[Karya KBM3] Selamatkan, Remaja Muslim Kita!

Posted on Updated on

      “Masa remaja adalah masa mencari identitas diri.” Apakah benar seperti itu? Bukankah pernyataan ini adalah salah besar terutama bagi umat islam. Namun, faktanya yang sering terlihat di lingkungan kita pada sebagian besar remaja muslim memiliki kecenderungan seperti itu. Perilaku remaja saat ini sangat mengkhawatirkan, bukan hanya masalah akhlak yang sudah meniru kaum non muslim tapi juga tauhid yang akan memudar. Hal ini dapat dilihat dari busana, pergaulan, cara berpikir yang sudah mulai dirusak oleh budaya luar.

      Dalam hal busana terutama bagi remaja wanita, lihatlah cara berpakaian mereka yang sudah tidak ada rasa malu di dalam dirinya. Betapa tidak, mereka mengenakan pakaian-pakaian yang kurang bahan atau walaupun menutupi tubuh tetap terlihat jelas lekuk tubuh dan berbahan tembus pandang. Belum lagi, ketika datang ke sekolah mereka menutup auratnya dengan baik, namun kadang jilbab itu dibuka di dalam kelas serta ketika berada di luar sekolah semua itu dilepas baik jilbab ataupun baju yang menutupi tubuh berganti dengan pakaian zaman kini.

      Dalam hal pergaulan dan tata krama, salah satu hal yang membuat saya sebagai guru tidak habis pikir, ketika mereka berkumpul dengan teman-temannya akan menirukan gurunya dan berujung untuk menghina. Selain itu, pergaulan antara remaja putri dan putra sudah tidak ada batasannya lagi. Hal yang dulu terlihat tidak biasa sekarang menjadi hal biasa, seperti remaja putra yang duduk sangat berdekatan dengan remaja putri atau remaja putra dapat dengan bebas memegang tangan atau merangkul remaja putri. Jika dulu, hanya sedikit remaja putri yang akan terima diperlakukan seperti itu, namun sekarang seolah terbalik hanya sedikit yang marah ketika diperlakukan seperti itu. Selain itu, adanya gank-gank di dalam pergaulan mereka juga sangat tidak bagus, apalagi jika sudah membawa tingkat sosial seperti yang kaya dan miskin.

      Ada juga opini yang terbentuk di kalangan remaja zaman sekarang, “kalau tidak ada pacar = tidak laku dan jelek.” Mereka seakan bangga jika memiliki status punya pacar atau bisa jalan berdua pacarnya khususnya setiap malam minggu. Update status, bagi yang pacaran akan senang karena jalan sama pacarnya dan bagi jomblo berharap hari hujan. Selain itu, dalam hal mencari ilmu, kebanyakan mereka hanya sibuk mengejar nilai walaupun terkadang dengan cara yang tidak jujur. Ada juga artis-artis yang dijadikan mereka sebagai idola-idola yang memberikan dampak tidak bagus bagi mereka terutama dalam hal fashion dan kecantikan. Dan hal yang paling mengerikan adalah pergi ke klub malam. Hal ini yang membuat saya tidak habis pikir, mengapa pemerintah mengizinkan tempat seperti itu.

     Disamping itu, cara mereka memandang teman mereka yang alim dan menanggapi temannya ketika memberi nasehat agama sangat memprihatinkan. Dunia seolah terbalik, yang baik malah dipandang aneh, sedangkan yang buruk dipandang baik untuk dilakukan. Walaupun, perilaku di atas hanya dilakukan oleh sebagian besar remaja. Tapi, mungkin inilah tanda-tanda akhir zaman.

Ketika ditanya apa yang menyebabkan hal ini dapat terjadi?

      Semua masalah diatas bisa disebabkan kurangnya pengetahuan agama di kalangan remaja dan bisa jadi orang tuanya juga kurang begitu paham atau orang tuanya terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk anaknya sehingga remaja-remaja tersebut terpengaruh dengan hal-hal yang sering mereka lihat sehari-hari baik dari lingkungan pergaulan, acara-acara tv, artis-artis idolanya. Akibatnya, mereka tidak begitu mengenal Allah dan Nabi Muhammad. Jika kenal dengan baik maka akan tumbuh rasa cinta di dalam diri mereka yang menimbulkan sikap takut pada Allah dan ketaatan yang luar biasa.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal-hal tersebut?

       Untuk mengatasi masalah tersebut, kita tidak bisa langsung menyuruh mereka untuk berubah, namun dengan memberi nasehat secara perlahan dan terus menerus.

    Menurut saya, langkah-langkah berikut mungkin bisa untuk mengatasi masalah tersebut.

Langkah Pertama : Do’a

          Do’a adalah langkah pertama yang harus dilakukan karena dengan berdo’a kita meminta kepada Allah terlebih dahulu sebelum melakukan hal-hal yang lain seperti yang disebutkan dalam surah al-mulk ayat 1 :

          “Maha Suci Allah yang menguasai kerajaan, dan Dia MahaKuasa atas segala sesuatu”

          Dari ayat tersebut, dapat kita ketahui jika semuanya atas kekuasaan Allah dan untuk mengatasi masalah tersebut kita harus meminta kepada yang menciptakan para remaja tersebut.

Langkah Kedua : Shalat

          Shalat yang dimaksudkan adalah shalat wajib yang dikerjakan tepat waktu dan shalat sunnah dhuha serta tahajud. Langkah kedua ini bisa dilakukan oleh orang tuanya atau keluarganya. Mengapa harus shalat dan apa hubungannya? Agar do’a tersebut dapat dikabulkan Allah.

Langkah Ketiga : Sedekah

          Langkah ketiga adalah penyempurna dari 2 langkah sebelumnya.

Mungkin belum terjadi perubahan setelah melakukan ketiga hal tersebut, namun setidaknya kita telah memulainya dengan melakukan ibadah. Sebenarnya, ketiga langkah di atas dapat dilakukan untuk masalah apapun yang ada dalam hidup kita.

Langkah Keempat : Mengajak dialog

        Mengajak dialog para remaja muslim dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana, namun dalam kondisi yang tidak terlalu serius. Pertanyaan yang ditanyakan pada mereka mungkin seperti:

          “ Siapa yang nyiptain kita?”

          “Kamu, kenal sama Allah?”

          “Allah ada dimana?”

          “Apa perintah Allah buat kita?”

        “Allah kan tidak terlihat lewat mata kita, jadi cara Allah ngasih tahu kita perintah tersebut melalui apa?”

         “Nabi Muhammad itu kekasihnya Allah, Allah saja cinta sama Nabi Muhammad. Masa kita yang ciptaanNYA malah cinta manusia biasa. Seharusnya, kita juga cinta sama Nabi Muhammad,iya kan?”

          “Sekarang, bayangin. Jika kalian nyiptain sesuatu, kalian pasti tahu bagaimana cara kerjanya dan apa yang harus diberikan pada yang kalian ciptain kan? Kalian mau gak memberikan kerusakan pada yang kalian ciptakan?”

         “Ya.. sama juga seperti Allah. Allah yang nyiptain kita kan tahu yang terbaik buat hambaNYA. Nah, Allah itu menyuruh bagi kaum wanita untuk menutup auratnya dan memakai pakaian yang tidak ketat dan tembus pandang. Coba lihat, banyak penelitian yang bilang jika pakaian ketat memberikan penyakit, pakaian yang tipis dapat mudah terkena sinar matahari yang mana bisa jadi penyakit. Benar kan?”

         “Kalian, kalau melihat pria menggunakan pakaian wanita. Kalian bilang pria itu apa?”

        “Nah, jika seorang muslim melakukan yang yang dilakukan orang non muslim, berarti dia apa ya?”

         Pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan dapat membuka pola pikirnya tentang yang sedang mereka lakukan.

Langkah kelima : Mengadakan pengajian dan seminar

          Langkah ini dapat dilakukan di rumah, masjid dekat rumah, sekolah dan seminar-seminar. Pengajian dan seminar ini dapat berisi tentang akhlak Nabi Muhammad, perintah-perintah Allah, dan efek dari pergaulan para remaja yang bebas serta penggunaan fashion dan kecantikan yang ada saat ini.

Langkah keenam : Selektif acara TV dan menutup situs-situs tertentu saat menggunakan internet

         Langkah ini dilakukan selanjutnya karena kita berharap mereka telah selektif dalam menonton acara tv dan juga situs-situs internet yang boleh di buka. Hal ini karena mereka telah memahami tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam islam. Namun, jika mereka juga masih belum begitu berubah diharapkan orang tuanya terus memantau apa yang ditonton dan dilakukan oleh anak-anaknya.

Langkah ketujuh : Peran serta pemerintah, ulama dan masyarakat

         Pemerintah harus tegas untuk menutup tempat-tempat yang tidak ada manfaatnya seperti klub malam, tempat prostitusi. Selain itu, adanya ulama yang bisa ikut serta menentang semua hal-hal yang dapat merusak generasi muda muslim yang juga harus didukung oleh masyarakat. Saya percaya, jika kita umat islam di negeri ini bersatu, maka kita dapat mengagalkan rencana orang-orang yang ingin merusak moral remaja kita.

Langkah kedelapan : Pencegahan sejak dini

         Pencegahan sejak dini dapat kita berikan kepada anak-anak yang masih kecil dan remaja yang belum terpengaruh akan hal-hal tersebut. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memasukkan mereka ke sekolah-sekolah islami, madrasah dan tempat pendidikan agama islam. Jika sewaktu anak-anak, mereka telah mengenal Allah, maka ketika besar pun pengaruh buruk tersebut tidak akan membuat mereka terpengaruh.

Langkah kesembilan : Lakukan terus menerus

         Semua langkah-langkah tersebut harus terus menerus dilakukan karena pengaruh-pengaruh buruk akan terus menyerang remaja muslim kita. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti dan putus asa untuk melindungi generasi muslim kita.

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *