sungguh aneh pemuda di negeriku ini

[Karya KBM3] Sungguh Aneh Pemuda Di Negeriku Ini

Posted on Updated on

SUNGGUH ANEH PEMUDA DI NEGERIKU INI
Sungguh aneh pemuda di negeriku ini . sebagian dari mereka berkoar-koar akan sebuah kebenaran , akan tetapi dia tidak dapat bercermin bagaimana akan dirinya sendiri. Dia selalu mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, akan tetapi dia masih saja dan selalu berbuat keburukan. Selama saya menjadi mahasiswa , sangat banyak peristiwa-peristiwa seperti itu yang saya temukan. Mereka selalu berdiskusi mengenai agama dan tuhan akan tetapi mereka tidak dapat membuka mata akan situasi yang terjadi pada saat itu, mereka terus asyik berdiskusi padahal pada saat itu suara adzan telah berkumandang. Mereka terus asyik berdebat satu sama lain hingga hari semakin gelap dan melalaikan shalat. Sebenarnya ada apa dengan pemuda di negeri ini ? mengapa mereka terus saja menyampaikan kebaikan padahal diri mereka saja tidak dapat melakukannya. Mereka ibarat orang buta yang sedang membawa senter, mereka selalu membawa sebuah penerangan namun itu akan sia-sia saja, karena mata mereka sendiri masih buta, mata mereka masih di butakan oleh kegelapan dari diri mereka sendiri. Tidak malukah mereka yang mengaku sebagai kakak senior harus di tegur oleh saya sebagai juniornya dalam satu naungan atap? Saya menegur mereka sehingga mereka harus berhenti dalam berdiskusi. Sungguh celakalah orang-orang yang seperti itu yang hanya ingin mendapat apresiasi dari orang lain karena ucapannya saja tapi tidak dengan perbuatan yang mereka lakukan. Menurut saya tidak usahlah berkoar-koar untuk memperbaiki diri orang lain, jika diri sendiri masih saja berada dalam keburukan. Dan alangkah lebih bagusnya bila diri sendirilah yang terlebih dahulu di perbaiki, setelah sudah baik barulah diri orang lain yang kita ajak untuk menuju kebaikan. Itu lebih bagus karena orang lain sudah bisa melihat bukti dari ucapan kita, yaitu diri kita sendiri. Dan tentunya mereka akan senang mendengarnya dan mengapresiasi bukan hanya karena ucapan kita tetapi juga karena kelakuan yang telah kita aplikasikan di dalam kehidupan kita.

Peristiwa lain yang saya temukan mengenai perilaku para pemuda saat ini ialah ketika saya hendak membeli sebuah makanan di tempat saya biasa makan. Dan pada saat itu makanan yang mau saya beli ingin saya bungkus saja ke rumah. entah mengapa pada saat itu saya tidak ingin memakannya di tempat itu. Akan tetapi pada saat ingin membelinya mengapa ada antrian yang cukup panjang? Dengan hati sedikit kecewa saya harus ikut di dalam antrian untuk membuktikan bahwa saya adalah masyarakat yang patuh terhadap peraturan. Akan tetapi mengapa ada seorang pemuda yang baru saja tiba dan terus menerobos kedepan tanpa ikut pada antrian? Mengapa dia tidak malu pada sikapnya dan terus saja melanggar peraturan yang di tetapkan? Mengapa dia tidak malu dengan wajahnya yang melihat orang tua mau ikut untuk mengantri? sedangkan dia yang masih merasa sebagai pemuda tidak mau melakukannya. Sehingga banyak orang yang menegurnya akan tetapi dia tidak peduli akan hal itu,dia hanya mengutamakan keegoisan dirinya saja,tanpa pernah memikirkan diri orang lain. Apakah seperti ini sikap pemuda saat ini? Sungguh aneh pemuda di negeriku ini.lihatlah kebiasaan-kebiasaan orang lain di negara-negara mereka yang telah maju,mereka selalu tertib apalagi dalam hal antrian,makanya mereka dapat maju karena mereka disiplin dalam melakukan segala sesuatu. saya bukan mau membangga-banggakan negara orang akan tetapi jika hal yang mereka lakukan itu baik dan benar, kenapa tidak jika kita mencontohnya.

Dalam peristiwa lain ketika saya duduk di semester tiga. Pada saat itu saya melihat teman-teman seperjuangan saya tidak memiliki kemampuan yang memadai yang kelak ketika mereka menjadi seorang sarjana mereka ingin menjadi seorang pendidik. Saya merasa prihatin dengan kondisi mereka pada saat itu, saya merasa bersalah apabila tidak dapat membantu mereka dan membimbing mereka agar menjadi lebih baik lagi. Untuk itu saya membantu mereka dengan membentuk suatu kelompok belajar, agar mereka dapat mengerti pelajaran yang di terangkan oleh dosen, agar mereka memahami konsep-konsep dasar meterinya, agar mereka dapat menemukan jati diri mereka sendiri, dan tentunya agar mereka dapat mewujudkan cita-cita mereka untuk menjadi seorang pendidik yang ideal. Dan Alhamdulillah sebagian dari mereka ingin bergabung dan berusaha untuk memperbaiki diri, sementara yang lainnya masih bermasa bodoh dan lebih mengutamakan keegoisan diri mereka sendiri. Mungkin anda yang sedang membaca tulisan ini berfikir bahwa saya adalah yang paling sempurna , saya adalah yang terbaik di antara semua. Anggapan-anggapan itu adalah sebuah kesalahan. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini begitupun juga dengan diri saya. Bahkan di dalam lingkungan perkuliahanpun saya bukanlah yang terbaik di antara semua, akan tetapi saya dapat dengan mudah menyerap materi yang di sampaikan oleh dosen, dan tidak pernah merasa gugup dalam ujian-ujian yang saya jalani selama perkuliahan. saya adalah orang yang mengerti perasaan orang lain untuk ingin lebih baik lagi. Dan yang pastinya saya adalah orang yang mau melakukan sebuah tindakan agar teman-teman saya dapat menjadi lebih baik lagi. Menurut saya percuma kita menjadi yang terbaik namun kita tidak dapat membantu teman-teman yang lain untuk menjadi orang terbaik selanjutnya . percuma kita menjadi orang yang tercerdas akan tetapi kita tidak bisa ikut mencerdaskan orang lain. Dan yang paling keji ketika kita mempunyai ilmu akan tetapi kita tidak mau membaginya dengan orang-orang di sekitar kita. Dan pada peristiwa ini saya ingin membahas mengenai mereka yang menyatakan ingin memperbaiki diri mereka, yang menyatakan ingin membuat diri mereka menjadi lebih baik lagi. Awalnya semua berjalan dengan baik, mereka ingin megikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan akan menaati semua peraturan yang telah kami buat bersama-sama, akan tetapi mengapa dalam satu minggu pertama, selalu saja ada yang terlambat bahkan tidak datang dengan berbagai alasan yang mereka utarakan, ada yang mengatakan makan dulu, ada yang mengatakan nunggu satu sama lain, ada yang mengatakan rumahnya jauh, bahkan yang lebih parahnya lagi ada yang membantah peraturan yang telah di tetapkan dengan dalih mengapa harus di permasalahkan hal yang sekecil ini? .tanpa dia sadari dia adalah orang yang paling rugi karena telah mengatakan hal tersebut. Jika hal sekecil itu saja dia tidak bisa melakukannya, bagaimana dengan hal yang besar? Orang yang cerdas tidak akan pernah mau memberikannya sebuah amanah yang besar jika amanah yang kecil seperti itu saja tidak sanggup ia lakukan. Yang membuat saya kecewa, mengapa mereka melanggar peraturan yang mereka buat sendiri? Mengapa mereka mau menjilat ludah yang telah mereka buang ? saya merasa sangat kecewa dengan perilaku mereka pada saat itu, apalagi alasan-alasan mereka yang sangat tidak rasional untuk keterlambatan. Sebenarnya diri mereka sendirilah yang membuat keterlambatan itu, mengapa mereka harus menyalahkan orang lain? Mengapa mereka seoalah-olah tidak bersalah sama sekali ? dari kejadian itu saja dapat terlihat bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak di siplin, mereka adalah orang-orang yang tidak konsisten dengan perkataannya, dan mereka adalah orang-orang yang tidak dapat di berikan suatu amanah karena mereka tidak dapat bertanggung jawab terhadap amanah tersebut, bahkan kepada diri mereka sendiri. Dan pada saat itulah saya memberi ketegasan kepada mereka untuk serius dan konsisten akan apa yang mereka ucapkan. Dan jangan pernah berharap apalagi bergantung terus kepada orang lain ,karena apabila orang lain tersebut telah tiada, siapa lagi yang bisa mereka harapkan? Mestinya mereka dapat memotivasi diri mereka sendiri, mestinya mereka bisa menyadarkan diri mereka sendiri, dan mestinya mereka dapat membuat diri mereka sukses dengan jerih payah dari usaha mereka sendiri bukan dari usaha orang lain. Sebenarnya itu semua pasti bisa mereka lakukan karena mereka telah dewasa dan bisa berfikir jernih akan hal itu. Toh mereka juga yang akan mendapat untung ruginya, karena itu semua berasal dari diri mereka masing-masing. Jangan hanya karena tidak di siplin cita-cita itu tidak dapat tercapai. Jangan hanya karena ketidak disiplinan itu semuanya jadi hancur berantakan. Ingat sebuah batu yang besar dapat terlihat oleh mata sehingga kita bisa berhati-hati kepadanya, akan tetapi sebuah batu yang kecil dapat membuat kita terjatuh saat berjalan, itu semua karena kita tidak melihat batu yang kecil itu, kita hanya menyepelekannya sehingga dialah yang berhasil membuat kita terjatuh, kita hanya terfokus akan masalah yang besar dan mengabaikan yang kecil. Sungguh aneh para pemuda di negeri ku ini.

Inikah karakter-karakter para pemuda di negeri ku? Apakah ini para generasi penerus bangsa yang selalu di harapkan? Jika anda memiliki salah satu sifat buruk di atas ataupun sifat buruk yang lainnya yang tidak sempat saya ceritakan. Ayolah, ayo kita bersama-sama mengubah sifat buruk tersebut menjadi suatu sifat yang baik yang dapat bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita, marilah kita bersama-sama membangun dan memajukan bangsa ini dengan segala upaya dan kekuatan yang kita miliki. Memang untuk menjadi yang terbaik membutuhkan proses yang panjang dan cukup sulit untuk di wujudkan akan tetapi untuk menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin bukanlah hal yang sulit, Jika anda memiliki keinginan untuk meraih kesuksesan, janganlah anda memperjuangkannya hanya dengan persentasi 100% apalagi dengan usaha hanya 50% saja, tapi perjuangkanlah itu dengan usaha maksimal anda hingga mencapai persentasi 200%, perjuangkanlah itu dengan usaha dua kali lipat, otomatis keinginan anda untuk mencapai nilai sempurna sebesar 100% tersebut dapat anda capai. marilah kita bersama-sama menunjukkan kepada dunia bahwa inilah pemuda Indonesia yang sebenarnya, pemuda yang dapat di andalkan dan di banggakan oleh bangsa ini, pemuda yang dapat berkiprah di bidang apapun yang bernilai baik dan tersohor namanya di kalangan internasional. Marilah bersama-sama kita merubah persepsi orang-orang di luar sana bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tertinggal dan salah satu bangsa yang terbelakang. Marilah kita menunjukkan kepada mereka bahwa pemuda Indonesia juga bisa berkiprah di kancah internasional.

SALAM PEMUDA INDONESIA

www.muslimedianews.com
www.cyberdakwah.com
www.piss-ktb.com

Please like & share: