Potret Moral Generasi Muda Bangsa Kita

[Karya KBM3] Potret Moral Generasi Muda Bangsa Kita

Posted on Updated on

Catatan merah kenakalan remaja di negeri ini sudah tidak bisa di hitung karena begitu banyak dan tiap tahun selalu ada. Ada kenakalan Remaja yang bersifat individu ada juga yang berbentuk kelompok (massa), padahal kita tahu bahwa negeri ini merupakan negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa bahwa setiap Agama tidak akan mengajarkan atau memerintahkan ummatnya untuk berbuat/berperilaku menyimpang.

Dengan Negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa ini sangat ironi dengan kenyataan yang ada, bila melihat potret Moral Generasi Muda bangsa kita banyak berperilaku menyimpang diantaranya tawuran, Minuman Keras dan penyalhgunaan narkoba dan pergaulan bebas.

Tawuran – Kenakalan remaja yang bersifat kelompok (massa) ini masih banyak terjadi di negara kita yang sangat meresahkan, ironis nya tawuran ini terjadi di kalangan para pelajar dengan dilatarbelakngi hal-hal yang sepele ada yang akibat dari saling ejek, karena perebutan pacar dll. Lihat saja di makassar bulan desember 2014 kemarin antar fakultas mahasiswa UIN Makassar.

mereka tak sadar bahwa aksi dari kontak fisik itu bukan jalan keluar dari persoalan, bahkan akan merugikan diri, kelompok, dan kelompok sosial lainnya. Selain dari itu tentu yang akan dirugikan adalah institusi pendidikan dan negara kita. Bagaimana akan menjadi suatu bangsa yang bermartabat bila generasi mudanya menyelesaikan masalah dengan “adu jotos”?.

Minuman Keras dan Penyalahgunaan Narkoba – Maraknya peredaran minuman keras (miras) dan narkoba di negara kita yang bisa kita lihat dari media informasi dengan tertangkapnya bandar-bandar narkoba kelas kakap. Dan sangat sedih sekali peresaran narkoba ini sasarannya adalah mahasiswa dan pelajar. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional, Sumirat Dwiyanto, mengatakan fenomena peredaran narkoba di lingkungan kampus sudah  mencemaskan. “Dari 4 juta pengguna narkoba di Indonesia, sekitar 22 persen ialah mahasiswa dan pelajar,” kata Sumirat, Jumat, 28 November 2014. Sumber: http://pemilu.tempo.co

Masih hangat penbicaraan di masyarakat tentang minuman keras oplosan “Cerrybel” yang merenggut banyak nyawa seperti pada kejadian di Garut yang Mencapai 103 orang. Para pecandu narkoba ini sebelumnya hanya coba-coba akibat ajakan temannya karena bila tidak ikut menggunakan mereka mengejek dan menganggap kampungan. Selain karena adanya sifat kebersamaan, penyandu minuman keras dan pengguna narkoba ini disebabkan karena untuk meningkatkan kepercayaan dirinya untuk melakukan kegiatannya. Dan juga karena akibat frustasi baik masalah pribadi atau masalah keluarganya (Broken Home)

Bukan masalah akibat dari miras ini meninggal atau tidak, namun yang harus diperhatikan adalah selain terenggutnya nyawa tentu direnggut juga masa depan generasi muda kita.

Pergaulan Bebas (pornografi dan pornoaksi) – Dengan begitu pesatnya perkembangan era globalisasi banyak dampak yang bisa kita rasakan baik positif atau negatif. Namun yang sangat memperihatinkan adalah dampak negatif yang dibawa oleh arus globalisasi yang mengakibatkan merosotnya moral para generasi muda saat ini. Era Globalisasi ditandai dengan pesatnya perkembangan media informasi dan teknologi sehingga semua informasi baik positif dan negatif sangat banyak, salahsatunya media internet. Dampak dari kurang menyaringnya informasi maka yang dihasilkan adalah dampak negatifnya. Budaya pergaulan bebas adalah dampaknya yang berbentuk pornografi dan pornoaksi sehingga banyak anak sekolah yang hamil di luar nikah, terjadi pelecehan seksual.

Akibat pergaulan bebas: pasangan pelajar melakukan hubungan suami istri diluar nikah sampai mempunyai anak

Pemerkosaan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh 12 pelajar SMP yang di Palembang, Sumatera Selatan akibat sering menonton video Blue Film (BF).


Begitulah Potret Moral Generasi Muda Bangsa kita yang sudah saatnya untuk diperbaiki. Dengan fenomena seperti ini bagaimana bisa bersaing dengan negara lain dalam era Asean Free Trade Area (AFTA) jika moral generasi muda bangsa ini ruksak. Mari kita jangan saling menyalahkan, menyudutkan. Banyak cara untuk memperbaiki semua ini, tentu bukan hanya satu sektor saja, namun semua sektor harus ikut memperbaiki dan berusaha membuat bangsa ini menjadi bangsa yang disegani bangsa lain.

Pemerintah – Tak ada yang kurang dengan Peraturan dan kebijakan-kebijakan pemerintah contoh, dengan adanya hukuman mati bagi para pelaku bandar dan kurir narkoba, serta banyak kebijakan dan aturan pemerintah untuk kita.

Keluarga – Saya yakin semua keluarga sudah menanamkan dan mendidik anak-anaknya agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas baik pendidikan, agama dan IPTEKnya

Institusi Pendidikan – Dengan terus dimoderasi sistem pendidikan di Indonesia, Dunia pendidikan juga tidak ada yang salah.

Jadi Harus bagaimana??

Saya kira harus ada pembenahan dan perbaikan.

Pembenahan dan Perbaikan

Semua unsur baik Pemerintah, Keluarga dan Institusi Pendidikan semua sudah ada pada posisi peranannya masing-masing. tidak ada Pemerintah, Keluarga dan Institusi Pendidikan yang akan membuat karakter penerus bangsa yang bobrok. Namun, karena Kemerosotan Moral Generasi Muda Bangsa ini bisa dikatakan sebagai “wabah penyakit” yang bisa menular maka yang harus di benahi adalah masing-masing individu dari para pelaku dengan adanya hubungan yang berkesinambungan antara 3 unsur tadi, karena satu unsur tidak akan jalan bila dari unsur lain tidak mendukung dan tidak saling mendukung, di antaranya:

Pemerintah – Mensosialisasikan peraturan-peraturan, bahaya, konsekuensi dan kerugian-kerugian yang akan di dapat bagi para remaja yang berperilaku menyimpang.

Keluarga – Meningkatkan intensitas pengawasan penggunaan Media informasi kepada anaknya, menanamkan budaya religius di lingkungan keluarga, membangun karakter yang berkualitas.

Institusi Pendidikan – Harus lebih memperhatikan pendidikan yang berkarakter dan berakhlaq bukan hanya kurikulum yang baku.

Kemerosotan Perilaku Generasi Muda ini akan terus berlanjut bila semua unsur tidak saling memerankan sesuai dengan posisinya masing-masing untuk memperbaikinya, mari kita bersama-sama untuk bahu membahu mendukung kebijakan pemerintah yang ada, menciptakan keluarga yang harmonis, berkualitas dan religius serta manfaatkan media pendidikan baik formal atau non formal sebagai sarana untuk membangun pribadi yang kuat dan berwawasan luhur serta mempunyai karakter yang unggul agar kita siap menghadapai persaingan dengan negara lain menuju Bangsa Indonesia yang lebih maju dan bermartabat. Amiin… Wallahu A’lam Bishawab.

 

www.muslimedianews.com

www.cyberdakwah.com

www.piss-ktb.com

Please like & share: