Salah Siapa?

[karya KBM3] Perawan: Mama Aku Hamil, Salah Siapa?

Posted on Updated on

Perawan : Mama Aku Hamil, Salah Siapa?
Perawan : Mama Aku Hamil, Salah Siapa?
Surya Jatmika
Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sebagai dampak dari adanya globalisasi tidak selamanya berbuah manis. Perkembangan IPTEK yang tidak ditanggapi dengan arif dan bijaksana memberi efek negatif bagi umat manusia. Video porno, tindakan asusila, gambar tidak senono, dan masih banyak lagi adalah salah satu akibat dari efek negatif yang ditimbulkan. Kondisi tersebut tentu menajdi keprihatinan bagi kita.
Keprihatinan kita sesungguhnya adalah terletak pada tingkah laku remaja saat ini. globalisasi telah mengubah tingkah laku sebagian remaja kita. tingkah laku mereka seolah-olah berkiblat dengan budaya (tingkah laku) kaum barat, seperti pergaluan bebas. Saat ini, kita tidak jarang menemui saudara kita (remaja) yang asyik bercengkrama atau bermesraan di tempat umum, padahal mereka belum berstatus sah. Kondisi seperti itu sudah bukan menjadi sebuah pamali dalam masyarakat. Namun, hal itu sudah menjadi tontonan publik yang biasa.
Pergaulan bebas yang terlalu bebas dalam diri remaja kita sekarang telah membawa dampak buruk yang luar biasa, salah satunya MBA (Married By Accident). Pergaulan bebas telah merenggut keperawanan sebagian saudara putri kita, dan pada akhirnya masa depan mereka sirna. Masalah inilah yang pada akhirnya tidak hanya merusak masa depan dan mencoreng nama baik keluarga. Namun, dosa besar yang harus kita pikul di akhirat kelak.
Kasus MBA di negara kita sudah tidak tergolong kecil. Sebagai contoh di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, penelitian yang dilakukan oleh Australian National University (ANU) pada tahun 2010 di tiga kota tersebut terhadap 3.006 responden remaja usia 17-24 tahun menunjukkan bahwa 20.9% di antara mereka telah hamil dan melahirkan sebelum menikah (http://www.rahima.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1127:maraknya kehamilan-remaja-salah-siapa-fokus-sr-edisi-43&catid=32:fokus-suara-rahima&Itemid=47).Data ini tentu menjadi sebuah ironi dan keprihatinan bagi kita. Pasalnya, banyak remaja kita terjerumus pada jalan yang salah. Dan pada akhirnya kita hanya bisa saling menyalahkan atas masalah itu.
Pihak yang patut disalahkan atas kasus ini adalah semua pihak. Semua pihak meliputi keluarga, masyarakat, lingkungan, dan diri sendiri. Tetapi keluarga dan diri sendirilah yang memiliki kontribusi besar dalam kasus ini. Keluarga merupakan orang terdekat bagi seseorang. Hal ini lumrah karena keluarga pulalah orang pertama yang dijumpai oleh seseorang. Dikarenakan orang terdekat keluarga memiliki peran untuk menjadi garda terdepan dalam mengawasi salah satu dari anggota keluarga kita.
Diri sendiri adalah pihak yang berkontribusi terbesar dalam masalah ini. Kasus MBA yang terjadi disebabkan diri pelaku yang tidak mampu menahan hawa nafsu. Untuk menjadi pribadi yang baik, kita harus mampu menjaga diri kita dari segala pengaruh luar yang mampu mengancam masa depan kita. Hal ini dikarenakan hanya kita sendiri yang mampu mengenSdalikan hawa nafsu kita untuk memilah dan memilih pengaruh luar yang baik untuk diri kita dan orang lain.
Adapun untuk lingkungan dan masyarakat kembali pada diri kita pula. Kita diharapkan dapat/mampu memilih lingkungan dan masayarakat yang baik utuk ada disekeliling kita. Baik memliki arti lingkungan dan masayrakat memberikan efek positif bagi diri kita, Baik juga mampu memberikan semangat untuk menggapai masa depan. Oleh karena itu, dapat ditekankan pihak yang paling utama disalahkan dalam kasus MBA adalah keluarga dan diri sendiri.
Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya kasus MBA yang melanda pada putri kita. Dari pihak keluarga, kita sebagai garda terdepan tentu memiliki peran sebagai pelindung anggota keluarga kita dari segala efek luar yang merugikan. Kita perlu saling memberikan nasihat kepada anggota keluarga kita untuk selalu menjaga diri dari pengaruh luar yang mungkin bisa mengancam kita.
Orang tua berperan penting dalam menjaga keluarganya dari segala ancaman dari luar. Ayah dan ibu hendaknya selalu memberikan nasihat kepada anak untuk selalu menjaga diri. Orang tua juga diharapkan mampu mendekatkan anak kepada agama. Hal ini dikarenakan agama merupakan benteng pelindung bagi kita. Banyak kasus MBA yang terjadi lantaran orang tua jarang sekali mendekatkan anak kepada agama.tidak hanya itu orang tua juga perlu memberikan perhatian lebih kepada anak. Perhatian yang lebih menjadikan anak akan menyayangi dan memathui orang tua.
Sedangkan diri sendiri merupakan pihak yang berkontribusi besar dalam pencegahan kasus ini. Kita sendirilah yang bisa menjaga diri kita dari segala ancaman. Kita dapat melakukan berbagai hal untuk menjaga diri, seperti, memilih lingkungan yang baik bagi kita. Langkah utama untuk menjaga diri dari segala pengaruh negatif adalah selalu mendekatkan diri dengan Allah. Pendekatan diri dengan Allah dapat dilalui dengan mengaji, membaca tafsir, bermain dalam majlis taklim, mengamalkan sunnah, dan bertaqwa kepada Allah. Pendekatan diri dengan Allah akan menunjukan kita kearah jalan yang lurus.
Refrensi
http://www.rahima.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1127:maraknya kehamilan-remaja-salah-siapa-fokus-sr-edisi-43&catid=32:fokus-suara-rahima&Itemid=47), diakses pada tanggal 15 Januari 2015, pukul 20.00 WIB
www.muslimedianews.com
www.cyberdakwah.com
www.piss-ktb.com

Please like & share: