6 Tips Orang Tua Dalam Membentuk Akhlak Mulia Anak

[Karya KBM3 ] 6 Tips Orang Tua Dalam Membentuk Akhlak Mulia Anak

Posted on Updated on

Sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita atau melihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa ada banyak sekali kerusakan moral di sekitar kita yang justru di lakukan oleh generasi muda, yang seharusnya menjadi harapan bangsa.

Kenakalan remaja seperti tawuran, miras, perjudian hingga pacaran berlebihan yang mengakibatkan si perempuannya hamil muda, mengakibatkan terancamnya masa depan pelakunya, semua itu di terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua yang mengakibatkan kurangnya kesadaran pelaku akan pentingnya moral baik diri.

Dan pada kesempatan kali ini, ijikan saya untuk mengungkapkan gagasan atau ide saya yang semoga saja bisa membantu semua orang terutama para orang tua dalam mendidik anak supaya memiliki akhlak yang mulia, dan berikut adalah 6 Tips Orang Tua Dalam Membentuk Akhlak Mulia Anak versi saya :

1 Perilaku si orang tua itu sendiri

Ya, ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonya, seorang anak memiliki sikap dan perilaku umumnya mengikuti kebiasaan orang tuanya, jika si orang tua tersebut memiliki kebiasaan hidup dan sikap yang baik dalam keseharianya maka umumnya sang anak pun menirunya. Sebaliknya, jika sikap dan perilaku orang tua tersebut buruk, maka sang anak pun juga akan menirunya.

Biasanya jika sang anak di tegur orang tua (misal ayah) saat berbuat hal yang kurang baik dia akan menjawab “Ah biarin saja saya begini, ayah sendiri kan juga begitu, jadi saya ikut saja”. Kira kira seperti itulah jawaban sang anak saat di tegur oleh orang tuanya saat melakukan kesalahan, karena si orang tua yang belum bisa berperilaku baik.

Maka dari itu, sikap dan perilaku orang tua itu sendiri sangat penting untuk menjadikan karakter baik seorang anak, baik itu ayah ataupun ibunya, terutama saat mengur sang anak jika ia sedang khilaf.

2 Faktor konsumsi

Loh, kok konsumsi, memang apa hubunganya antara moral dan perilaku seseorang terhadap hal konsumsi ? Ya tentu ada dong, jadi begini – misal jika orang tua pekerjan sehari harinya adalah pekerjaan yang hasilnya belum jelas kehalalanya, pastinya hasilnya di gunakan untuk menafkahi kebutuhan sehari harinya, tentu akibatnya tidak akan membawa berkah bagi kita dan keturunan kita, Alloh tidak akan memberkahi rejeki yang di dapatkan dari hasil yang tidak jujur, dan itu akan membuat hati seseorang menjadi gelap, keras seperti batu, pendengki, pendendam dan sebagainya yang berujung pada perilaku negatif pada diri kita dan anak cucu kita.

Janganlah tergiur dengan pekerjaan yang bagus tapi hasilnya – tidak, kurang atau masih di ragukan kehalalanya atau sampai haram.

Misal begini – kita bisa di terima menjadi karyawan perusahaan besar dengan posisi yang bagus dan gaji besar tapi dengan syarat harus menyerahkan sejumlah uang (sogokan), tanpa uang kita tak bisa di terima di perusahaan tersebut. Jika kita terima tawaran tersebut itu berarti kita tidak jujur, pekerjaan yang kita dapatkan dengan cara yang belum jelas kehalalnya maka hasilnya pun kurang berkah, dan jika kita memakanya maka akan membuat hati kita gelap, dan akibatnya seperti diatas tadi, hidup kurang tentram  di rasakan hingga berujung pada sikap negatif diri kita dan anak cucu kita.

Faktor konsumsi sangatlah penting untuk pembentukan akhlak mulia seseorang agar menjadi pribadi yang baik. Carilah rejeki yang halal dan baik, apapun pekerjaan yang kita lakoni asalkan halal itu sah sah saja, apapun itu.

3 Mendidik dengan dasar hukum islam

Ya, sudah tak heran jika kita lihat seseorang yang memiliki akhlak yang baik adalah mereka yang masih memiliki iman. Menurut pandangan orang orang pada umunya, orang yang pandai ilmu agama atau bisa kita sebut dengan istilah Ustad, adalah sosok seorang yang alim, seorang yang memiliki sikap dan perilaku yang baik. Dan orang pun tau sebabnya, yaitu iman dan hukum hukum islam yang mengajarkan kebaikan yang melekat padanya, karena islam sangat identik dengan kebaikan.

Didiklah anak anak kita dengan dasar hukum ilmu islam, dengan mencontoh kebiasaan Nabi kita (Muhammad SAW), mengamalkan amal ma’ruf nahi mungkar (menjalankan yang baik dan meninggalkan yang buruk) agar kita akan selamat dunia akhirat, amin.

Saat masih balita mulai umur 2 tahun, mulailah belajari sang anak untuk belajar beribadah seperti sholat misalnya, nanti ia akan ikut ikutan mengikuti gerakan sholat orang tuanya sampai akhirnya ia terbiasa dan iman mulai melekat pada hatinya hingga akhirnya ia terbiasa dan tidak mau meninggalkan kewajiban yang satu ini seiring kita terus mengajarkanya. Dan supaya ia terbiasa juga mendengarkan ayat ayat Al-Qur’an yang tentunya akan menambah imanya sedikit demi sedikit di barengi dengan ia ikut mengaji.

Seperti itulah yang ada di tempat saya, para ayah atau ibu senang membawa anaknya untuk ikut sholat dan mengajarkanya mengaji di di masjid atau mushola, agar supaya si anak lebih mengenal siapa dirinya sebenarnya dan untuk apa ia di ciptakan

Wajibkan pada dia akan pentingnya mengaji, dan yang utama adalalah wajibkanlah pada dia bahwa sholat 5 waktu adalah hukumnya sangat wajib bagi umat islam dan tak bisa di tinggalkan walau dalam keadaan apapun. Karena dengan menjaga sholat 5 waktu, hati akan menjadi tenang, pikiran akan menjadi tentram dan senantiasa kita akan di beri petunjuk dalam segala hal baik susah ataupun senang.

Masukanlah sang anak ke pendidikan berbasis islam seperti MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang setara SD, MTs (Madrasah Tsanawiya) yang setara SMP dan MA (Madrasah Aliyah) yang setara SMA agar ia bisa mendapatkan ilmu agama sekaligus ilmu umum yang ada di sekolah sekolah pada umunya.

Karena dengan dasar hukum ilmu islam, seseorang akan bisa memiliki akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur. Atau bisa juga masukanlah ia ke pondok pesantren, sekarang banyak pondok pesantren yang ada sekolah umumnya di samping ilmu agama.

4 Perhatian orang tua

Peran serta orang tua dalam hal perhatian terhadap anak sangatlah penting, jangan terlalu keras padanya , tetapi juga jangan terlalu halus padanya. Jangan terlalu kasar menegur saat dia melakukan kesalahan dan juga jangan terlalu halus juga.

Dari pengalaman saya, orang tua saya yang mendidik terlalu keras pada saya, terlalu banyak melarang, terlalu banyak keinginan saya yang tak di turuti walau kecil sekalipun, membuat saya memiliki mental yang drop setelah dewasa, tidak memiliki percaya diri sampai takut berhadapan dengan orang orang baru, dan hal ini sangat menggganggu keseharian saya.

Itu sungguh terjadi pada diri saya walaupun maksud orang tua saya benar, tetapi dampak negatif muncul pada saya setelah dewasa sekarang. Saya menjadi pribadi yang pemalu, pemurung, sulit bergaul dengan teman teman, mental kendur dan hal nagatif lainya.

Dan saya sangat tidak ingin hal seperti ini terjadi pada anak anak muda lainya yang merupakan generasi bangsa. Jika sang anak melakukan keslahan, tegurlah secara bijaksana, jangan terlalu keras dan juga jangan terlalu lembut atau halus. Jika terlalu kasar maka ia bisa saja akan menjadi pribadi yang angkuh karena meniru sikap orang tuanya yang kasar, jika terlalu lembut atau halus ia tidak akan jera dengan apa yang sudah di lakukanya.

Bersikaplah bijaksana dan dewasa sebagai orang tua, perhatikan mental dan kondisi anak dengan baik agar tidak berpengaruh negatif pada sikap mentalnya di masa depan.

5 Faktor Lingkungan

Saat anak sudah menginjak umur remaja, saat itu adalah saat yang amat membahagiakan bagi sang anak, banyak teman, pergi kesana kemari bersama teman teman, liburan, sekolah, jalan jalan dll.

Sebagai orang tua yang baik, awasilah anak Anda agar tidak salah dalam pergaulan, awasilah selalu agar ia tidak melakukan hal hal yang tidak terpuji. Usahakan agar ia berteman dengan sesama anak anak baik, laranglah dia jika bergaul dengan anak anak nakal yang yang cenderung berperilaku negative, mabuk mabukan, tawuran, narkoba, balapan liar dan hal hal buruk lainya agar si anak tidak ikut ikutan.

Orang tua yang membiarkan anak semaunya sendiri, maka sang anak akan mudah sekali terbawa ke pergaulan bebas, terlebih jika tidak di bekali dengan dasar iman yang kuat.

Pacaran berlebihan hingga hamil belum waktunya, trek trekan dan sebagainya akan mengancam masa depanya, jika sudah begitu sang anak biasanya berani melawan orang tuanya. Ingatkanlah selalu bahwa manusia hidup hanya sementara, kita hidup dunia di ibaratkan hanya untuk mampir untuk minum, setelah air minum kita habis maka kita akan pergi lagi. Hidup di dunia sejatinya hanya untuk mencari bekal untuk kehidupan abadi di akherat sana, ingatkanlah bahwa dengan sholat 5 waktu maka Tuhan akan menjaga kita dari hal hal buruk, ingatkan juga bahwa kita hidup di dunia itu selalu diawasi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan selalu mengingatkan, kita dan semua orang bisa menjadi pribadi yang baik dan berahklak mulia hinga ia selamat dunia akherat, amin.

6 Hindari salah kodrat

Dan tips yang terakhir adalah salah kodrat, mungkin terdengar aneh tapi sangat penting, jika untuk anak laki laki- jangan biarkan dia memiliki kebiasaan bemain dengan teman perempuanya saat masih anak anak, misal bermain lompat tali, bola bekel, boneka dan mainan anak perempuan lainya, supaya jika ia sudah dewasa nanti tidak memiliki sifat kemayu atau keperempuan perempuanan, karena itu menyalahi kodrat, dan kasihan juga untuk sianaknya jika dewasa nanti, jangan sampai ia salah jalur jatidirinya nanti

Sebaliknya untuk anak perempuan, jangan biasakan dia bermain dengan anak laki laki, nanti dia bakal jadi anak yang kelakukanya seperti laki laki alias tomboy, ajarlah untuk selalu bermain dengan teman perempuan lainya supaya ia bisa jadi anak perempuan pada umumnya yang anggun dan feminim. Sudah banyak sekali hal seperti itu terjadi dan janganlah sampai tertular ke anak cucu kita.

Kesimpulan :

Tips tips diatas adalah ide dan sedikit pengalaman saya secara pribadi melalui tulisan ini yang mungkin masih geli untuk di baca, dan walaupun saya belum jadi orang tua juga, tetapi tak ada salahnya jika saya memberikan pendapat tentang generasi muda agar menjadi lebih barakhlak dan berbudi pekerti.

Dan semoga sebagai orang tua yang baik bisa mengajarkan para anak anaknya dalam membentuk akhlak mulia yang dapat menghindarkan anak dari hal hal buruk yang akan menimpanya. Masa muda adalah adalah masa yang labil bagi anak, kita sebagai orang tua wajib memberikan dan mengarahkan yang terbaik bagi anak supaya ia selamat dunia akherat.

Penutup :

Dan ini adalah akhir dari pembahasan 6 Tips Orang Tua Dalam Membentuk Akhlak Mulia Anak, semoga bisa mejadi pelajaran bagi orang tua untuk mendidik anaknya agar memiliki akhlak yang mulia, amin
Terakhir, baca juga artikel artikel islami lainya di alamat :

A www.muslimedianews.com

B cyberdakwah.com

C www.piss-ktb.com

Please like & share: