[Karya KMB3] Disalahgunakanya Anugerah Tuhan

Posted on Updated on

cinta merupakan anugerah tuhan yang paling sempurna, cinta merupakan sebuah anugerah yang paling membahagiakan di dunia maupun di akhirat. contohnya jika saja kita ditakdirkan habibullah (kecintaan kita terhadap allah) maka kita senantiasa akan merasa sangat bahagia jika menjalankan perintahnya bahkan dengan sukarela meninggalkan larang-laranganya.

Bagaimana jika terjadi itu adalah hubudunya (cinta pada dunia) yang di dunia bisa didefinisikan harta, tahta, dan wanita sebenarnya boleh hubudunya asal tidak sampai keterlaluan dan tahu batas. dan dikalangan anak muda umumnya yang terjadi adalah rasa cinta kepada lawan jenisnya, bukanya tidak boleh mempunyai rasa cinta, karena cinta pada lawan jenis adalah hal yang lumrah, Cinta merupakan hal dasar yang ada pada setiap insan manusia, cinta itu netral dia bagai sebuah mobil yang harus dikendarai dengan baik tinggal bagaimana kita mengendarainya, jika dengan hawa nafsu maka kita akan binasa oleh cinta itu sendiri. Banyak artian terhadap cinta itu sendiri karena islam adalah agama yang sempurna semua sudah diatur termasuk bagaimana perasaan cinta manusia yang membawa kebahagiaan namun juga bisa mendatangkan malapetaka untuk kita sendiri dan untuk orang yang  kita cintai. tapi bagaimana seseorang atau anak muda itu menyikapinya, di Indonesia sendiri para anak muda banyak yang menyikapi perasaan ini dengan pacaran, pacaran merupakan hal yang sangat wajar di indonesia bahkan itu menjadi hal yang sangat dipamer-pamerkan, dibangga-banggakan. Apalagi pacaran anak zaman sekarang meniru adegan inilah, meniru adegan itulah !  mengapa demikian ? ada beberapa factor: tontonan, apa yang didengarkan, lingkungan, teman, orang tua, bahkan dirinya sendiri menentukan akan jadi bagaimanakah anugerah tuhan itu nanti. Dan itu merupakan cara mengendarai cinta yang salah beratnya adalah adat pacaran sudah mengakar di kalangan anak muda zaman sekarang bahkan banyak muslimin dan muslimah yang tergiur dengan pacaran ini dan tidak sedikit yang sampai maaf berzina. Lebih parahnya lagi mereka mengompori mempengaruhi memberikan gambaran atas apa yang mereka lakukan sehingga membuat teman yang dikompori ini menjadi ingin tahu dan penasaran sehingga teman adalah pengaruh terbesar dalam hal cinta, bukan apa-apa ini merupakan salah satu fakta terbesar dalam kehidupanku, nomer dua adalah tontonan seharusnya hanya menjadi sebuah hiburan malah menjadi sebuah tuntunan hal yang di ikuti oleh kaum muda, padahal secara logika perlu direnungkan oleh para anak muda adalah pacaran adalah sebuah ikatan yang tidak menyangkut apapun tapi khalayak anak muda menjadikan sebuah ikatan pacaran adalah sebuah ikatan yang seperti pada dasarnya seseorang saling memiliki, saling berbagi, saling menuruti hawa nafsu, mereka akan dengan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu setan yang terkutuk, adanya adegan mesra dalam beberapa film yang tak patut untuk ditonton anak-anak juga menjadi pelopor utama dalam penyelewangan rasa cinta yang dialami anak-anak pada masa pubertas. Orang tua adalah benteng utama bagi anak, kadang walaupun ada benteng yang kokoh dari orang tua belum menjamin dia terjaga dengan baik, apa gunanya benteng tanpa pondasi, setiap bangunan itu harus ada pondasinya, dan untuk membentengi diri bukan hanya diperlukan benteng yang besar dan kuat butuh juga pondasi yang kuat apa pondasi itu ? pondasinya adalah masing-masing insan, pondasi apakah yang harus di bangun pada anak ? ya pengetahuan agama, ingat kata guru agamaku pondasi setiap orang adalah sholatnya dan budi pekerti tingkah lakunya, tindak tanduknya, insyallah orang yang rajin sholatnya adalah generasi muda islam yang punya pondasi  kuat,  bukan  apa-apa sholat adalah tiang agama oleh karena itu siapa saja yang mendirikan sholat berarti membantu memperkokoh agama islam.

Dan dalam bertatakrama tingkah laku juga dalam agama islam ada yang namanya “ ta’limul muta’alim” adabnya orang mencari ilmu disana banyak memberikan pelajaran bagaimana bertindak tanduk pada guru, adab-adab dalam kehidupan ada disana. Tapi banyak dari kalangan muda sekarang mengabaikan  pendidikan agama islam dan lebih mementingkan ilmu umum, boleh mementingkan ilmu umum tapi jangan lupa ilmu agamanya juga penting dan sangat dibutuhkan bagi setiap generasi muda.

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini banyak berkembang egoisme dalam pikiran setiap manusia menyalahgunakan teknologi untuk kepentingan sendiri, mengakses hal yang hanya merusak pemikiran, mengeruhkan hati, menghancur leburkan hati nurani . pada dasarnya setiap manusia punya hal yang positif dan baik dalam dirinya kenapa demikian ? mengutip kyai haji anwar zahid ketika ada anak kecil kecelakaan pasti ada keinginan untuk menolong anak itu, dan sama halnya seperti melakukan dosa sejelek apapun orang itu pasti ada kebaikan, bedanya hal baik itu dipakai atau malah ditekan untuk memuaskan nafsunya, jika ada yang bilang menuruti hawa nafsu adalah sifat manusiawi itu memang benar tapi sifat manusiawi itu ada 2 hal manusiawi yang kehewanan atau manusiawi yang manusia . kalau manusiawi yang kehewanan anda tanpa fikir panjang melakukan hal yang menyeleweng dan melukukanya dengan bangga, tapi kalau manusiawi yang manusia dia berfikir kalau itu salah dan adanya rasa malu pada alaah SWT. Insyallah atas izinya hal yang tak pantas untuk dilakukan misalnya zina, minum oplosan, memakai narkoba, dan lain sebagainya.
kadang anak ketika ingin diperhatikan dan mendapat cinta kasih orang tuanya akan melakukan hal yang  kadang ada di luar batas kenakalan remaja, mungkin  karena orang tuanya yang sibuk bekerja tanpa memperhatikanya, mungkin karena kasus broken home (perceraian) hal-hal ini juga yang membuat seorang remaja lebih dekat kepada seorang teman yang kadang menjerumuskan keberbagai macam hal yang menyebabkan rusaknya moral dan ahlak seorang remaja tersebut. Kadang faktor takut gak punya teman dia akhirnya mengikuti apapun yang dilakukan sang teman entah itu baik atau buruk itu tak masalah bagi remaja, asal mereka merasa senang cukup bagi mereka,  oleh karena itu peran orang tua sangat penting bagi kehidupan anaknya.  Sebenarnya jika setiap remaja mau berangan-angan pacaran itu tak berguna apapun bagi dia, kenapa aku katakan tak berguna coba saja bayangkan jika kalian pacaran terus putus atau gagal dalam hubungan tersebut bukanya kalian makin jauh dan akan timbul yang namanya kebencian  sama saja malah bisa buat kalian makin jauh sama si dia jika kalian gagal menjalani hubungan tersebut, trus paling baik jika nikah , na dari pada saling cinta trus kanapa harus pacaran yah nunggu aja ntar kalau dah punya kerjaan punya uang dilamar terus nikah . beres kan ?yah kalau nunggu jelas sulit tapi ujian yang kalian hadapi di zaman sekarang ini adalah hal tersebut, jadi kalian para remaja harus kuat supaya kalian tak  melanggar apa yang dilarang allah dan rosulnya.

Dan banyaknya generasi islam yang salah dalam mengambil jalur kehidupanya karena cinta tidak sedikit sebab sejak kecil banyak penyelewangan tentang arti cinta di film-film jika saling cinta pacaran terus bergandengan tangan, berpelukan, dan melakukan hal lain yang tidak seharusnya dilakukan oleh yang bukan muhrim.  Banyak dari sekian juta penduduk Indonesia yang beragama islam dikalahkan oleh setan musuh terbesar umat manusia dizaman ini mereka menjadi sahabat bahkan tanpa menggoda iman kita dengan sendirinya kita melompat ke lembah kenistaan hanya dari segi cinta saja. Karena apa artis yang harusnya jadi tontonan menjadi sebuah tuntunan yang di ikuti khalayak muda zaman sekarang, dan kyai ulama’ menjadi sebuah tontonan bukan sebuah tuntunan.

Cara pencegahan dan pembenahanya adalah membuat artis sekedar jadi tontonan bukan tuntunan yang harus di ikuti dan kyai menjadi tuntunan bukan tontonan semata. Dan itu tidak bisa dari segelintir orang saja yang ikut membenahi hal yang sudah lama kebleger ini, kekeliruan ini akan sangat susah untuk di obati tapi untuk mencegah generasi muda mendatang agar mampu sadar dan tidak mengikuti kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan oleh yang salah.

Susahnya juga ada orang yang tak mau di anggap salah walau dia tahu dia salah, dan susahnya lagi jika ada orang yang tidak tahu menahu mengaku-ngaku tahu dan memberi penjelasan yang salah pada anak muda penerus islam dan membuat pemuda islam salah jalan.

Ya intinya generasi muda muslim Indonesia butuh pondasi yang kuat bagi dirinya agar mampu menyaring dan memproteksi hal-hal mana yang baik dan mana yang batil, perlunya bantuan dari keluarga khususnya orang tua agar generasi muda islam ini mampu mempertahankan apa yang jadi perintah allah swt dan menjauhi segala laranganya. butuh seorang yang bisa menjadi pelindung, punya guru atau ulama’ yang bisa menjadi penjawab yang baik bagi setiap pertanyaan dan masalah yang muncul di setiap jalan terjalnya nanti.

Pondasi yang kuat bagi setiap generasi muda islam Indonesia adalah ilmu agama, ahlakul karimah, melakukan syariat agama yang benar. Motivasi dari orang tua, termasuk orang kedua bagi murid ketika berada di sekolah, karena orang tua kedua ini juga penting bagi pertumbuhan generasi islam yang baik. Masyarakat juga turut serta, hilangnya rasa sosialisme di kota-kota besar membuat banyak kenakalan remaja tak terkontrol, hilangnya rasa malu berpacaran di publik juga membuat mereka lebih leluasa menyalurkan hawa nafsu.

Hubungan dengan lawan jenis ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat (ta’aruf). Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

 

Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”

Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Agama islam mengakui adanya cinta terhadap lawan jenis sebagi iringan motivasi seksual, karena itu merupakan emosi fitrah manusia, selama sesuai dengan cara yang telah disyariatkan, yaitu menikah.

Cinta kepada lawan jenis. islam sebagai agama yang sempurna,  memperhatikan juga aspek-aspek  duniawi dan sekaligus memberi solusinya. Dalam hal cinta kepada lawan jenis, islam memandangnya sebagai fitrah, manusia dibekali rasa cinta kepada lawan jenis untuk memotivasi memperbanyak keturunan, tetapi islam juga memberi rambu-rambu atas cinta kepada lawan jenis ini, dengan solusinya adalah dengan membangun keluarga dengan jalan menikah.  Islam mengecam perzinaan, tetapi sangat menganjurkan untuk menikah bagi yang mampu secara fisik dan psikis, andaikata tidak atau belum mampu menikah, islam mengajurkan untuk berpuasa dan menahan diri dari segala hal yang membangkitkan syahwat.

Ada solusi bagi umat islam solusi yang di anjurkan oleh rasulullah saw dalam mengenal pasangan yang dinikahi tanpa harus pacaran yakni ta’aruf sedikit penjelasan mengenai ta’aruf dan perbedaan ringkasnya dengan hubungan pacaran.

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah – taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Sekian dulu yah artikel dari saya semoga bermanfaat bagi pemuda islam indonesia jika tulisan saya ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Please like & share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *