islam

[Karya KBM3] Moral Remaja Sekarang dan Islam

Posted on Updated on

Kewajiban seorang muslim untuk menyebarkan kebenaran sepanjang masa mengharuskan dirinya untuk bermoral baik. Allah sendiri menunjukan kepada kita bahwa utusan Allah yang membawa berita kebenaran bukan dipilih karena derajat dan tahta, melainkan dipilih karena moral baik yang dimiliki Muhammad. Diantara seluruh  penduduk Mekkah saat itu, satu-satunya orang bermoral baik dan ingin mencari kebenaran hanyalah Muhammad (QS 21:112). Pengangkatan Muhammad sebagai Rasul menjadi logis karena orang yang hendak menunjukan kebenaran haruslah berperilaku yang mengarah kepada kebenaran pula (bermoral baik). Tak salah jika ajaran Islam saat itu berkembang dan bahkan mengubah kondisi masyarakat jahiliyah di Timur menjadi Islami.

Beberapa abad setelah masa Ke-Rasul-an Nabi Muhammad, ternyata orang-orang malah jatuh lagi ke dalam moral yang rusak. Apalagi sebagian besar remaja malah lebih mahir dalam berbuat kerusakan. Kerusakan semacam ini seolah upgrade-nya Mekkah jaman Rasulullah. Di berbagai sudut kota bisa kita temukan tempat untuk mabuk-mabukan yang katanya untuk menghilangkan beban hidup, diskotik-diskotik dan wanita penghibur yang katanya cuma buat senang-senang, perjudian offline dan online sekaligus, biseksual yang katanya merupakan fitrawi manusia dan bahkan pergaulan bebas yang berujung kepada hubungan seksual. Keahlian remaja dalam kerusakan jaman ini menimbulkan munculnya prestasi buruk berupa kasus-kasus kriminal dan pencabulan.

 

Benturan dahsyat antara perintah dengan realitas

Semua perbuatan itu sebenarnya sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam. Allah senantiasa mengingatkan kita untuk tidak melakukan hal ini atau bahkan mendekatinya. Hanya saja, remaja tutup kuping akan itu. Sebaliknya, mereka menganggap bahwa inilah hidup, dimana bersenang-senang juga merupakan hal utama dalam hidup dan agama melarang untuk bersenang-senang. Mereka menganggap agama sebagai penghalang dalam hidup, oleh sebab itu tidak ada lagi kata “berpedoman kepada agama”. Maka dari itu remaja meninggalkan segala hal tentang agama dan hidup sesuai dengan kehendaknya.

Apakah itu yang menyebabkan rusaknya moral remaja? Apakah hanya karena salah paham terhadap agama? Untuk menjawab hal ini, penulis sudah menganalisa secara mendalam dan mendapatkan data yang luar biasa halusnya.

 

Paham Liberalisme: propaganda raksasa yang halus

Masih ingat bahwa Indonesia ”dulunya” dikatakan sebagai negara paling sopan, damai, dan toleransi? Tapi mengapa sekarang jadi kurang ajar, anarkis, dan intoleransi? Tentunya ada perubahan pola pikir (paham) yang sedang dan sudah terjadi di masyarakat khususnya kalangan remaja. Paham tersebut di propagandakan melalui teknologi. Tidakkah itu halus? Memasukkan paham ke dalam media yang sedang disoroti kalangan remaja. Satu-satunya paham yang mudah masuk ke dalam negara-negara dan terkait dengan problematika remaja saat ini hanyalah Liberalisme. Sejarah mencatat Liberalisme sebagai respon dari terbelenggunya masyarakat Eropa terhadap kekangan kekuasaan dan doktrin Geraja Barat. Wajar saja jika Liberalisme melepaskan diri dari paham agama. Paham itu sekarang berkembang di Indonesia.

 

Mengapa paham Liberalisme mudah diterima oleh kalangan remaja? Tidak hanya karena media yang sedang disoroti, tapi juga karena paham liberalisme mengajarkan kebebasan sebebas-bebasnya tanpa terikat batasan dan kuasa mutlak atau otoritas mutlak seperti Pemerintah (dalam konteks masyrakat Dark Age Eropa, kalangan pemerintah alias pihak gereja punya otoritas mutlak) dan Tuhan. Apalagi kondisi remaja yang senantiasa merasa tak nyaman oleh larangan keluarga dan agama semakin memudahkan dirinya untuk menganut paham liberalisme. Mereka menganggap larangan itulah yang menyebabkan rusaknya hidup dan menghilangkan kesenangan di dalamnya.


Paham Liberalisme diresapi oleh remaja

Paham Liberalisme inilah yang sebenarnya merusak hidup, bukan malah agama. Kebebasan tanpa terikat dengan batasan menyebabkan mudharat (efek negatif) semakin meraja. Misalnya, kebebasan dalam bergaul yang sebebas-bebasnya malah menimbulkan pikiran kotor dikalangan lelaki dan berakhir free sex seperti yang sedang terjadi di Amerika Serikat. Akhirnya? Segala ide dan pikiran tidak lagi di arahkan untuk mengembangkan diri, masyarakat, dan negara, melainkan untuk motif lain seperti free sex. Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, sejumlah pasangan mesum sering menjadi sasaran razia. Inilah perkembangan liberalisme itu. Selain itu, munculnya kaum homo dan lesbian menjadi hal yang membunga, khususnya dikalangan remaja. Kasus semacam ini menunjukan betapa bodohnya manusia sebagai makhluk Allah yang berakal. Mereka menyampingkan fungsi dan tujuan keberadaan manusia demi nafsu brutalnya. Kebenaran tidak lagi terwujud dalam kehidupan.

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA-Petugas gabungan Satpol PP Kota Surabaya, Disparta, Polrestabes dan Gartap III mengamankan sedikitnya 10 pasangan mesum dari dua hotel mini dikawasan Kenjeran Park (Kenpark) Jumat (19/09/2014) sekitar pukul 23.30 WIB.

Sasaran awal dalam razia ini adalah Rumah Hiburan Umum (RHU) dan yustisi  adalah Motel Mini dan Hotel Sirkuit  yang berada di kawasan Kenpark.

Diduga kuat razia ini bocor , karena saat petugas gabungan ini datang ke Motel Mini, lokasi tersebut gelap tanpa penerangan, dugaan kuat lampu sengaja dimatikan. Beberapa petugas disebar untuk menyisir bagian dalam ruangan, dan hasilnya petugas mendapati 10 pasangan bukan suami istri yang berusaha kabur dari Motel Mini, namun mereka berhasil diamankan petugas.

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG- R (21) mengungkapkan, banyak ABG yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi homo. Perilaku anak sekolah tersebut, tidak menunjukkan bahwa mereka adalah homoseksual.

Namun, R mengungkapkan dirinya sering kali bercumbu dengan anak-anak tersebut.

“Kalau dulu, saya suka dengan brondong untuk bersenang-senang. Mereka lucu bisa dimanja-manja. Ingat waktu di hotel, ada lima orang brondong (ABG) masih SMP. Mudah dibujuk, kita janjikan dugem gratis mereka mau kasih lebih,” kata R saat dibincangi Sripoku.com, Jumat (20/12/2013). R juga adalah homo di Palembang. Namun, ia dan teman-temannya penyuka sesama jenis lebih nyaman disebut sekong (sakit).

 

Banyaknya propaganda liberalisme yang masuk menyulitkan kita untuk menutup semua itu. Tetapi kita masih memiliki Al Qur’an sebagai pedoman kebenaran dan sebagai As-Syifa yang sangat bagus. Paham Liberalisme tidak akan mampu mengalahkan Islam yang lebih unggul.

 

Keunggulan Paham Islam atas Paham Liberalisme

Apa yang Islam ajarkan adalah senjata paling ampuh untuk membunuh paham Liberalisme. Kelemahan paham liberalisme terletak pada tidak maksimalnya penggunaan akal pikiran dan ilmu pengetahuan sebelum melakukan perbuatan. Mereka cenderung menggunakan hawa nafsu mereka karena tidak adanya petunjuk pasti dari Tuhan, bahkan tidak mengakui keberadaan Tuhan. Berbeda dengan Islam yang sangat mewajibkan penggunaan akal, pikiran dan ilmu pengetahuan seperti yang Allah perintahkan. Misalnya penentuan perbuatan terhadap judi dan khamr (QS 2:219), benar-benar menggunakan pertimbangan pengetahuan.

Selain itu, Allah secara terang-terangan kepada kita untuk berpikir. Sebagian ayatnya menyindir manusia untuk berpikir sebelum mengambil keputusan. Kata “A fala taqqilu?” merupakan kata-kata yang bijak. Kata yang berarti “Apakah kamu tidak berpikir?” ini terdapat pada QS 2:44, 3:65. Allah menerangkan bahwa ajaranNya hanyalah untuk orang-orang yang berpikir (QS 45:13). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Islam lebih unggul daripada Liberalisme.

 

As Syifa, masyarakat, dan lembaga sebagai solusi

Kelemahan Liberalisme sangat menguntungkan bagi kita sebagai muslim. Peran dakwah dan sosialisasi keilmuwan akan mengambil alih semuanya. Dengan mengadakan pengkajian Islami dan pengetahuan kepada remaja akan membantu mengurangi pemeluk paham Liberal. Namun pengkajiannya tidak hanya tentang ajaran Islam seperti Fiqh dan Syariah saja, tetapi dikaitkan dengan problematika dikalangan remaja dan pengetahuan obyektif yang sudah tumbuh. Mengapa? Karena sejatinya ajaran Islam meliputi kehidupan manusia, sehingga dapat kita jadikan sebagai landasan pemecahan masalah dalam hidup. Inilah yang akan memicu untuk berpikir dan meyakinkan remaja bahwa Islam tidak berlawanan dengan hidup, malah membawa kebahagiaan dalam hidup dengan manfaat yang luar biasa besarnya.

Umumnya, remaja mengalami masalah ketuhanan, social problem dan salah cara berpikir. Nah, disinilah peran pengkajian Islami, mengajarkan kepercayaan akan ketuhanan, ajaran dalam Islam yang menawarkan cara bersosial yang baik seperti membantu sesama (QS 2:271), berkata yang benar (QS 8:58), obyektif (QS 2:111), cinta kedamaian (QS 4:114) dan cinta sesama manusia (QS 2:177). Selain itu cara berpikir remaja yang cenderung berupa hawa nafsu yang menghancurkan dunia (QS 23:71) juga dapat kita tangani dengan menyuguhkan cara berpikir Islami, yaitu dengan melakukan pertimbangan pengetahuan dan obyektif.

Aplikasi, Dakwah, dan sosialisasi ini haruslah dilakukan oleh seluruh muslimin dan lembaga-lembaga formal maupun non-formal seperti Lembaga pendidikan, Lembaga sosial dan Lembaga Dakwah. Dengan cara seperti ini maka binasalah paham buruk beserta pengikut-pengikutnya itu karena lembaga-lembaga besar turut serta dalam hal ini. Seluruh lembaga akan merangkul remaja dan menjauhkan remaja dari paham ini, karena lembaga ibarat wadah yang menampung isi di dalamnya.

 

Muncul remaja bermoral Islami mewujudkan kebenaran

Dakwah dan sosialisasi kebenaran ini akan menghasilkan pribadi yang berkualitas secara keseluruhan. Begitu juga dengan kualitas dan keinginannya untuk mencari ilmu pengetahuan, karena salah satu ajaran dalam Islam berupa mencari Ilmu dan Allah sangat menyukai orang-orang yang berilmu (QS 4:162). Sehingga ke depannya mereka akan dapat membangun masyarakat dengan prinsip Islam. Paham untuk menyebarkan kebenaran juga tertancap dalam diri mereka yang nantinya akan menggerakkan jiwa dan raganya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

 

Mungkinkah muncul paham pembawa kerusakan lagi?

Dasar sejarah Indonesia sangatlah kental dengan paham-paham yang itu cenderung ditutupi oleh oknum-oknum berkaitan. Misalnya perusakan paham Islam oleh Dr. Snouck di Aceh, Imperialisme bermisi gospel (kristenisasi, salah satu bagian dari tujuan imperialisme bara: Gold, Glory, GOSPEL), perusakan paham tentang wali songo dan melahirkan agama kejawen, paham komunisme oleh PKI yang mengatakan bahwa agama tanpa komunis bukanlah Islam,  dan sebagainya. Awalnya, semua itu berhasil ditekan oleh organisasi muslim pembangun negara seperi SI (Organisasi ini kemudian mengalami politik divide et imperia oleh paham Marxisme dan pemerintah imperial sengaja membiarkan Semaun sang pencetus Komunis mengacaukan Sarekat Islam), Muhammadiyah, NU, dan semacamnya. Namun bukan berarti paham itu lenyap dari permukaan bumi, melainkan mereka terus berkembang dan menyusun rencana ke depan secara undergorund.

Akan tetapi kita memiliki kebenaran yang hakiki. Apalagi remaja-remaja muslimin yang benar Islamnya. Jadi, janganlah takut akan hal itu semua. Kita dapat melewati itu dibawah naungan Allah.

 

Kesimpulan dan Hikmah

Kesimpulannya, ajaran Islam tidaklah bertentangan dengan kehidupan dan dapat mewujudkan negara yang benar melalui ajaranNya yang mengajak untuk bermoral positif dan membangun kehidupan. Oleh karena itu hendaklah bagi kita untuk menegakkan ajaran Islam. Niscaya, kehidupan akan menjadi lebih maju.

Hikmah yang bisa kita dapat adalah sebesar dan serumit apapun kerusakan itu, akan dapat dimusnahkan dengan kebenaran yang itu datangnya dari Allah berupa Al Qur’an dan diamalkan secara bersama-sama, karena hakikatnya Al Qur’an merupakan pedoman hidup dan tak mungkin bertentangan dengan kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA:

  1. Haekal, Muhammad Husain. 1935. Sejarah Hidup Muhammad
  2. Suryanegara, Ahmad Mansur. 2009. Api Sejarah. Bandung: Salamadani Pustaka Semesta
  3. Sejarah Liberalisme dari id.m.wikipedia.org/wiki/liberalisme
  4. Sejarah Liberalisme dari https://akarsejarah.wordpress.com/2013/01/17/sejarah-singkat-liberalisme/
  5. Fakta Berita perkembangan homoseksual dari http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/23/pelajar-di-palembang-banyak-jadi-homoseksual-dan-lesbian
  6. Fakta berita perkembangan pasangan mesum dari http://www.tribunnews.com/regional/2014/09/20/10-pasangan-mesum-terjaring-razia-di-hotel-kawan-kenjeran-park-surabaya
  7. Al Qur’an

Sebarkan link artikel ini, sebagai bagian dari dakwah kebenaran kita. Itu merupakan suatu kebaikan dan Allah menghargai kebaikan yang kita perbuat sekecil apapun itu.

Follow my blog langkahislam.wordpress.com for a good da’waah—  www.muslimedianews.com www.cyberdakwah.com www.piss-ktb.com

Please like & share:

Karya KBM1: Merajalelanya Korupsi, Islam Bertindak

Posted on Updated on




Penulis: Wahdiyat Salim      @sk_mate

Predikat: Pemenang Hadiah Hiburan Ke-1

Korupsi (Gholul merupakan bentuk korupsi yang sangat popular di masa Rasulullah saw.) adalah penggelapan harta public atau mengambil barang atau hak yang bukan miliknya yang berarti itu melanggar syari’at islam,  Indonesia  adalah negara tertinggi ke tiga yang memiliki kasus korupsi yang  di lakukan oleh para pemimpin-pemimpin yang tidak adil terhadap rakyatnya, pada dasarnya pemimpin tersebut adalah orang-orang yang bisa di katakan sangat pintar akan tetapi sebagian  dari para pemimpin  tersebut tidak  banyak mengerti  tentang  syari’at-syari’at islam atau hukum-hukum yang terkandung dalam alqur’an dan al hadist. Dalam hadist di jelaskanحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِIbn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (buchary, muslim).Bahwasannya setiap manusia adalah seorang pemimpin, yang disesuaikan pada keadaan atau posisi manusianya dan akan di mintai pertanggung jawaban atas ke pemimpinanannya. Sepertihalnya para pemimpin Negara baik presiden,gubenur,bupati,kepala desa bahkan perangkat desa seperti ketua rukun tetangga (RT) sebagai kepala Negara yang bertanggung jawab atas rakyat yang di pimpinnya. Pada dasarnya setiap manusia adalah  pemimpin yang harus memikul tanggung jawab, sekurang-kurangnya terhadap dirinya sendiri.

Tanggung jawab seorang pemimpin rakyat  yang dimaksudkan bukan semata-mata melaksakan tugas saja setelah itu selesai tanpa memperhatikan dampak yang di pimpinnya, akan tetapi juga harus membawa masyarakat menuju kesejahteraan, perdamaian dan juga kemslahatan hidup. Bisa di implementasikan pada cerita seorang pengembala yang mengembala peliharaan hewannya yaitu seekor kambing, di mana pengambala tersebut merawat kambing tersebut yang tiap harinya di carikan makan dan di mandikan sekiranya kambing tersebut badannya kelihatan kotor, yang di lakukan pengambala tersebut hanyalah  untuk mencapai kesejahteraan hewan peliharannya. Perlu di ingat, bahwa manusia berbeda dengan hewan, manusia mempunyai akal fikiran dan juga budi pekerti yang di berikan allah SAW untuk mengembala dirinya sendiri.

Adanya penjelasan di atas, mengapa di Negara kita, Negara Indonesia para pemimpinnya banyak melakukan pelanggaran atas kepemimpinannya, contohnya saja pemimpin melakukan korupsi, kasus seperti itu adalah bentuk tidak tanggung jawabnya atas kepemimpinannya yang sebelumnya sudah di beri ke percayaan atas kepemimpinannya untuk memimpin rakyatnya. Hal seperti itu sangatlah tidak memberikan kesejahteraan yang dipimpinnya, apa lagi terhadap rakyat yang sekiranya kurang mampu.

Hadis-hadis tentang ghulul berikut dinilai mewakili kajian tematik tentang korupsi. Hadis pertama terdapat dalam shahih Bukhari, kitab al-Jihad wa al-sair, nomor 2845:

Ali ibn Abdillah telah menceritakan hadis kepada kami. Sufyan telah menceritakan kepada kami. Dari Amr, dari Salim ibn Abi Al-Ja’di, dari Abdullah ibn Umar berkata: bahwa pada rombongan Rasulullah saw. .. Ada seorang bernama Kirkirah yang mati di medan perang. Rasulullah saw. bersabda: “dia masuk neraka”. Para sahabat pun bergegas pergi menyelidiki perbekalan perangnya. Mereka mendapatkan mantel yang ia korup dari harta rampasan perang. (H.R Bukhari).

Hadis kedua dalam Shahih Muslim, kitab al-Iman, Nomor 165:

Zuhair ibn Harb talah menceritakan hadis kepadaku, Hasyim ibn Al-Qasim telah menceritakan hadis kepada kami, Iqrimah ibn Amr telah menceritakan hadis kepada kami. Ia berkata simak al Hanafi Abu Zumail telah bercerita kepadaku. Ia berkata Abdullah ibn Abbas telah menceritakan kepadaku. Umar ibn Al-Khattab menceritakan kepadaku bahwa ia berkata: ketika terjadi perang Khaibar beberapa sahabat Nabi berkata: “si Fulan mati syahid, si Fulan mati syahid. Hingga mereka berpapasan dengan seseorang. Mereka pun berkata: si Fulan mati syahid. Kemudian

Rasulullah saw. bersabda: Tidak begitu. Sungguh aku melihatnya di dalam neraka karena burdah (selimut atau aba’ah) mantel yang ia korup dari harta rampasan perang. Lalu Rasulullah saw. berkata: Wahai ibn al-Khattab, berangkatlah dan sampaikan kepada manusia bahwa tidak akan masuk surga selain orang-orang yang beriman.” Maka aku keluar dan menyerukan kepada manusia: ingatlah, sesungguhnya tidak masuk surga selain orang-orang yang beriman”. (H.R. Muslim).

Dua hadis di atas menjelaskan tentang peristiwa ghulul/korupsi di medan perang khaibar. Seorang pejuang yang gagah berani dan kemudian mati di medan perang, belum dapat dijamin bahwa ia syahid dan masuk surga. Ternyata setelah diinvestigasi (dilacak) secara cermat dan jujur, orang tersebut terlibat ghulul, mengambil selimut atau mantel dan itu menjadikannya mati sia-sia, kemudian masuk neraka. Dalam konteks kekinian, seorang pejabat atau pegawai publik (terkait urusan orang banyak) yang telah berjuang mati-matian dalam tugasnya, tetapi jika ditemukan kasus-kasus terkait “ketidakbersihan”, kecurangan, penyalahgunaan jabatan, korupsi dan suap maka citra yang selama ini dibangun menjadi tercemar dan nasibnya pun terancam neraka dalam arti yang luas.

Banyak sekali kasus korupsi atau suap yang menimpa pejabat publik Indonesia mulai dari kasus-kasus kecil hingga kasus besar. Beberapa tindakan berikut dapat dikategorikan sebagai ghulul, misalnya: pejabat/ pegawai yang menggunakan fasilitas negara/publik untuk kepentingan

pribadi atau kelompoknya, pejabat pengadaan barang yang me-mark up (menggelembungkan) biaya pembelian dari yang seharusnya, pegawai parkir yang tidak menyerahkan seluruh pendapatan parkir kepada yang berwenang, petugas pajak yang kongkalikong dengan wajib pajak dan mengajari bagaimana memperkecil tagihan pajak sembari menerima “hadiah” dari wajib pajak tersebut, pejabat yang tidak mengembalikan sarana dinas (kendaraan, rumah dan lain-lain) setelah tidak menjabat lagi. Bahkan, sering kali diberitakan seorang pejabat/pegawai ketika masih menjabat dikenal bersih, ternyata setelah berakhir masa tugas, diketahui telah menggelapkan kekayaan negara atau publik.

www.nu.or.id

 

 

tiap sesuatu yang diperoleh dengan cara tidak benar itu haram. Seperti mencuri, merampas, mengambil tanpa hak atau menggunakan tanpa ijin. Dan sesuatu yang haram tidak akan membawa kebaikan. Jika dimakan akan tumbuh menjadi tenaga dan fikiran jahat. Jika tumbuh menjadi daging akan menjadi bahan bakar api neraka.
Kullu lakhmin nabata min kharoomin fannaaru aulaa bihi
Artinya: Tiap daging yang tumbuh dari barang haram maka nerakalah yang lebih patut baginya. (HR. at-Tirmidzi)

 

Bisa kita lihat atau kita dengar berita tentang kasus korupsi tidak hanya satu atau dua saja yang melakukan tindakan korupsi,akan tetapi banyak sekali para pemimpin Negara yang melakukan koropsi, dan sebagaian besar mereka yang melakukan korupsi adalah beragama islam. Sebenarnya apa yang ada di fikiran para koruptor-koruptor tersebut………????. Untuk itu kita sebagai orang islam yang berhaluan ahlusunnah wal jama’ah harus bisa mencegah kasus yang melanggar syari’at islam, setidaknya bisa memberikan pelajaran bisa berupa seminar tentang kasus tersebut dari penyebab,dampak,hukuman,dan penyegahan terhadap tindakan korupsi kepada orang islam khususnya para generasi muda ahlusunnah wal jama’ah atau nahdhotul ulama’. Sebenarnya sudah sering kita ketahui seminar-seminar tentang kenegaraan contohnya seperti merajalelanya korupsi di Negara kita ini. Saya sendiri pernah menjumpai kegiatan seminar tentang korupsi yang di adakan oleh pemuda NU (nahdhotul ulama’) yaitu IPNU (ikatan pelajar putra nahdhotul ulama’) dan IPPNU (ikatan pelajar putri nahdhotul ulama’).

 

 

 

1.Penyebab terjadinya korupsi:

a.   Ingin memperkaya diri (to be rich)

Kurang atau tidak menerima apa adanya yang telah di berikan allah SAW kepada umatnya di sebut juga tidak qona’ah.

Ayat tentang “Mensyukuri Nikmat”

Artinya :Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (Qs. Ibrahim:7)

Arti ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SAW telah memperingatkan kita semua  untuk mensyukuri nikmat Allah, tanpa kita sadari bahwa Allah telah memberi kita nikmat yang tak terkira, contohnya saja kita diberi kenikmatan berupa rasa kantuk, Nah dengan kita mempunyai rasa kantuk kita akan tau kapan waktunya mengistirahatkan tubuh kita. Sebaliknya, jika mengingkari nikmat yang di berikan Allah SAW akan di adzab oleh Allah yang sangat pedih. Sudah pasti para koruptor tidak bisa mensyukuri nikmat allah dan selalu kurang dengan apa yng telah di milikinya.

 

 

b.   Ingin mengejar jabatan tertinggi

Dengan ambisi yang sangat tinggi,keiinginan para koroptor menghalalkan berbagai cara untuk bisa mencapai jabatan yang diinginkan,dengan cara mengkeruk uang Negara. Bisa jadi uangnya bisa di buat kampanye pada pemilihan umum.

c.    Menuruti kebutuhan keluarga dengan nilai yang cukup tinggi(selalu mementingkan keluarga dari pada rakyatnya )

Biasanya para koruptor selalu mementingkan keluaragnya (utamanya istri or suaminya) tanpa memperhatikan rakyatnya, uang Negara yang semestinya di peruntukkan untuk rakyat malah di pergunakan untuk keluarganya yang sekiranya itu adalah bernilai tinggi. Tindakan seperti itu akan sangat menyengsarakan rakyat yang di pimpinnya.

d.  kurangnya           IMTAQ (iman dan taqwa)

pribahasa mengatakan “ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu akan lumpur”.pada dasarnya para koruptor mempunyai banyak ilmu,akan tetapi dia tidak memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat, sehingga dia bisa di kalahkan oleh nafsu yang tinggi, seperti pribahasa di atas bahwasannya orang yang hanya memilki ilmu saja tanpa di dasari syari’at agama islam maka orang tersebut akan di butakan oleh nafsu.
www.nu.or.id

 

 

SALAH SATU CONTOH TINDAK KORUPTOR

 

KASUS FATHANAH

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 14 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan kepada Ahmad Fathanah. Putusan itu dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (4/11/2013) malam.

“Memutuskan pidana 14 tahun dan denda 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar dengan mengganti kurungan 6 bulan penjara,” ujar Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango.

Hakim menilai Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana. Juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dakwaan kedua, Pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Fathanah dianggap terbukti menerima uang Rp 1,3 miliar dari Direktur PT Indoguna Utama terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Hakim menjelaskan, Fathanah awalnya mempertemukan teman dekatnya yang merupakan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi dan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman.

Dalam pertemuan itu, Maria meminta Luthfi membantu memuluskan agar Menteri Pertanian Suswono memberikan rekomendasi agar PT Indoguna Utama mendapat tambahan kuota daging sapi sebanyak 8.000 ton.

Luthfi kemudian menyanggupi akan mempertemukan Maria dengan Suswono. Kemudian Fathanah meminta agar disediakan akomodasi untuk pertemuan di Medan. Atas permintaan Fathanah, Maria memberikan Rp 300 juta.

Fathanah juga menelepon Luthfi untuk menanyakan kapan akan mempertemukan Maria dan Suswono. Fathanah menyampaikan bahwa Maria akan memberikan fee sebesar Rp 5.000 per kilogram daging apabila berhasil memberikan tambahan kuota sebanyak 8.000 ton sehingga total fee yang akan diterima Rp 40 miliar.

Selain telah menerima Rp 300 juta, Fathanah juga telah menerima Rp 1 miliar dari Maria untuk kelancaran pengurusan penambahan kuota impor daging sapi.

Hakim Djoko Subagyo menambahkan bahwa Fathanah terbukti melakukan perbuatan tindak pidana korupsi bersama Luthfi selaku penyelenggara negara.

Pencucian uang

Fathanah terbukti membayarkan, mentransfer, membelanjakan, dan menukarkan mata uang dengan menggunakan dua rekeningnya dan uang tunai dengan seluruh transaksi mencapai Rp 38,709 miliar pada Januari 2011-2013.

Namun, Fathanah tidak terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dakwaan ketiga, Pasal 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dalam memutuskan perkara ini terjadi dissenting opinion atau berbeda pendapat antara dua hakim anggota. Hakim menilai jaksa Penuntut Umum KPK tidak berwenang menuntut pencucian uang.

Vonis Fathanah lebih rendah dari tuntutan Jaksa yaitu 17,5 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan penjara untuk tindak pidana. Sementara itu, dalam kasus tindak pidana pencucian uang, Fathanah didenda Rp 1 miliar subsider 1 tahun 6 bulan kurungan.

 

Please like & share: