Waspada

[Karya KBM3] Waspada Terhadap Kerusakan Moral Remaja dan Pemuda

Posted on Updated on

 Kerusakan Remaja akibat seks bebas (Nay Beiskara)

 

Selamat tahun baru 2015 …

Semoga di tahun 2015, kita semua diberi keberkahan yang melimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kita menyadari banyak peristiwa menarik yang telah terjadi di tahun 2014 dan sebelumnya yang selalu menghiasi media. Baik media massa, televisi maupun media sosial (medsos).

Peristiwa yang harus menjadi pemecahan kita adalah masalah kerusakan moral di kalangan remaja dan pemuda

 

Peristiwa Kerusakan Moral Remaja dan Pemuda
Sungguh kejadian yang membuat miris kita, bahwa kerusakan moral remaja dan pemuda semakin menjadi-jadi. Akibat kemajuan teknologi membuat daya pikir remaja dan pemuda semakin maju. Tetapi, di sisi lain mengundang efek negatif yang luar biasa. Tidak dipungkiri, situs-situs porno yang tidak seharusnya diakses oleh remaja dan pemuda. Kenyataannya, dengan perangkat canggih (gadget) bisa diakses dengan sekali touching (sentuhan). Tanpa pengawasan yang baik, maka dampak negatif akan mendera di kalangan remaja dan pemuda.
Dampak dari berbagai konten porno yang mudah diakses di perangkat canggih menyebabkan pengetahuan tentang kehidupan seksual yang belum bisa dipahami secara baik di kalangan remaja dan pemuda sebelum waktunya. Kita memahami, bahwa jiwa remaja dan pemuda adalah sosok yang serba ingin tahu (penasaran). Akhirnya pergaulan bebas di kalangan remaja dan pemuda menjadi semakin mengkhawatirkan. Tidak bisa dicegah, kasus kehamilan di luar nikah bisa terjadi kapan saja. Akhirnya, kasus aborsi (pengguguran janin) menjadi hal yang lumrah di kalangan remaja dan pemuda.

Kasus lain yang mengkhawatirkan adalah sikap kekerasan di kalangan remaja dan pemuda. Jiwa remaja dan pemuda yang masih labil lebih mudah disalurkan dalam tindakan kekerasan atau tawuran. Bahkan, aksi tawuran sepertinya sudah menjadi ladang atau tradisi bagi remaja dan pemuda untuk menyakiti atau aksi balas dendam terhadap pihak lain dengan menggunakan benda tajam. Yang lebih mengerikan adalah aksi tawuran di kalangan remaja dan pemuda sudah menjadi tren atau budaya yang harus dipertahankan dalam sebuah komunitas atau almamater sekolah. Sungguh memprihatinkan!
Gaya hidup mewah (borjuis) juga mulai menghinggapi kalangan remaja dan pemuda. Apalagi dunia entertainment (hiburan) yang dipertontonkan di media televisi selalu menunjukan hal yang berbau glamour/mewah. Akibatnya, sebagai penikmat hiburan para remaja dan pemuda menuntut untuk tampil menyesuaikan perkembangan jaman. Bahkan, mereka tidak melihat bagaimana kondisi ekonomi keluarga mereka.
Untuk memenuhi kebutuhan perkembangan jaman (gaul), banyak kalangan remaja dan pemuda, khususnya kaum wanita mengambil keputusan yang di luar nalar, yaitu: menjadi wanita pemuas laki-laki atau teman kencan lelaki hidung belang. Kondisi inilah yang biasa disebut Cewek cabe-cabean. Lebih mengkhawatirkan, fenomena cewek cabe-cabean justru menjadi hal yang lumrah untuk direspon. Sebagai hal yang lumrah dalam sebuah fenomena sosial.
Apalagi, jiwa remaja dan pemuda sekarang mudah memutuskan sesuatu tanpa dipikir panjang. Kita sering mendengar dan melihat di berbagai media tentang bagaimana ABG (Anak Baru Gede) rentan mengalami penipuan yang berawal dari pertemanan mereka di akun jejaring sosial facebook. Banyak ABG yang menjadi korban pelecehan sosial dan pemerkosaan dari lelaki yang baru dikenalnya di akun jejaring sosial tersebut. Berita heboh yang mampu mengelus dada adalah terbongkarnya tindakan ABG di Surabaya yang menjadi mucikari (makelar) ABG panggilan secara online oleh Polrestabes Surabaya, Jawa Timur dan Makelar wanita panggilan yang dikelola oleh seorang mahasiswa di Bandung, Jawa Barat. Sungguh, tindakan yang sangat berani.
Kerusakan moral lain di kalangan remaja dan pemuda yang membuat miris adalah keberaniannya untuk membunuh orang lain. Hanya masalah sepele, mereka tega untuk mengakhiri nyawa orang lain. Kita mengetahui di berita media televisi, bagiamana Kasus Ade Sara menjadi perbincangan hangat. Hanya masalah kecemburuan dalam hubungan pertemanan, nyawa orang lain (baca: teman sendiri) menjadi taruhannya. Cara pembunuhanannya pun sungguh sadis dan direncanakan dengan menggunakan alat setrum kejut listrik berkekuatan tinggi. Nyawa orang lain sungguh tidak berharga sama sekali.
Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan juga menghiasi kelakuan di kalangan remaja dan pemuda. Mereka dengan mudahnya melakukan tindakan rudapaksa yang bisa menghilangkan masa depan orang lain. Korban pelecehan seksual pun bervariasi. Bahkan, anak yang masih balita pun tidak luput menjadi korban pelecehan sosial. Sebuah fenomena sosial yang harus dipecahkan akar permasalahannya. Bukan hanya itu, kalangan remaja dan pemuda pun telah dihinggapi sikap kriminal lainnya, seperti: menjambret, mencuri, merampok harta orang lain secara paksa. Apalagi kasus Geng Motor telah menghiasi media beberapa tahun belakangan ini. Demi prestige dan harga diri, tindakan geng motor lebih mengarah ke tindakan kejahatan. Dan pelakunya kebanyakan kalangan remaja dan pemuda.

 

Penyebab-penyebab Kerusakan Moral Remaja dan Pemuda
Banyak hal yang menyebabkan kerusakan moral di kalangan remaja dan pemuda. Lingkungan adalah penyebab utama kondisi tersebut. Ada peribahasa,

“Kalau kita berteman dengan tukang minyak wangi maka badan kita menjadi wangi. Tetapi, jika kita berteman dengan tukang pandai besi, maka badan kita akan menjadi hitam (berdebu)”.

Jadi, kalangan remaja atau pemuda harus menggunakan filtrasi dalam menentukan pergaulan.
Kemajuan teknologi perangkat digital (gadget) juga ikut berpartisipasi dalam menyebabkan kerusakan moral remaja dan pemuda. Tetapi, perlu ditekankan adalah bukan salah kemajuan teknologinya, melainkan salah dalam penggunaannya (human error). Banyaknya aplikasi yang memberikan kemudahan untuk mengakses konten porno menyebabkan jiwa remaja dan pemuda yang masih labil menjadi penasaran. Tanpa pengawasan dan bimbingan yang kontinyu dari orang tua atau konsuler menyebabkan tindakan pelampiasan seksual remaja dan pemuda tidak bisa terhindarkan. Akhirnya, kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan pun terjadi.

Penyebab kerusakan moral kalangan remaja dan pemuda yang menjadi perbincangan Pemerintah dan masyarakat setiap tahunnya adalah masalah Narkoba. Narkoba telah menghantui bukan hanya di masyarakat perkotaan. Tetapi, Narkoba telah masuk lebih jauh ke pedesaan. Korbannya adalah remaja dan pemuda yang selalu ingin mencoba yang baru. Bahkan, Narkoba telah masuk ke kalangan anak SD.

Pil setan yang memberikan sensasi kenyamanan fatamorgana mampu memberikan jiwa remaja dan pemuda menjadi rusak. Dampak yang diakibatkan pil setan tersebut juga mampu merusak sel-sel syaraf di tubuh dan berakhir pada kematian atau penjara. Remaja dan pemuda tidak lagi berpikir logis, tetapi zat adiksi pil setan tersebut telah memberikan rangsangan untuk mencobanya kembali. Oleh sebab itu, pencegahan pemakaian pil setan tersebut adalah sebuah harga mati.

Minuman keras (miras) pun telah menjadi trend dan budaya di kalangan remaja dan pemuda. Bahkan, agar memberikan sensasi yang luar biasa miras tersebut perlu dioplos dengan bahan-bahan lain yang mengandung kadar alkohol sangat tinggi atau bahan-bahan yang tidak masuk akal, seperti: spiritus, arang, gel pengusir nyamuk dan lain-lain. Selanjutnya, yang terjadi adalah kematian di kalangan remaja dan pemuda.
Jangan heran, kasus miras oplosan menjadi kasus nasional sepanjang tahun 2014. Padahal miras adalah salah satu faktor penyebab tindakan kejahatan. Banyak kalangan remaja dan pemuda beranggapan bahwa dengan minum miras, maka keberanian (nyali) semakin tinggi. Kenyataannya, dengan minum miras secara rutin akan menjadi sel-sel syaraf menjadi rusak atau lemah. Dan kematian pun sudah pasti.

Tindakan lain yang mampu merusak moral remaja dan pemuda adalah pergaulan bebas yang tidak terkendali. Hubungan yang terlalu jauh menyebabkan hubungan remaja dan pemuda seperti hubungan suami istri. Tanpa ikatan pernikahan yang disahkan oleh lembaga yang berwenang mengakibatkan hubungan mereka menjadi tidak terkontrol. Kejadian Married By Accident (MBA) adalah resiko yang harus diambil. Anak hasil hubungan gelap mereka rerata disia-siakan, bahkan ada yang dibunuh atau dibuang begitu saja di jalan, got atau sungai. Secara agama, mereka telah melakukan dosa besar dan secara hukum negara mereka juga telah melakukan tindak pidana pembunuhan. Akibatnya, penjara menanti mereka yang telah melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

 

Perbaikan Kerusakan Moral Remaja dan Pemuda
Generasi bangsa adalah tumpuan masa depan bangsa. Di pundak mereka, masa depan bangsa dipertaruhkan. Remaja dan pemuda adalah sambungan estafet kepemimpinan generasi tua. Lantas, jika remaja dan pemuda kita mengalami kerusakan moral yang luar biasa. Masih maukah kita memberikan estafet kepemimpinan kepada mereka. Tentunya tidak dong? Tetapi, mau tidak mau masa depan bangsa pun harus kita serahkan kepada mereka.
Oleh sebab itu, usaha untuk perbaikan kerusakan moral di kalangan remaja dan pemuda harus dilakukan sejak dini. Tugas ini merupakan kerja sama yang luar biasa antar Pemerintah dari tingkat pusat sampai daerah, seluruh stakeholders yang berkompeten dan peduli, serta masyarakat di seluruh lapisan. Pemerintah hendaknya semakin gencar mensosialisakian budaya “Katakan Tidak pada kenakalan Remaja” pada kalangan remaja dan pemuda secara berkesinambungan sampai ke tingkat RT/RW.

Pemerintah juga tanpa henti-hentinya memberikan pengarahan melalui berbagai media tentang bahaya narkoba, kebebasan hubungan seksual, tawuran, minuman keras (miras), HIV AIDS dan lain-lain sampai tingkat RT/RW. Oleh sebab itu, pemerintah yang paling rendah hendaknya mengawasi dan mengontrol warganya dalam melakukan interaksi sosial.

Tokoh-tokoh masyarakat pun hendaknya memberikan contoh yang terbaik terhadap warganya. Apalagi, tokoh agama juga sesering mungkin memberikan siraman rohani agar warga timbul rasa sayang terhadap kadar keimanan mereka. Mereka berpikir ulang untuk melakukan tindakan yang bisa merusak moral di kalangan remaja dan pemuda.

Para orang tua dan guru juga lebih memberikan perhatian penuh, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Namun, tugas yang paling penting adalah orang tua dan masyarakat sekitarnya yang berperan penting dalam mengontrol dan mengawasi remaja dan pemuda kita. Memberikan pemahaman terhadap remaja dan pemuda tentang pendekatan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan kenyamanan dalam melakukan tindakan yang benar.

Oleh sebab itu, baik kalangan guru di sekolah maupun orang tua di rumah harus secara rutin dan berkesinambungan memberikan pemahaman (konseling) tentang bahaya yang ditimbulkan oleh tindakan yang merusak moral remaja dan pemuda. Mereka harus rajin mengadakan pendekatan tentang masalah yang dihadapi oleh remaja dan pemuda kita.
Selanjutnya, melakukan pencegahan atau penanganan secara langsung untuk mencegah dampak negatif yang luar biasa. Karena, remaja dan pemuda kita biasanya merasa malu atau takut tentang masalah yang sedang dihadapi, seperti: masalah pacaran, masalah di sekolah atau pergaulan sosial dan lain-lain. Jadi konsepnya, hubungan yang dekat antara remaja dan pemuda dengan guru atau orang tua akan mencairkan suasana tegang (galau).

Para remaja dan pemuda yang mempunyai sikap terbuka dengan permasalahannya akan semakin mudah memberikan pengarahan ke arah masa depannya. Kondisi inilah yang mampu menyebabkan remaja dan pemuda menelurkan prestasi yang luar biasa. Bukankah, prestasi dari remaja dan pemuda adalah harapan kita. Jadi, mari kita bersama-sama memberikan perhatian penuh terhadap remaja dan pemuda kita untuk menjauhkan dari kerusakan moral.

Tanpa Narkoba, miras, tawuran, hubungan seks bebas dan tindakan kejahatan lainnya, remaja dan pemuda mampu meraih prestasi gemilang. Ingatlah, bahwa kerusakan moral remaja dan pemuda harus kita cegah sedini mungkin. Hanya dengan meningkatkan iman dan takwa secara konsisten, kerusakan moral remaja dan pemuda bisa kita cegah.

 

 

www.muslimedianews.com
www.cyberdakwah.com
www.piss-ktb.com

Please like & share: