[Karya KBM3] Penyalahgunaan Teknologi

Posted on Updated on

Remaja adalah generasi penerus umat dan bangsa Indonesia, banyak hal titipan yang harus mereka ketahui dan banyak hal pula yang harusnya mereka jaga. Akan tetepi lagi-lagi kata globalisasi menjadi salah satu topik pada tulisan ini. Tidak bisa dipungkiri teknologi yang kita gunakan sekarang juga termasuk dalam salah satu konteks yang berhubungan dengan Globalisasi. Teknologi sangat bermanfaat pada zaman ini yang bisa membuat pekerjaan kita menjadi mudah.

Teknologi pada zaman ini sudah sangat berkembang. Dengan adanya laptop, handphone, smartphone dll, kita dapat melakukan apa yang seharusnya kita tidak bisa kita lakukan. Mulai dari membaca, menulis sampai berhubungan jarak jauh. Samua itu adalah hal-hal yang berbau positif, tetapi tetap perlu diingat bahwa dampak teknologi bagi remaja juga sangat buruk. Menggunakan teknologi yang tidak sesuai dengan manfaat yang sebenarnya adalah salah satu contoh rusaknya moral remaja pada zaman sekarang. Mulai banyak kejadian dan fitur dari teknologi yang merusak moral anak bangsa, mulai dari mengakses video p*rno, sampai yang hanya call messange tapi sangat fatal yaitu ph*nes*ks. Apakah ini yang kita harapkan dari generasi muda yang kerjanya menggunakan teknologi untuk kebutuhan tersebut. Padahal mereka seharusnya bisa menggunakan teknologi ini dengan hal-hal yang baik atau sesuatu yang positif. Mereka yang awalnya polos menjadi penuh dengan nafsu karena perkembangan teknologi. Situasi ini juga banyak menyebabkan banyak kejadian kriminal, kita ambil saja contoh yang biasa dimuat dikoran-koran yaitu pemerk*saan. Saat mereka tau hanya dari gambar dan video akhirnya mereka ingin mencoba itu dan terjadilah suatu tindakan kriminal tersebut. Akankah mereka tidak takut akan siksa Allah SWT yang akan diberikan setelah mereka melakukan perbuatan tersebut. Semoga saja saudara saudara kita tidak termasuk menjadi remaja yang melakukan perbuatan tersebut.

Permasalahan ini mungkin bisa kita cari solusinya bersama, berikut solusi dari saya dengan penggabungan pendapat yang biasa kemukakan masyarakat. Solusi yang pertama tetap pengaruh keluarga lebih penting. Kata orang sih orang tua harus terus memantau bagaimana mereka menggunakan teknologi, seperti mengecek smartphone, laptop atau barang barang lainnya. Akan tetapi apakah cukup kita pantau saja, menurut saya kita juga harus memberikan batasan akses mereka terhadap barang yang mereka gunakan. Misalnya kita memberikan jatah waktu yang mereka gunakan untuk menggunakan barang-barang tersebut, 1 – 5 jam sudah cukuplah dalam sehari. Agar mereka tidak kecanduan barang-barang tersebut, sehingga mereka tidak selalu tergantung pada barang-barang tersebut. Solusi yang kedua tetap tertuju kepada instansi pendidikan yang pendidiknya bisa dibilang adalah orang tua kedua setelah orang tua kandung kita. Razia-razia pengecekan media electronik tetap harus dilaksanakan jika instansi tersebut memperbolehkan menggunakan barang-barang electronik. Agar para remaja tetap terkendali dalam moralnya. Permasalahan yang biasa terjadi adalah terkadang murid itu lebih pintar dari pada gurunya. Akan tetapi kita juga tidak boleh lupa bahwa sepandai-pandainya mereka menyembunyikan maka para guru harus lebih pandai untuk menemukannya. Permasalahan yang lain adalah saat peserta didik ini meminta ijin kepada orang tua jika mereka pulang terlambat atau pulang lebih cepat. Seorang guru harus dekat dengan peserta didiknya, mereka seharusnya sangat akrab sehingga saat permasalahan yang baru saya sebutkan tadi mereka bisa menghubungi guru untuk membantu mereka dalam memberikan info terhadap orang tuanya. Solusi yang ketiga adalah peran masyarakat, diadakannya pengajian rutin khusus untuk remaja juga perlu. Bukan hanya pengajian untuk para orang dewasa, tetapi para remaja. Ini adalah salah satu solusi untuk memberikan pendidikan dini pada mereka. Sama seperti kegunaan khutbah jum’at yang digunakan untuk mengingatkan para kaum muslim untuk tetap beribadah kepada Allah yang dilakukan setiap minggunya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa jika mereka hanya mendapatkan sesuatu yang hanya sekali dua kali maka mereka akan lupa. Akan tetapi jika terus memberikan pengajian kepada mereka secara rutin insyaallah mereka akan tetap ingat kepada Allah SWT dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan tersebut. Sekian dan Terima Kasih.

 

 

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *