujian (kesedihan) dan sebagai sumber kekeruhan agar kita merasa jemu terhadapnya sehingga kita harus selalu taat dan beribadah kepada-Nya dan Allah membuka pintu taubat bagi setiap manusia yang benar-benar bersungguh ingin bertaubat. Dan carilah kebahagiaan dunia sekuat daya upaya kita, berbuatlah seolah-olah kita akan hidup selama-lamanya, dan carilah kebahagiaan akhirat sekuat usaha dan kemampuan kita seolah-olah besok pagi kita akan mati (Al Hadist). Persepsi kemauaan seseorang inilah yang bisa merubahnya dan bagaimana dia mau bergaul dengan orang-orang yang mau mendukungnya dalam berbuat baik, “Jangan kamu berteman kecuali dengan orang beriman. Jangan memakan makananmu, kecuali orang bertakwa” (Abu Dawud). Mengenai pahaman hidup yang salah juga yang membuat suatu karakter individu kedepannya menjadi semakin memperburuk keadaan yang ada. Padahal saat ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang pesat dan seharusnya pengembangan karakter akhlaknya pun harus ikut berkembang pesat.

 

Indonesia sendiri juga memiliki cikal bakal pemuda yang sangat bagus dan berprestasi baik di dalam negeri maupun diluar negeri.Contohnya saja Indonesia menang di Kompetisi Software Dunia yang diikuti oleh Institut Teknologi Bandung di Kairo, Mesir. Adalagi contoh prestasi Indonesia yaitu tim Robot PENS “EFFIRO” yang menjadi juara lomba robot pemadam api internasional “Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest 2014” di Trinity College, Hartford, Connecticut, AS, 5-6 April 2014 . Namun, tidak sedikit juga kaum remaja yang mengalami krisis moral dan sangat memperhatikan. Misalnya saja di Indonesia diperkirakan jumlah penyalahgunaan narkoba mencapai 3,1 juta sampai 3,6 juta orang atau setara dengan populasi penduduk berusia 10 – 59 tahun ditahun 2008 (BNN, 2011). Dari narkoba inilah juga pernah terjadi kecelakan lalu lintas hingga berujung pada kematian. Begitu pula dengan kasus pemerkosaan yang terjadi hingga pergaulan sex bebas. Kegagalan penyerapan budaya barat inilah yang menjadikan harapan kaum pemuda untuk orang tua dan bangsa menjadi semakin pudar.

 

Ancaman lainya adalah pengaruh teknologi yang membuat seseorang menjadi lebih semakin menyendiri dan enggan untuk bersosialisasi dengan tetangga secara langsung. Seseorang lebih suka dirumah bermain game dari pada bermain dengan teman-temannya. Kurangnya sosialisasi inilah yang mungkin akan mengakibatkan sesorang akan lebih rentan dan susah untuk bergaul dengan orang – orang yang disekitarnya dan lebih rentan salah memilih pergaulan nantinya.

 

Banyak usaha yang dilakukan instansi terkait dalam memerangi krisis moral dan perilaku pemuda saat ini, mulai dari adanya Badan Narkotika Nasional untuk mensosialisasikan bahayanya penyalahgunaan narkoba, kemudian adanya pengembangan karakter yang dilakukan disetiap sekolah-sekolah, pengadaan kegiatan dan ajang lomba sebagai kegiatan positif yang dapat mengurangi risiko pemuda menuju hal yang negatif. Namun apakah itu cukup?
Tidak ! semua berawal dari diri masing-masing dan peran orang yang didekatnya yaitu orang tua. Dengan meningkat iman jugalah sesorang dapat membentengi diri dari setiap godaan-godaan yang dapat menjerumuskan dirinya dalam pintu neraka.
Lalu, bagaimana kita sebagai pemuda yang dapat menjadi kebagaan orang tua dan bangsa?

Nabi muhammad SAW adalah suri tauladan yang baik dan contoh yang baik bagi pemuda-pemuda :

كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلّى اللّه عليه وسلم اَحْسَنَ النَّاسِ خَلْقًاوَخُلُقًا

“Bahwa Rasulullah saw adalah manusia yang terbaik secara khalq dan khuluq”. Dengan kata lain, Nabi Muhammad saw adalah manusia sempurna dalam segala aspek, baik lahiriyah maupun batiniyahnya.

Nabi Muhammad SAW lahir tidak pada saat jaman yang bodoh akan pengetahuan dunianya melainkan bodoh dalam keadaan moral atau akhlaknya. Dengan akhlak Rasulullah yang karimah tersebut menjadikan tempat kelahiran Rasullullah menjadi suatu peradaban yang beradab. Rasulullah mencontohkan kita bagaimana menjadi pemuda yang baik pemuda yang selalu bersikap Shiddiq atau bersikap benar baik dalam ucapan maupun perbuatan. Kemudian Amanah atau benar-benar bisa dipercaya. Nabi Muhammad SAW juga bersifat Tabligh artinya menyampaikan suatu hal yang tidak dikurangi maupun ditambahkan . Dan yang terakhir adalah Fathonah yang artinya Cerdas. Jika empat sikap ini menjadikan tauladan bagi pemuda Indonesia tidak hanya akan cerdas dalam bidang Ilmu pengetahuan melainkan Cerdas dalam berfikir, bertindak, dan berucap serta InsyaAllah terhindar dari kemaksiatan yang ada.

wallahu a’lam bishowab

 

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *