Karya KBM5 Jejak Langkah Gus Dur

Posted on

Gajah mati meninggalkan gading harimau mati meninggalkan belang, siapa yang tak mengenal sosok presiden ke-empat Republik Indonesia Kyai Haji Abdurrahman Wahid yang lebih populer dengan panggilan Gus Dur, seorang bapak bangsa yang mengayomi , santai  dan berwibawa dengan jargon khasnya “Gitu Aja Kok Repot”. Seorang Bapak bangsa yang ingin menyatukan perbedaan , dibawah asas kebhinekaan, Beliau adalah sosok muslim yang sejati yang mengenyam pendidikan pondok, cucu dari pahlawan nasional pendiri Nadhotul Ulama (NU) .

Gus dur bapak bangsa yang sederhana di tangannya , bangsa indonesia kembali kepada ajaran agama islam, tak dapat di pungkiri , apapun yang beliau katakan menjadi sebuah acuan menuju kebaikan yang dikerjakan, “gitu aja kok repot jargon ini menurut sahabat gus dur “bondan Gunawan” Dikutip dari kompas.com tgl 17 januari 2017 merupakan interpetasi gus dur terhadap salah satu ayat suci al-Qur’an yaitu surah yasin : 82 “sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghedaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya :”JADILAH” Maka terjadilah ia.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman, bahwa apapun ya dia kehendaki maka “kun fayakun” jadilah maka jadi. Gus dur mengimplmentasikan ayat tersebut bahwa jika Allah berkehendak maka jadilah, Allah tidak akan mempersulit hambaNya, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha untuk mengubah nasibnya sendiri, takdirmu tergantung dirimu. Mau dibawa kemana , takdir apa yang engkau inginkan, denagn jalan baik kembali sang khalik atau kembali dengan bergelimang lumpur dosa maka itu adalah pilihan dari hidupmu sendiri.

Allah tidak pernah mempersulit hambaNya, maka dari itu jargon “gitu aja kok repot tercipta”, jika Allah sang pemberi kehidupan saja tidak mempersulit, kenapa sebagai sesama manusia, sesama makhluk harus mempersulit urusan orang lain, dalam sebuah hadits di sebutkan “mudahkanlah urusan orang lain maka Allah akan mempermudah urusanmu”. Hal ini dengan jelas mengatakan bahwa jangan pernah mempersulit urusan orang lain, seperti di sekitar kita ketika ada yang membutuhkan maka tangan harus segera ringan membantu, seperti contoh paling sederhana, ketika ada seseorang yang membutuhkan surat keterangan untuk memperpanjang ktp maka sebagai ketua RT harus segera membatu memberikan surat tersebut, bukan berdalih masih repot atau ada urusan lain, karena hal ini nyata atau tidak masih terjadi di sekitar kita. Urusan birokrasi paling sederhana yang justru kadang malah dipersulit. Sehingga jika kembali mengingat jargon khas dari sang presiden ini mengingatkan pada kita untuk tak mempersulit urusan orang lain , dalam tanda petik urusan ini adalah urusan yang benar, bukan uusan yang sengaja dibuat benar atau salah yang mencoba di benarkan. Urusan birokrasi yang coba-coba membenarkan sesuatu yang menghalalkan segala cara maka jelas jelas itu tidak boleh.

“Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan” jelas  dalam kalam bahwa Allah memerintahkan manusia untuk tolong menolong dalam hal kebaikan, bukan sesuatu hal yang buruk yang dibalut agar tampak baik. Sekecil apapun kebaikan itu pasti akan dibalas jika tidak di dunia kelak akan  ada balasan di akhirat sana, begitupun sebaliknya sesuatu yang buruk sekecil apapun itu pasti akan diperhitungkan kelak jika tidak di dunia pasti akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat sana.

Gus Dur, “ulama” presiden ke empat indonesia, mewariskan negara dengan tekad kebhineka tunggal ika-an , masih ingat kapan pertama kali orang cina merayakan imlek di negeri ini? Kapan pertama kali imlek menjadi hari libur nasional? Tak lain dan tak bukan tentu saja bapak bangsa yang satu ini. Ya  agama dari negeri tirai bambu ini akhirnya di akui ,beliau presiden yang mensahkan bahwa di indonesia ini ada 6 agama yang diakui, perayaan imlek pun juga di rayakan di negeri ini . Beliau berpegang teguh dengan kalam Robbi “lakum dinukum wa liya din” bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Islam mengajarkan untuk saling menghargai perbedaan, dakwah islam di lakukan dengan dasar kebaikan, mengibarkan panji islam di tanah pertiwi bukan dengan cara perang, tapi dengan pendekatan yang baik-baik.Jika flash back ke masalalu maka akan kembali ingat tentang salah salah satu walisanga “sunan kali jaga” yang menyebarkan agama islam dengan asimilasi kebudayaan dan ajaran hindu , bukan menghapus dengan sengaja tapi justru memasukkan unsur agama islam ke dalam dakwahnya dengan pendekatan ini islam menyebar dan diterima di bumi pertiwi.

Gus dur, presiden yang kharismatik kata-kata beliau tidak bisa dipungkiri mempengaruhi tolak ukur tentang sesuatu , sejak zaman gus dur ada daerah yang dulunya minus agama, jarang sekali puasa bahkan dengan nyata-nyata makan saat puasa kini mulai berubah, bukan orang yang beragama /agamis saja yang harus ngaji , tapi orang yang agamanya minuspun berhak untukbelajar mengaji, memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, berusaha menjadi seseorang yang lahir menjadi orang yang baru.

Indonesia meski bukan negara islam tapi sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar maka kembali ke panca sila “persatuan indonesia” mempersatukan perbedaan di tanah pertiwi, mempersatukan perbedaan yang ada, meleburkan segala egoisme kembali lagi menjadi negara yang satu “bhineka tunggal ika” berbeda-beda tetapi tetap satu jua, meski ada 6 agama yang di akui dan banyak kepercaya-an lain yang tumbuh di negeri ini, dengan perbedaan suku, agama ras, bangsa ini dasarnya tetap satu Indonesia. Dari sabang sampai merauke , itulah indonesia.

www.muslimedianews.com www.moslemforall.com

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *