SUPERMEN : LANGKAH STRATEGIS UNTUK MEMBENTUK MORAL GENERASI MUDA YANG TANGGUH SEKALIGUS UNTUK MENINGKATKAN EKSISTENSI KADER DAKWAH ISLAM DI ERA GLOBALISASI

[Karya KBM3] Supermen: Langkah Strategis untuk Membentuk Moral Generasi Muda yang Tanggung Sekaligus untuk Meningkatkan Eksistensi Kader Dakwah Islam Di Era Globalisasi

Posted on Updated on

Arus globalisasi telah merubah tatanan kehidupan dalam berbagai aspek. Salah satunya dari segi gaya hidup (life style). Globalisasi pula telah menjadi sebuah fenomena yang tak terelakkan (Scholte, 2001). Ciri yang mencolok dari globalisasi adalah terjadinya sebuah serangan budaya (cultural attack) yang dapat merubah pemikiran dan moral seseorang.

            Sasaran utama “korban” globalisasi adalah para pemuda. Mengapa harus pemuda? Karena merekalah yang nantinya akan menggantikan posisi-posisi yang sekarang dipegang oleh generasi tua. Dengan adanya pengaruh globalisasi yang tidak tersaring akan membentuk karakter pemuda yang tidak peduli, tidak memiliki moral yang baik, senang berfoya-foya, glamour, dan melakukan aktivitas lain yang sebenarnya kurang memberikan dampak baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Intinya, menginginkan para pemuda untuk tidak berpikir kritis dan analitis lagi sekaligus merusak moralnya.

            Kita bisa melihatnya sendiri, begitu banyak kasus yang pelakunya adalah generasi muda. Ada yang sudah berani meminum minuman keras dengan bebas. Ada yang sudah mulai mengkonsumsi narkoba dengan leluasa. Ada yang bangga dengan aksi tawuran yang dilakukan. Bahkan, seks bebas merupakan hal yang biasa dan lumrah dilakukan. Sungguh miris sekali rasanya jika melihat dan menyaksikan polemik seperti demikian.

            Peran media massa baik itu elektronik dan non-elektronik pun turut memberikan sumbangsih dalam hal bergesernya pola pemikiran dan moral pemuda. Ada media yang dengan sengaja menyebarkan issue untuk misi tertentu. Sayangnya, terkadang masih ada pemuda yang dengan langsung menelan mentah-mentah apa yang diberitakan media tanpa melakukan check and re-check. Padahal, seharusnya kita dapat lebih mencermati dan menganalisis terhadap apapun yang kita baca dan pelajari. Tidak sedikit media massa yang bekerja sama dengan pihak tertentu untuk menyebarkan doktrin dan pemikiran sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme (sepilis).

            Hal seperti di atas menjadikan pemikiran dan moral para pemuda menjadi “dangkal.” Mereka akan dengan mudah “mengamini” apa yang belum jelas kebenarannya. Maka yang terjadi adalah degradasi semangat dari para pemuda untuk berpikir kritis dan analitis terhadap berbagai polemik. Jika hal ini terjadi kepada para pemuda–apalagi kader dakwah islam muda– akan celakalah. Pemikiran mereka akan terpengaruh, dan mereka mulai malas berjuang untuk bangsa dan menyiarkan agama islam.

            Untuk itu, perlu adanya sebuah solusi yang diberikan. Atas latar belakang permasalahan di atas, munculah sebuah gagasan yang terus mengusik pemikiran saya. Saya menawarkan sebuah solusi untuk membentuk moral generasi muda yang tangguh sekaligus meningkatkan eksistensi kader dakwah islam muda di era globalisasi melalui SUPERMEN.           

            SUPERMEN merupakan kepanjangan dari Super Mentoring. Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu mentoring. Menurut Ruswandi & Adeyasa (2007) mentoring merupakan salah satu sarana tarbiyah islamiyah (pembinaan islami) yang di dalamnya ada proses belajar dan orientasinya adalah pembentukan karakter dan kepribadian islami peserta mentoring. Dari pernyataan tersebut mentoring menjadi media yang tepat untuk membentuk karakter dan moral kader dakwah islam muda yang tangguh yang senantiasa senang dalam mempelajari agama Islam.

            Menurut Ridwansyah (2009) mentoring sebenarnya adalah proses untuk “akselerasi kedewasaan”. Kedewasaan di sini sangatlah luas. Bisa jadi, kedewasaan dalam memahami Islam, kedewasaan dalam berilmu sesuai pilihan kompetensinya, kedewasaan dalam mensikapi masalah, kedewasaan dalam memilih keputusan, bahkan kedewasaan dalam bergaul—mengenal karakter manusia. Pernyataan tersebut menambah bukti bahwa mentoring memberikan dampak yang luarbiasa untuk membangun kedewasaan manusia dalam berbagai aspek. Maka sudah sepantasnyalah program ini terus terlaksana.

            Sedangkan menurut Wijayanto (2008) menyebutkan bahwa mentoring adalah sebuah grup diskusi terfokus, yang didalamnya terdapat interaksi- relasi antar insan, ada aspek manusiawi, serta hubungan interpersonal. Mentoring pula adalah proses “percepatan kedewasaan”, karena dengan mentoring, kita akan memperbesar “kapasitas berkomunitas” kita dalam memahami bahwa karakter manusia itu beragam, mampu menangani konflik komunikasi, hingga mampu bekerjasama walaupun terdapat perbedaan prinsip di satu sisi.

            Jika memperhatikan dan membandingkan antara definisi mentoring di atas, dapat diketahui persamaan dari tiap mentoring adalah sama-sama berkehendak untuk membentuk, mengarahkan dan membimbing seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik (berkarakter dan bermoral Islami). Diperkuat oleh pernyataan Fahrudin (2004) bahwa dalam hidup ini kita memerlukan seorang mentor. Dalam mentoringlah kita akan memiliki mentor yang selalu menasihati dan memantau kita. Bagi orang yang tidak mempunyai mentor, maka tidak ada forum lingkaran yang akan terus memantau dan menasihati jika kita melakukan kesalahan. Disinilah terlihat peran penting sebuah mentoring.

            Adapun dalil yang mendukung tentang pentingnya mentoring terdapat dalam Al-qur’an, tepatnya pada Surah Al-ashr ayat 1-3.

Allah berfirman: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”(QS. Al ‘Ashr [103]:1-3).

Disebutkan dalam Surah Al-ashr ayat 1-3 tersebut bahwa syarat dan poin terpenting agar kita menjadi orang yang beruntung adalah:

  1. Beriman
  2. Beramal shaleh
  3. Saling manasihati dalam kebaikan
  4. Saling menasihati dalam kesabaran.

Jika dianalisis lebih dalam, keempat poin di atas sangatlah mencerminkan sebuah esensi dari program mentoring. Dimana dalam mentoring, akan terjadi kegiatan saling menasihati antara mentor dengan mentee maupun antara mentee dengan mentee.

            Gagasan “Supermen” sendiri merupakan sebuah inovasi dari program mentoring. Dalam ‘Supermen” ini akan menjadikan kegiatan mentoring menjadi menyenangkan dan dirindukan oleh para menteenya. Metode dalam Super Mentoring yang saya ajukan adalah :

  • Fun

Dalam mempelajari sesuatu tidak serta merta haruslah secara formal atau serius. Hal ini pula harus diterapkan dalam kegiatan mentoring. Biasanya, seorang mentor belum bisa membawa suasana mentoring menjadi mengasyikan. Untuk itu, perlu diciptakan sebuah suasana yang mengasyikan bagi para mentee.

  • Nyaman

Kenyamanan perlu ditumbuhkan dalam sebuah mentoring. Jika seorang mentee sudah nyaman dengan mentornya, akan menghasilkan suasana yang harmonis. Selain itu akan terbentuk sebuah kegiatan mentoring yang dirindukan.

  • Sesuai karakter mentee

Seorang mentor haruslah peka terhadap karakter menteenya. Jangan memaksakan sebuah materi yang sulit untuk dicerna dan dipahami oleh para mentee. Sampaikanlah sebuah materi kepada mentee melalui bahasa yang setara dengan usia mereka. Hal ini akan bermanfaat untuk menarik perhatian dari para mentee terhadap materi yang akan kita sampaikan.

  • Modern

Perkembangan zaman yang begitu pesat ini janganlah kita jauhi. Justru, dengan semakin modernya zaman ini akan menambah khazanah keilmuan dan wawasan kita. Terutama, kita dapat menggunakan sebuah pendekatan kepada para mentee dengan cara yang modern. Dalam hal ini adalah dengan mengamati apa yang sedang mereka gandrungi dan sukai, kemudian diterapkan dalam proses kegiatan mentoring.

  • Tidak Membosankan

Alasan yang cukup dominan dari para mentee ketika mereka enggan untuk pergi menghadiri kegiatan mentoring adalah karena para mentor belum berhasil memberikan kesan yang asyik terhadap mentoring sehingga suasana menjadi membosankan. Maka diperlukan sebuah strategi dari para mentor untuk menciptakan suasana mentoring yang tidak membosankan. Salah satunya adalah dengan tidak melulu memberikan materi yang berat.

  • Cermat dalam Memilih Tempat

Sebagian besar para mentor menggunakan lingkungan masjid yang berada di kampus sebagai tempat untuk dilaksanakannya kegiatan mentoring. Sangat jarang mentor yang berani mengadakan kegiatan mentoring di sebuah tempat makan, tempat nongkrong, taman, atau pun tempat lain yang notabene sangat tidak ada kaitannya dengan kegiatan mentoring. Mengapa hal ini diperlukan? Karena guna menarik ketertarikan dari para mentee agar menghadiri kegiatan mentoring ini. Namun yang perlu diingat, meskipun tempatnya bukan di lingkungan masjid, tetap harus bisa menyampaikan sebuah materi yang dikemas dengan baik dan tersampaikan kepada para mentee.

            Dari pemaparan di atas, terlihat jelas bahwa tujuan super mentoring adalah agar para mentee memperoleh pemahaman tentang Islam dan bersemangat untuk beribadah kepada Allah dengan benar. Untuk mencapai itu perlu sebuah strategi dan metode yang cermat dalam menjalankan kegiatan mentoring.

            Dengan mengikuti kegiatan super mentoring, kita akan memiliki :

  1. Kedewasaan Ilmu
  2. Kedewasaan Bisnis
  3. Kedewasaan Psikologis
  4. Kedewasaan ber-Islam

Intinya, dengan super mentoring, kita akan lebih cepat mengalami sebuah kedewasaan, mengenali potensi kemanusiaan yang ada dalam diri kita, hingga menata hidup kita menjadi lebih baik, bukan hanya untuk kita sendiri, tapi juga untuk orang lain dan lingkungan sekitar kita.

            Super mentoring ini akan menjadikan sebuah mentoring menjadi tidak seperti biasanya. Hal ini dapat dicermati pada argumen saya sebelumnya. Dengan adanya super mentoring ini akan menjadi sebuah langkah strategis untuk membentuk moral generasi muda yang tangguh. Mengapa bisa demikian? Karena metode yang diterapkan dalam kegiatan super mentoring ini sangat positif, kreatif, dan efektif. Sehingga para pemuda akan bersemangat untuk mempelajari agama Islam. Selain itu, mentornya pun bersahabat dengan para mentee. Artinya, para mentee akan terus tertarik dan bersemangat dalam mengikuti sebuah mentoring. Hasil akhirnya, mentee tersebut akan berani untuk mendaftarkan diri menjadi seorang mentor dan siap berkontribusi dalam mensyiarkan agama Islam lebih luas lagi kepada orang lain. Singkatnya, dengan proses super mentoring ini akan membentuk moral generasi muda yang tangguh yang nantinya mereka siap berkontribusi untuk bangsa dan agama. Tantangan dan hambatan globalisasi yang ada tidak akan menggoyahkan prinsip, moral, dan pemikiran mereka.

Inti dari gagasan Super Mentoring ini adalah :

  1. Super Mentoring memiliki strategi dan metode tertentu untuk menarik minat para mentee agar tetap mengikuti kegiatan mentoring.
  2. Super Mentoring menjadikan suasana kegiatan mentoring menjadi tidak seperti biasanya yang tercap “membosankan.”
  3. Super Mentoring hadir sebagai solusi tepat untuk merekrut calon-calon mentor baru yang berkarakter dan berkepribadian Islami yang baik.
  4. Super Mentoring hadir sebagai langkah strategis untuk membentuk moral generasi muda yang tangguh sekaligus untuk meningkatkan eksistensi kader dakwah Islam di era globalisasi.
  5. Super Mentoring hadir sebagai media bagi para pemuda pejuang Islam untuk mempertahankan eksistensi Islam di era globalisasi sekaligus sebagai bentuk kontribusi generasi muda untuk bangsa dan agama dalam mempertahankan peradaban Islam.

 

Please like & share: