Liberalisme

[Karya KBM3] Moral Remaja Sekarang dan Islam

Posted on Updated on

Kewajiban seorang muslim untuk menyebarkan kebenaran sepanjang masa mengharuskan dirinya untuk bermoral baik. Allah sendiri menunjukan kepada kita bahwa utusan Allah yang membawa berita kebenaran bukan dipilih karena derajat dan tahta, melainkan dipilih karena moral baik yang dimiliki Muhammad. Diantara seluruh  penduduk Mekkah saat itu, satu-satunya orang bermoral baik dan ingin mencari kebenaran hanyalah Muhammad (QS 21:112). Pengangkatan Muhammad sebagai Rasul menjadi logis karena orang yang hendak menunjukan kebenaran haruslah berperilaku yang mengarah kepada kebenaran pula (bermoral baik). Tak salah jika ajaran Islam saat itu berkembang dan bahkan mengubah kondisi masyarakat jahiliyah di Timur menjadi Islami.

Beberapa abad setelah masa Ke-Rasul-an Nabi Muhammad, ternyata orang-orang malah jatuh lagi ke dalam moral yang rusak. Apalagi sebagian besar remaja malah lebih mahir dalam berbuat kerusakan. Kerusakan semacam ini seolah upgrade-nya Mekkah jaman Rasulullah. Di berbagai sudut kota bisa kita temukan tempat untuk mabuk-mabukan yang katanya untuk menghilangkan beban hidup, diskotik-diskotik dan wanita penghibur yang katanya cuma buat senang-senang, perjudian offline dan online sekaligus, biseksual yang katanya merupakan fitrawi manusia dan bahkan pergaulan bebas yang berujung kepada hubungan seksual. Keahlian remaja dalam kerusakan jaman ini menimbulkan munculnya prestasi buruk berupa kasus-kasus kriminal dan pencabulan.

 

Benturan dahsyat antara perintah dengan realitas

Semua perbuatan itu sebenarnya sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam. Allah senantiasa mengingatkan kita untuk tidak melakukan hal ini atau bahkan mendekatinya. Hanya saja, remaja tutup kuping akan itu. Sebaliknya, mereka menganggap bahwa inilah hidup, dimana bersenang-senang juga merupakan hal utama dalam hidup dan agama melarang untuk bersenang-senang. Mereka menganggap agama sebagai penghalang dalam hidup, oleh sebab itu tidak ada lagi kata “berpedoman kepada agama”. Maka dari itu remaja meninggalkan segala hal tentang agama dan hidup sesuai dengan kehendaknya.

Apakah itu yang menyebabkan rusaknya moral remaja? Apakah hanya karena salah paham terhadap agama? Untuk menjawab hal ini, penulis sudah menganalisa secara mendalam dan mendapatkan data yang luar biasa halusnya.

 

Paham Liberalisme: propaganda raksasa yang halus

Masih ingat bahwa Indonesia ”dulunya” dikatakan sebagai negara paling sopan, damai, dan toleransi? Tapi mengapa sekarang jadi kurang ajar, anarkis, dan intoleransi? Tentunya ada perubahan pola pikir (paham) yang sedang dan sudah terjadi di masyarakat khususnya kalangan remaja. Paham tersebut di propagandakan melalui teknologi. Tidakkah itu halus? Memasukkan paham ke dalam media yang sedang disoroti kalangan remaja. Satu-satunya paham yang mudah masuk ke dalam negara-negara dan terkait dengan problematika remaja saat ini hanyalah Liberalisme. Sejarah mencatat Liberalisme sebagai respon dari terbelenggunya masyarakat Eropa terhadap kekangan kekuasaan dan doktrin Geraja Barat. Wajar saja jika Liberalisme melepaskan diri dari paham agama. Paham itu sekarang berkembang di Indonesia.

 

Mengapa paham Liberalisme mudah diterima oleh kalangan remaja? Tidak hanya karena media yang sedang disoroti, tapi juga karena paham liberalisme mengajarkan kebebasan sebebas-bebasnya tanpa terikat batasan dan kuasa mutlak atau otoritas mutlak seperti Pemerintah (dalam konteks masyrakat Dark Age Eropa, kalangan pemerintah alias pihak gereja punya otoritas mutlak) dan Tuhan. Apalagi kondisi remaja yang senantiasa merasa tak nyaman oleh larangan keluarga dan agama semakin memudahkan dirinya untuk menganut paham liberalisme. Mereka menganggap larangan itulah yang menyebabkan rusaknya hidup dan menghilangkan kesenangan di dalamnya.


Paham Liberalisme diresapi oleh remaja

Paham Liberalisme inilah yang sebenarnya merusak hidup, bukan malah agama. Kebebasan tanpa terikat dengan batasan menyebabkan mudharat (efek negatif) semakin meraja. Misalnya, kebebasan dalam bergaul yang sebebas-bebasnya malah menimbulkan pikiran kotor dikalangan lelaki dan berakhir free sex seperti yang sedang terjadi di Amerika Serikat. Akhirnya? Segala ide dan pikiran tidak lagi di arahkan untuk mengembangkan diri, masyarakat, dan negara, melainkan untuk motif lain seperti free sex. Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, sejumlah pasangan mesum sering menjadi sasaran razia. Inilah perkembangan liberalisme itu. Selain itu, munculnya kaum homo dan lesbian menjadi hal yang membunga, khususnya dikalangan remaja. Kasus semacam ini menunjukan betapa bodohnya manusia sebagai makhluk Allah yang berakal. Mereka menyampingkan fungsi dan tujuan keberadaan manusia demi nafsu brutalnya. Kebenaran tidak lagi terwujud dalam kehidupan.

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA-Petugas gabungan Satpol PP Kota Surabaya, Disparta, Polrestabes dan Gartap III mengamankan sedikitnya 10 pasangan mesum dari dua hotel mini dikawasan Kenjeran Park (Kenpark) Jumat (19/09/2014) sekitar pukul 23.30 WIB.

Sasaran awal dalam razia ini adalah Rumah Hiburan Umum (RHU) dan yustisi  adalah Motel Mini dan Hotel Sirkuit  yang berada di kawasan Kenpark.

Diduga kuat razia ini bocor , karena saat petugas gabungan ini datang ke Motel Mini, lokasi tersebut gelap tanpa penerangan, dugaan kuat lampu sengaja dimatikan. Beberapa petugas disebar untuk menyisir bagian dalam ruangan, dan hasilnya petugas mendapati 10 pasangan bukan suami istri yang berusaha kabur dari Motel Mini, namun mereka berhasil diamankan petugas.

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG- R (21) mengungkapkan, banyak ABG yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi homo. Perilaku anak sekolah tersebut, tidak menunjukkan bahwa mereka adalah homoseksual.

Namun, R mengungkapkan dirinya sering kali bercumbu dengan anak-anak tersebut.

“Kalau dulu, saya suka dengan brondong untuk bersenang-senang. Mereka lucu bisa dimanja-manja. Ingat waktu di hotel, ada lima orang brondong (ABG) masih SMP. Mudah dibujuk, kita janjikan dugem gratis mereka mau kasih lebih,” kata R saat dibincangi Sripoku.com, Jumat (20/12/2013). R juga adalah homo di Palembang. Namun, ia dan teman-temannya penyuka sesama jenis lebih nyaman disebut sekong (sakit).

 

Banyaknya propaganda liberalisme yang masuk menyulitkan kita untuk menutup semua itu. Tetapi kita masih memiliki Al Qur’an sebagai pedoman kebenaran dan sebagai As-Syifa yang sangat bagus. Paham Liberalisme tidak akan mampu mengalahkan Islam yang lebih unggul.

 

Keunggulan Paham Islam atas Paham Liberalisme

Apa yang Islam ajarkan adalah senjata paling ampuh untuk membunuh paham Liberalisme. Kelemahan paham liberalisme terletak pada tidak maksimalnya penggunaan akal pikiran dan ilmu pengetahuan sebelum melakukan perbuatan. Mereka cenderung menggunakan hawa nafsu mereka karena tidak adanya petunjuk pasti dari Tuhan, bahkan tidak mengakui keberadaan Tuhan. Berbeda dengan Islam yang sangat mewajibkan penggunaan akal, pikiran dan ilmu pengetahuan seperti yang Allah perintahkan. Misalnya penentuan perbuatan terhadap judi dan khamr (QS 2:219), benar-benar menggunakan pertimbangan pengetahuan.

Selain itu, Allah secara terang-terangan kepada kita untuk berpikir. Sebagian ayatnya menyindir manusia untuk berpikir sebelum mengambil keputusan. Kata “A fala taqqilu?” merupakan kata-kata yang bijak. Kata yang berarti “Apakah kamu tidak berpikir?” ini terdapat pada QS 2:44, 3:65. Allah menerangkan bahwa ajaranNya hanyalah untuk orang-orang yang berpikir (QS 45:13). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Islam lebih unggul daripada Liberalisme.

 

As Syifa, masyarakat, dan lembaga sebagai solusi

Kelemahan Liberalisme sangat menguntungkan bagi kita sebagai muslim. Peran dakwah dan sosialisasi keilmuwan akan mengambil alih semuanya. Dengan mengadakan pengkajian Islami dan pengetahuan kepada remaja akan membantu mengurangi pemeluk paham Liberal. Namun pengkajiannya tidak hanya tentang ajaran Islam seperti Fiqh dan Syariah saja, tetapi dikaitkan dengan problematika dikalangan remaja dan pengetahuan obyektif yang sudah tumbuh. Mengapa? Karena sejatinya ajaran Islam meliputi kehidupan manusia, sehingga dapat kita jadikan sebagai landasan pemecahan masalah dalam hidup. Inilah yang akan memicu untuk berpikir dan meyakinkan remaja bahwa Islam tidak berlawanan dengan hidup, malah membawa kebahagiaan dalam hidup dengan manfaat yang luar biasa besarnya.

Umumnya, remaja mengalami masalah ketuhanan, social problem dan salah cara berpikir. Nah, disinilah peran pengkajian Islami, mengajarkan kepercayaan akan ketuhanan, ajaran dalam Islam yang menawarkan cara bersosial yang baik seperti membantu sesama (QS 2:271), berkata yang benar (QS 8:58), obyektif (QS 2:111), cinta kedamaian (QS 4:114) dan cinta sesama manusia (QS 2:177). Selain itu cara berpikir remaja yang cenderung berupa hawa nafsu yang menghancurkan dunia (QS 23:71) juga dapat kita tangani dengan menyuguhkan cara berpikir Islami, yaitu dengan melakukan pertimbangan pengetahuan dan obyektif.

Aplikasi, Dakwah, dan sosialisasi ini haruslah dilakukan oleh seluruh muslimin dan lembaga-lembaga formal maupun non-formal seperti Lembaga pendidikan, Lembaga sosial dan Lembaga Dakwah. Dengan cara seperti ini maka binasalah paham buruk beserta pengikut-pengikutnya itu karena lembaga-lembaga besar turut serta dalam hal ini. Seluruh lembaga akan merangkul remaja dan menjauhkan remaja dari paham ini, karena lembaga ibarat wadah yang menampung isi di dalamnya.

 

Muncul remaja bermoral Islami mewujudkan kebenaran

Dakwah dan sosialisasi kebenaran ini akan menghasilkan pribadi yang berkualitas secara keseluruhan. Begitu juga dengan kualitas dan keinginannya untuk mencari ilmu pengetahuan, karena salah satu ajaran dalam Islam berupa mencari Ilmu dan Allah sangat menyukai orang-orang yang berilmu (QS 4:162). Sehingga ke depannya mereka akan dapat membangun masyarakat dengan prinsip Islam. Paham untuk menyebarkan kebenaran juga tertancap dalam diri mereka yang nantinya akan menggerakkan jiwa dan raganya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

 

Mungkinkah muncul paham pembawa kerusakan lagi?

Dasar sejarah Indonesia sangatlah kental dengan paham-paham yang itu cenderung ditutupi oleh oknum-oknum berkaitan. Misalnya perusakan paham Islam oleh Dr. Snouck di Aceh, Imperialisme bermisi gospel (kristenisasi, salah satu bagian dari tujuan imperialisme bara: Gold, Glory, GOSPEL), perusakan paham tentang wali songo dan melahirkan agama kejawen, paham komunisme oleh PKI yang mengatakan bahwa agama tanpa komunis bukanlah Islam,  dan sebagainya. Awalnya, semua itu berhasil ditekan oleh organisasi muslim pembangun negara seperi SI (Organisasi ini kemudian mengalami politik divide et imperia oleh paham Marxisme dan pemerintah imperial sengaja membiarkan Semaun sang pencetus Komunis mengacaukan Sarekat Islam), Muhammadiyah, NU, dan semacamnya. Namun bukan berarti paham itu lenyap dari permukaan bumi, melainkan mereka terus berkembang dan menyusun rencana ke depan secara undergorund.

Akan tetapi kita memiliki kebenaran yang hakiki. Apalagi remaja-remaja muslimin yang benar Islamnya. Jadi, janganlah takut akan hal itu semua. Kita dapat melewati itu dibawah naungan Allah.

 

Kesimpulan dan Hikmah

Kesimpulannya, ajaran Islam tidaklah bertentangan dengan kehidupan dan dapat mewujudkan negara yang benar melalui ajaranNya yang mengajak untuk bermoral positif dan membangun kehidupan. Oleh karena itu hendaklah bagi kita untuk menegakkan ajaran Islam. Niscaya, kehidupan akan menjadi lebih maju.

Hikmah yang bisa kita dapat adalah sebesar dan serumit apapun kerusakan itu, akan dapat dimusnahkan dengan kebenaran yang itu datangnya dari Allah berupa Al Qur’an dan diamalkan secara bersama-sama, karena hakikatnya Al Qur’an merupakan pedoman hidup dan tak mungkin bertentangan dengan kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA:

  1. Haekal, Muhammad Husain. 1935. Sejarah Hidup Muhammad
  2. Suryanegara, Ahmad Mansur. 2009. Api Sejarah. Bandung: Salamadani Pustaka Semesta
  3. Sejarah Liberalisme dari id.m.wikipedia.org/wiki/liberalisme
  4. Sejarah Liberalisme dari https://akarsejarah.wordpress.com/2013/01/17/sejarah-singkat-liberalisme/
  5. Fakta Berita perkembangan homoseksual dari http://www.tribunnews.com/regional/2013/12/23/pelajar-di-palembang-banyak-jadi-homoseksual-dan-lesbian
  6. Fakta berita perkembangan pasangan mesum dari http://www.tribunnews.com/regional/2014/09/20/10-pasangan-mesum-terjaring-razia-di-hotel-kawan-kenjeran-park-surabaya
  7. Al Qur’an

Sebarkan link artikel ini, sebagai bagian dari dakwah kebenaran kita. Itu merupakan suatu kebaikan dan Allah menghargai kebaikan yang kita perbuat sekecil apapun itu.

Follow my blog langkahislam.wordpress.com for a good da’waah—  www.muslimedianews.com www.cyberdakwah.com www.piss-ktb.com

Please like & share: