wanita: dihormati atau disayangi

[KARYA KBM3] Wanita: Dihormati atau Disenangi

Posted on Updated on

Wanita: Dihormati atau Disenangi
Surya Jatmika
Hari Minggu yang cerah, sang surya bersahabat dengan alam. Liburan kali ini aku nikmati dengan menyusuri gang sempit menuju jalan Malioboro, jalan urat nadi kota yang dijuluki kota gudeg. Jalan ini tidak pernah sepi dari hiruk pikuk keramain polah tingkah manusia. Mereka tidak kenal pagi, siang, malam, selalu ramai. Jalan ini memang selalu serasa pagi bagi setiap orang. Kurang beberapa langkah lagi aku keluar dari gang sempit ini. Telah tampak keramaian jalan malioboro di depan mata. Perasaanku menjadi bungah, aku percepat langkah kaki ini untuk memanjakan mata menikmati keramaian icon jogja.
Aku terperanga sesaat melihat wajah Maliboro. Keramaian ini mengejutkan mataku. Rasanya aku ingin menjadi buta kala itu. Mataku melihat beberapa perempuan dengan bangga memamerkan auratnya di depan para pria. Tidak hanya sebagian hampir keseluruhan mereka pemerkan. Hatiku dan bibirku hanya bisa bergerak menyebut namaNya. Semoga aku diberi pengampunan dengan apa yang aku lihat ini. Tidak ada rasa malu dalam celah hati mereka. Paha terbuka, tonjolan terlihat, celana ketat, parfum menyengat. Mereka menebar pesona kepada pria. Mereka merasa ingin menjadi perhatian kaum adam.
Perempuan-perempuan ini telah tersesat dalam jalan kebenaran. Tidak pantas kiranya seorang perempuan berpenampilan layaknya kaum jahiliyah. Sudahkah Allah menegur mereka dalam firmannya.
“Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (Al Ahzab:59)
Dari ayat di atas sudah jelas bahawa seorang muslimah memiliki aurat hamper seluruh tubuh (kecuali wajah dan kedua telapak tangan). Oleh karena itu, sudah seharusnya mereka menjaga auratnya karena hal itu adalah perintah Allah secara langsung.
Seruan Allah supaya muslimah menutup aurat menurut QS Al-Ahzab ayat 59 supaya mereka dikenal sebagai orang yang baik. Sehingga, mereka tidak akan diganggu oleh laki-laki tidak bertanggung jawab. Tidak hanya itu, menutup aurat sesuai syariat akan menjadikan kita pribadi yang dihormati oleh orang yang melihat. Hal itu sebagai damapak dari perilaku orang yang baik. Oleh karena itu, Allah sungguh mulia dan Maha penyayang. Allah senantiasa menjaga umatnya dari segala gangguan. Tapi apa yang terjadi?

Nafsu setan telah membelenggu sebagian dari mereka (wanita/muslimah). Mereka tak menghirauakan perintah Tuhan (Allah swt). Mereka dengan bangga memamerkan aurat mereka dihadapan para pria, melenggak-lenggok dan menebar pesona. Pada akhrinya, harga diri mereka menjadi jatuh, bahkan tidak menyangkal keperawanan mereka akan terenggut. Oleh karena itu, semua ini menjadi pilihan bagi kita. Apakah muslimah ingin dihormati sebagai orang yang baik atau disenangi karena perwakan yang dipamerkan dihadapan pira dan berakhir mengenaskan. Semua tergantung kita. Bukankah Allah maha baik dan penyayang.

www.muslimedianews.com
www.cyberdakwah.com
www.piss-ktb.com

Please like & share: