Karya KBM3 : Pendidikanku Menentukan Masa Depanku

Posted on Updated on

Aku adalah seseorang yang tinggal jauh di pelosok desa, jarak dan waktu tidak menghalangiku untuk pergi sekolah, tidak masalah bagiku seberapa jauh jarak dari rumah ke sekolah dan seberapa lama waktu yang Aku buang hanya untuk pergi ke sekolah. Aku memang tak mempunyai kendaraan seperti mobil, motor, bahkan sepedapun Aku tak punya, setiap hari Aku berjalan kaki ke sekolah demi mendapatkan ilmu yang Aku cari. Aku tidak putus asa dengan hal itu semua, tidak dapat seorangpun menghentikan langkahku untuk mencari ilmu.

Hadist Nabi : “Pelajarilah ilmu karena sesungguhnya belajar semata-mata bagi Allah itu merupakan kebaikan, dan mempelajari ilmu merupakan tasbih, dan membahasnya merupakan jihad, dan mencarinya merupakan ibadah, dan mengajarkannya merupakan sedekah sedangkan menggunakannya bagi orang yang membutuhkannya merupakan Qurbah (pedekatan diri kepada Allah)”.

 

Pendidikanku Menentukan Masa Depanku

Setiap pergi ke sekolah Aku diberi uang tidak lebih dari Rp.1.000 bahkan terkadang Aku tak membawa uang saat pergi ke sekolah, tidak hanya itu saja setiap pergi ke sekolah Aku selalu menantang maut menyebrangi sungai dengan jembatan yang sudah rusak, Aku hanya bergantung kepada seutas tali sebagai peganganku untuk sampai ke seberang sana, entah apa jadinya jika tanganku tak kuat menahan lelah ini ketika menyeberangi sungai yang luas ini, mungkin Aku akan terbawa oleh arus dan tenggelam. Tetapi, semangatku dalam mencari ilmu tak mudah terpatahkan oleh hal kecil seperti itu.

Pendidikanku Menentukan Masa Depanku

Artinya : Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu (HR. Thabrani).

Namun, Aku merasa aneh dengan mereka yang hidup di kota, yang hidupnya selalu terpenuhi, yang setiap sekolah diantarkan naik mobil dan naik motor oleh orangtuanya, dan yang selalu di beri uang lebih dari Rp.10.000 setiap harinya, mereka tak memanfaatkannya dengan baik, padahal orang tua mereka bekerja demi bisa memberinya uang setiap hari dan berharap uang tersebut bisa bermanfaat untuk sekolahnya, tapi apa yang salah dengan negeri ini ? Aku melihat mereka tak begitu menghargai apa yang sudah mereka miliki, uang untuk sekolahpun mereka gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti merokok, tidak masuk sekolah tetapi malah pergi ke warnet untuk bermain game online, lebih parahnya lagi mereka gunakan untuk membeli minuman keras, padahal minuman keras itu dilarang oleh Allah, yang telah dijelaskan pada ayat berikut :

 

Pendidikanku Menentukan Masa Depanku

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS. Al-Maidah : 90-91).

 

Pendidikanku Menentukan Masa Depanku

Aku melihat mereka menggunakan seragam sekolah, tas, dan sepatu yang bagus, lantas Aku berpikir bahwa mereka adalah orang yang berpendidikan yang hidupnya lebih enak dibandingkan denganku. Mereka menjadi seperti itu apa karena orang tua mereka yang mengajarkannya ? atau negeri ini yang tidak memiliki peraturan ? Aku rasa tidak. Orang tua mana yang menginginkan anaknya seperti itu, dan negeri mana yang tidak memiliki peraturan. Ya, diri merekalah yang salah, mereka tak mengetahui bagaimana cara mensyukuri apa yang telah mereka miliki, sehingga mereka tenggelam dalam kebahagiaan mereka tanpa memandang kedepan untuk menentukan masa depan mereka.

Terkadang Aku berpikir ingin seperti mereka, pergi dan pulang sekolah selalu di antar oleh orang tua, uang untuk sekolah diberikan lebih dari cukup. Namun, Aku tak ingin salah jalan seperti mereka, Aku ingin di antar sekolah oleh orang tua karena Aku tak ingin jatuh di tengah jalan saat akan menggapai cita-cita, dan Aku ingin diberi uang lebih untuk menabung agar masa depanku lebih berwarna.

Tetapi, tidak semua masa depan itu berwarna indah seperti pelangi, beberapa siswa/siswi mengalami masa yang buruk akibat pergaulan bebas, masa depan mereka tidak terlihat jelas dengan apa yang mereka sudah lakukan saat ini, pendidikanpun mereka tinggalkan. Mereka berpikir bahwa mereka sudah tidak bisa apa-apa lagi, padahal di dunia ini masih ada banyak orang sepertiku, bahkan ada yang tidak bisa sekolah. Aku bersyukur dengan menjadi seperti ini, tidak memiliki apa-apa tetapi ilmu yang Aku pelajari di sekolah sangatlah bermanfaat untukku.

Sungguh, Aku tak mengerti dengan semuanya, negeriku belum sepenuhnya bersatu, Aku ingin mengubahnya menjadi satu dengan pendidikanku yang menentukan masa depanku dan masa depan bangsaku di tentukan oleh generasiku.

 

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *